Wajar, Sah, dan Boleh Saja…

Tulis Komentar

Jujur, sebenarnya saya dari dulu sangat menghindari topik soal aliran-aliran sesat di Indonesia untuk dituliskan. Tapi entah kenapa sekarang ini rasanya sudah sangat berlebihan. Tak perlu saya jelaskan isu hangatnya kan? Khususnya namun tidak terbatas pada persoalan seputar Ahmadiyah itu.

Intinya, saya setuju. Sangat setuju bahkan kalau Ahmadiyah diklasifikasikan sebagai aliran sesat di Indonesia. Kecuali kalau mereka dengan jelas dan lantang mengatakan kalau mereka bukan bagian dari Islam dan berlepas diri dari padanya, mungkin itu jadi urusan lain. Seperti yang terjadi di negara asalnya, Pakistan, di mana Ahmadiyah sudah berlepas diri dari Islam. Dan kalau sampai itu terjadi maka jelas sudah bahwa Ahmadiyah bukan agama samawi, tapi ardhi. Dan orang sebodoh apa yang meyakini sebuah agama ardhi sebagai jalan hidup keselamatan dunia-akhirat? Mungkin bisa selamat di dunia, tapi di akhirat? Penting untuk ditegaskan.

Tapi, walau begitu saya tidak setuju. Sangat tidak setuju kalau cara-cara yang digunakan untuk ‘membasmi’ alirannya seperti itu. Kekerasan fisik, pengrusakan, bahkan sampai pembunuhan.

Kalau seperti ini Yahudi dan Nasrani bakal tertawa-tawa, sukses menjalankan skenarionya. Bahkan meluas hingga ke lingkup global dari yang tadinya hanya di lingkup kecil di Lahore. *Untuk menghindari bias makna, lihat komentar saya di sini.

Apakah pantas seorang yang sudah tidak berdaya dan tidak bersenjata masih terus dihabisi? Apakah pantas sekelompok muslim sambil berteriak-teriak lantang “Allahu Akbar” merusak dan membakar apapun yang dilewatinya?

Yang ada malah justru aliran-aliran seperti Ahmadiyah itu yang akan mendapatkan simpati dan dukungan dari kalangan banyak. Simpati, sebuah cara (yang otomatis dijalankan karena ajarannya yang memang demikian) yang justru dahulu digunakan Rasulullah sendiri untuk menyampaikan ajaran-Nya.

***

Suatu ketika khalifah Abu Bakar mengantarkan pasukan perang di bawah pimpinan Yazid bin Abu Sufyan. Abu bakar kemudian mengingatkan:

Aku berpesan kepadamu agar bertaqwa kepada Allah. Berjuanglah pada jalan Allah, dan perangilah siapa yang mengkufuri Allah, karena Allah senantiasa akan memenangkan agama-Nya! Jangan berbuat aniaya, jangan berkhianat, jangan melarikan diri, jangan membuat kerusakan di muka bumi, jangan mendurhakai perintah pemimpin. Jika kamu berhadapan dengan musuh dari kaum musyrik itu, insya Allah nanti, maka serulah mereka kepada tiga perkara. Jika mereka setuju, terimalah dari mereka dan jangan memerangi mereka lagi!

Mula-mula serulah mereka kepada Islam! Jika mereka setuju memeluk Islam, terimalah mereka dan berhenti memerangi mereka.

Kemudian, ajaklah mereka berpindah dari tempat mereka itu ke negeri Islam, tempat orang yang berhijrah. Jika mereka mau datang, beritahulah mereka bahwa mereka akan mendapat hak sesuai dengan hak yang didapati oleh kaum muhajirin, dan atas mereka hak sesuai dengan hak yang ditanggung oleh kaum muhajirin. Tetapi jika mereka menerima Islam, lalu mereka memilih hendak menetap di negeri mereka sendiri, tidak sanggup untuk berhijrah ke negeri tempat menetapnya kaum muhajirin, maka hendaklah kamu memberitahu mereka bahwa mereka akan dikenakan syarat seperti yang dikenakan atas kaum Arab yang lain yang mendiami negeri mereka. Mereka wajib menerima hukum-hukum Allah yang difardhukan atas semua kaum mukminin, mereka tidak akan diberikan hasil ghanimah, sehingga mereka mau berjuang bersama-sama kaum muslimin.

Jika mereka enggan memeluk lslam, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa mereka wajib membayar jizyah. Jika mereka setuju membayar jizyah, terimalah dari mereka dan berhenti memerangi mereka.

Jika itu juga mereka enggan menerima, maka mohonlah bantuan Allah untuk memerangi mereka, dan teruskanlah perjuangan kamu insya Allah! Tetapi janganlah memotong pepohonan, jangan membakarnya, jangan membunuh binatang-binatang, jangan menebas pepohonan buah, jangan robohkan rumah kediaman, jangan membunuh anak-anak kecil, orang tua, dan wanita (yang tidak berperang atau sudah tidak berdaya). Dan jika kamu dapati orang yang menyembunyikan dirinya di dalam gereja atau rumah agama, maka jangan kamu mengganggu mereka, dan biarkanlah mereka dalam keadaan mereka itu. Dan kamu akan dapati dari kumpulan ini yang bertopengkan agama, yang menyediakan tempat untuk syaitan bersarang di kepalanya, maka jika kamu dapati orang serupa ini (yang memerangimu-red), hendaklah kamu tebas kepala mereka, insya Allah!

