Sebuah Kotak

Tulis Komentar

Muncul rasa kagum yang luar biasa ketika melihat talenta-talenta cilik beraksi di atas panggung di sebuah tayangan pencarian bakat.

Tapi, setelah merenung cukup jauh sambil mengaitkannya dengan materi-materi kuliah saya di jurusan periklanan, kembali muncul kebencian yang amat nyata terhadap sebuah kotak 19″ yang berdiri elegan di sudut kamar saya.

Sebenarnya ketidaksukaan itu sudah ada sejak sekitar setahun yang lalu, di mana ketika itu saya belum menikah. Dan sampai sekarang pun, saya membatasi diri (kalau tidak boleh menggunakan kata mengharamkan diri) untuk menonton acara-acara TV.

Mungkin di satu sisi, ini merugikan buat istri saya juga. Kenapa? Di saat keluarga dan pasangan-pasangan lain asyik berduaan di depan TV, saya justru meninggalkan istri saya. Tentu saja bukan untuk meninggalkan istri saya, tapi untuk meninggalkan TV yang sedang ditontonnya. Ah, biarlah. Tanpa TV pun saya masih bisa mendapatkan informasi aktual lewat media lainnya yang bisa saya pilih jenis pemberitaannya.

Pikirkan, buat apa harus mempermainkan perasaan orang terlebih dahulu kalau tujuannya untuk menolong? Buat apa melontarkan suatu tuduhan kepada nenek atau kakek tua kalau memang berniat untuk membantu mereka dengan uang? Buat apa? Mungkin Anda tahu acara apa yang saya maksudkan ini.

Kembali ke awal paragraf tulisan ini. Jika sebelumnya saya merasa kagum dengan anak-anak belia di pentas itu, kini saya merasa kasihan. Bagaimana dengan kegiatan sekolah salah satu peserta cilik yang berasal dari Surabaya itu?

Apa Anda merasakan kalau acara tersebut sangat lama? Lama dari segi jumlah pementasan bakat yang harus dilakoni masing-masing pesertanya. Kalau boleh sedikit berprasangka buruk, apa lagi tujuannya kalau bukan uang dari spot iklan yang berhasil dijual acara tersebut? Yah, acara tersebut memang memiliki rating yang cukup tinggi. Ini juga yang mungkin menjadi tujuan si pembuat acara dengan kedok “menolong” orang yang sebelumnya sudah saya singgung itu.

Dengan bahasa “halus” yang mereka (produser acara) gunakan seperti “kolaborasi” dengan artis, atau juga dengan sesama peserta, berapa episode yang bisa mereka hasilkan? Tentu saja pertanyaan akhirnya adalah berapa uang yang bisa mereka (produser acara) dapatkan?

Coba lihat Susan Boyle (walau dia bukan anak-anak),  juara ke-2 acara Britain’s Got Talent musim ketiga ini hanya tampil sebanyak 3 kali di pementasan itu. Namun, walau hanya tampil sebanyak 3 kali, ia telah menjadi pemenang di hati orang-orang yang mengenalnya di sana.

Anakmu, bukan ladang uang dan popularitasmu. Setidaknya itu yang saya niatkan pada diri saya. Ya Allah, kuatkan azzam ini.

Tentu saja tulisan ini hanya sekedar omongan kosong dengan kadar sok tahu yang amat tinggi sekaligus opini pribadi saya saja. Anda pun berhak memiliki opini yang jauh berbeda dari saya. Ketidaksukaan saya terhadap kotak kecil itu bukan hanya karena hal ini, namun juga beberapa hal lainnya yang cukup mengganggu saya dan tentunya tak mungkin bisa saya kemukakan panjang lebarnya di kesempatan ini. Dan terakhir, Anda pun bisa menilai dan memilih sendiri apa yang akan Anda lakukan. Selamat menonton TV saya ucapkan untuk Anda semua.

  1. 16/10/2010 20:39

    bunda hampir sama dgnmu Adit, paling gak suka nonotn tv, krn acaranya gak ada yg edukatif, kalau gak berita kerusuhan, saling lomba beringas, atau malah salling menghina diantara anggota dewan atau sinetron yg gak jelas juntrungannya.
    daripada menghabiskan waktu utk hal yg mubazir, lebih baik baca buku atau ngeblog.
    salam

  2. 2
    kakve-santi bilang:
    15/10/2010 21:01

    rezeki itu gak akan lari kemana :)

  3. 1
    almascatie bilang:
    15/10/2010 01:20

    tontonan sayah skr hanya bkisar antara, discovery, hbo, starmovie, sama metro sahaja…

  1. 115/11/2010 12:53

Tinggalkan Komentar

 

 

 

 emoticon

:):(;):D;;)>:D<:-/:x:blushing::P:-*=((:-OX(:>B-):-S#:-S>:):((:)):|/:)=))O:-):-B=;I-)8-|L-):-&:-$[-(:O)8-}<:-P(:|=P~:-?#-o=D>:-SS@-):^o:-w:-<>:P<):):@)3:-O:(|)~:>@};-%%-**==(~~)~O)*-:)8-X=:)>-):-L$-):whistling:b-(:)>-[-X:dancing:>:/;))o->o=>o-+(%):-@^:)^:-j(*):)]:-c~X(:-h:-t8->:-??%-(:o3X_X:!!:rockon::-q:-bd^#(^:bz:ar![..]