***

Lalu gimana dengan isu-isu Hak Asasi Manusia dan sikap menghargai? Hah, buat saya pribadi sekarang ini yang namanya HAM atau sikap menghargai udah kebablasan pol. Sudah menjurus kepada hedonisme, permisivisme, dan ujung-ujungnya sekulerisme. Udah gak jelas batas antara halal dan haram, mana yang benar dan salah.

Ya setau saya yang namanya salah dan menyesatkan itu bukan untuk dihargai ataupun dilindungi hak-hak asasinya untuk terus menyesatkan, tapi untuk diluruskan.

Tak terkecuali dengan Ahmadiyah dan yang serupa itu. Apa karena alasan HAM dan sikap menghargai ajaran yang seperti ini dibiarkan bebas melanglang buana menyesatkan banyak orang?

Jangan campur adukkan masalah agama dengan kehidupan!

Sering denger itu kan? Itu akibatnya dari HAM dan sikap menghargai yang kebablasan. Tapi kita ini orang Indonesia, yang sejak kecil selalu diajari dari buku teks pelajaran sekolah untuk saling ‘menghargai’ dan ‘tenggang rasa’. Ya begini nih, apa-apa dibilang HAM. Mending saya makan tuh HAMburger.

Sekarang apa-apa jadi serba wajar, serba boleh, dengan kedok gaul dan modernisme. Tapi apapun itu alasannya, yang namanya berhubungan suami-istri dengan istri orang lain jelas tidak bisa dibenarkan. Mau pake dalil dan pembelaan apapun juga gak akan pernah dapat suatu kesimpulan kalau itu adalah perbuatan yang wajar dan diperbolehkan. Mau pake dalil agama juga nanti ujung-unjungnya bakal keluar ucapan yg kayak kutipan di atas itu. #eh, kok malah ngomongin ini…

Kan suka sama suka? Ya biarin aja sih. Bukan urusan lo ini…

Ah, kayak binatang aja suka sama suka terus main langsung embat…

.

Catatan:

  1. Udah lama saya gak nulis yang hardcore gini.
  2. Peace, love, and gaul.
  3. Hanya menggambarkan opini pribadi saja. Adalah wajar, sah, dan boleh saja memiliki pemikiran yang berbeda. Ya seperti judul tulisan ini.
  4. Beberapa hari ke depan mungkin web ini akan sedikit susah diakses dan mungkin tidak stabil. Jangan khawatir, bukan sabotase, karena Insya Allah saya akan memindahkan blog ini ke hosting lain dan butuh waktu propagasi untuk kembali bisa diakses secara normal.
  5. Wassalam,
  1. 12
    sibair bilang:
    11/02/2011 16:15

    Ini sangat jelas sekali artikelnya…

  2. 11
    orange float bilang:
    10/02/2011 15:41

    kadang saya heran aja kok ada orang yang mau mengikuti ajaran yang jelas-jelas sesat dan tidak masuk akal :-O

  3. 10
    Penulis Cemen bilang:
    09/02/2011 21:14

    Sebenarnya ini hanyalah sebuah provokasi, lihat saja sekarang malah Islam sebagai agama yang hak yang terpojokkan. Saya kira pihak yang berwenang harus tegas, jika memang sesat kenapa masih dibiarkan, bubarkan saja.

  4. 9
    achoey bilang:
    09/02/2011 10:45

    dakwah yang semestinya berjalan
    agar tak lebih banyak lagi korban
    korban kesesatan dan korban amuk massa :)

  5. 8
    Ummu Umar bilang:
    09/02/2011 09:21

    Btw, nickname-nya Abi udah ganti ya…
    Niez jg mau diganti…

  6. 7
    niez-nya adit bilang:
    09/02/2011 09:20

    Abi jangan makan HAMburger!
    HAMburger kan pake daging babi…
    Mendingan makan cheese burger bertiga sama Niez sama Umar… :D

    *menghindari komeng tema sensitif

  7. 6
    hendy bilang:
    08/02/2011 23:40

    Gw hargai tulisan lo…cerdas…
    dan gw juga tau rasanya punya agama yg dilecehkan…ibarat lo punya produk yg kualitasnya bagus, trus ada orang seenaknya membajak dengan kualitas sangat rendah…

    tapi kalo boleh gw koreksi…tidak ada satupun agama-pun yg tertawa2 melihat (video) kekerasan tersebut….tidak satupun…
    karena bisa saja kelak, itu akan menimpa saya, kalian, anda, istri anda, anak anda, orangtua anda..kita semua…tanpa pandang bulu….

    no offense…gw cukup tercerahkan setelah baca tulisan lo..thanx..

    • 6.1
      Abu Umar bilang:
      08/02/2011 23:46

      Oh maaf, maksud saya bukan tertawa karena melihat video itu. Tapi tertawa-tawa karena melihat kaum muslimin sendiri saling teradu domba. Yg saya maksudkan itu saya rasa bisa Anda lihat di link yg ada di post ini di bagian yang Anda permasalahkan itu.

      Bukan masalah kaum muslim vs ahmadiyah (dalam hal ini saya menganggap ahmadiyah bukan bagian dari Islam), tapi kaum muslim vs kaum muslim sendiri.

      Di kalangan kaum muslim sendiri jelas terjadi perpecahan antara yang setuju dengan kekerasan tersebut dan yang tidak setuju. Ya contohnya seperti saya yang tidak setuju ini dengan pihak-pihak lain yang setuju dengan aksi kekerasan tersebut karena memang dianggap tidak ada jalan lain.

      Akibatnya? Umat jadi teralihkan dan menghabiskan tenaga dan emosi hanya karena urusan ini. Banyak urusan lain yang jauh lebih prioritas dan bermanfaat dibanding saling mengutuk sesama saudara sendiri padahal sama-sama satu tujuan.

      No offense dan saya hargai komentar Anda. Thx,

  8. 5
    andinoeg bilang:
    08/02/2011 23:40

    tegas bukan keras, seharusnya tapi….

  9. 4
    andi sakab bilang:
    08/02/2011 22:28

    hmmm… gimana ya. saya sependapat dengan opini di atas.

    ada unek2 dalam hati saya. apakah pantas yang orang tersebut yang membunuh itu di namakan islam, justru perlakuan tersebut tidak lebih mulia dengan ajaran manapun?

    memang dulu pernah dengar tapi saya lupa di mana. ada yang halalkan darah bagi yang murtad tapi apakah harus seprti itu?

    pemerintah selaku pemimpin negeri ini kenapa tidak membantu polemik ini? dan MUI dengan mengeluarkan fatwa sesat seharusnya memberikan keterangan bahwa jangan main hakim sendiri biar ini jadi masalah antara tatanan pemerintahan di bagian agama. sehingga warga tidak main hakim sendiri kalo bisa jangan ada kebrutalan dan di tegaskan akan di adili secara pidana jika melanggar.

    dan islam dengan secepatnya mengurus masalah ini ke pemerintah untuk menentukan posisi ahmadiayah ini di indonesia.

    • 4.1
      adit-nya niez bilang:
      08/02/2011 22:40

      Kalau soal yang ‘darah halal’ itu saya memang meyakini itu dan memang ada dalilnya.

      عن ابن مسعود رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يحل دم امرئ مسلم يشهد أن لا إله إلا الله وأني رسول الله إلا بإحدى ثلاث: الثيب الزاني, والنفس بالنفس, والتارك لدينه المفارق للجماعة

      Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Tidak halal (menumpahkan) darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah Rasulullah, kecuali (terhadap) tiga hal, yaitu jiwa dibalas dengan jiwa, orang yang sudah menikah yang berzina, dan orang yang keluar dari agama, meninggalkan jama’ah (kaum muslimin),”
      (HR Bukhari)

      Namun yang perlu dicatat, bukan berarti Rasulullah hendak secara langsung dan tegas menyuruh seseorang untuk menumpahkan darah (baca: hukuman mati), tapi Rasulullah hendak mengajarkan beberapa jenis pelanggaran yang hukuman syariatnya adalah mati dengan harapan umatnya menghindari perbuatan-perbuatan tersebut.

      Sama seperti ketika seorang ibu berkata kepada anaknya, “Eh, jangan begitu. Nanti kalo kamu lakukan itu kamu bakal dimarahi orang,”

      Si ibu tidak hendak mengajarkan supaya orang lain memarahi anaknya, tapi ia hendak mengajarkan kepada anaknya untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang akibatnya bisa dimarahi orang.

  10. 3
    marina bilang:
    08/02/2011 21:56

    wa’alaykumsalaam..

    SE.. setuju… TT^TT uneg2 nya sama persis..

    (jadi gak perlu nulis blog lagi :p)

  11. 2
    aRuL bilang:
    08/02/2011 17:55

    sangat mencerahkan :)

  12. 1
    Payjo bilang:
    08/02/2011 17:14

    Tumben post beginian Dit. Gerah juga akhirnya ya? Tema tabu ini. Nggak mau baca akh :P

  1. Tidak ada trackback untuk tulisan ini.

Tinggalkan Komentar

 

 

 

 emoticon

:):(;):D;;)>:D<:-/:x:blushing::P:-*=((:-OX(:>B-):-S#:-S>:):((:)):|/:)=))O:-):-B=;I-)8-|L-):-&:-$[-(:O)8-}<:-P(:|=P~:-?#-o=D>:-SS@-):^o:-w:-<>:P<):):@)3:-O:(|)~:>@};-%%-**==(~~)~O)*-:)8-X=:)>-):-L$-):whistling:b-(:)>-[-X:dancing:>:/;))o->o=>o-+(%):-@^:)^:-j(*):)]:-c~X(:-h:-t8->:-??%-(:o3X_X:!!:rockon::-q:-bd^#(^:bz:ar![..]