Surat Cinta untuk Para Tetamu

Tulis Komentar

Aku ingin menyampaikan pesan ini kepada seluruh tamu yang akan bertamu atau sedang bertamu, di manapun ia berada.

Sebagai tamu, sudahkah kita bertamu sesuai dengan adab dan syariat yang diajarkan Rasulullah?

Bukankah di dalam rumah terdapat penghuni yang mungkin juga terdapat seorang atau beberapa wanita di dalamnya yang tidak menutup aurat? Ya, rumah seharusnya adalah tempat yang paling aman bagi seorang wanita!

Alangkah indah dan mulia bila para tamu meminta izin di luar pintu rumah terlebih dahulu sebelum masuk ke rumah orang lain, meskipun rumah itu adalah rumah saudaranya sendiri. Berikan kesempatan kepada penghuni rumah untuk menutup aurat-aurat diri dan juga aib rumah.

Mintalah izin kepada para suami, sebagai orang yang paling berhak untuk menentukan siapa-siapa yang berhak masuk ke dalam rumahnya.

Sungguh, Rasulullah dan para sahabat telah memberikan contoh terbaik bagi umat ini dalam segala hal. Demi Allah, dalam segala hal! Maka maukah kamu mengambil pelajaran dari para generasi terbaik umat ini?

Ada seorang laki-laki di kalangan Anshar yang biasa dipanggil Abu Syuaib. Ia mempunyai seorang anak tukang daging. Kemudian, ia berkata kepadanya, “Buatkan aku makanan yang dengannya aku bisa mengundang lima orang bersama Rasulullah,”

Kemudian, Rasulullah mengundang empat orang, yang orang kelimanya adalah beliau. Kemudian, ada seseorang yang mengikutinya. Maka, Rasulullah berkata, “Engkau mengundang kami lima orang dan orang ini mengikuti kami. Bilamana engkau ridha, izinkanlah ia. Bilamana tidak, aku akan meninggalkannya.” Kemudian, Abu Syuaib berkata, “Aku telah mengizinkannya.”
(HR Bukhari)

“Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta ijin dan memberikan salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. Dan jika kamu tidak mendapati seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat ijin. Dan jika dikatakan kepadamu : ‘Kembalilah!’; maka hendaklah kamu kembali (pergi). Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,”
(QS. An-Nuur; 27-28)

Bagaimana dengan cara bertamu Rasulullah sendiri?

Apabila Rasulullah mendatangi rumah seseorang, beliau tidak berdiri di depan pintu. Akan tetapi di samping kanan atau di samping kiri. Kemudian beliau mengucapkan : “Assalamu’alaikum Assalamu’alaikum”
(HR Abu Daud)

Ketika kita mengetuk pintu, dianjurkan untuk tidak menghadap ke arah pintu. Adab ini adalah untuk menghindari terlanggarnya kehormatan muslim atau muslimah lainnya dengan melihat sesuatu yang bukan haknya untuk dilihat.

“Menyingkirlah dari depan pintu, sesungguhnya meminta ijin itu disyari’atkan untuk menjaga pandangan mata,”
(HR Abu Daud)

“Sekiranya ada seseorang yang mengintip (atau memasuki) rumahmu tanpa ijin, lalu engkau melemparnya dengan batu sehingga tercungkil matanya, maka tidak ada dosa atasmu,”
(HR Bukhari dan Muslim)

Itulah adab syar’i yang mungkin asing di tengah kaum muslimin. Alhamdulillah, selesai sudah kutuliskan sepucuk surat cinta ini. Mungkin ada hal-hal yang terlewat, mudah-mudahan Anda berkenan memperkaya ilmu dengan literatur yang lain. Semoga tiap katanya tak hanya mengandung ilmu, tapi juga melahirkan dzikir. Semoga tiap kalimatnya, tak hanya menambah wawasan, tetapi juga ketaqwaan. Dan semoga dalam segala amal, Allah semakin menambahkan barakah pada jalinan suci rumah tangga kita, yang salah satunya melalui manajemen dakwah rumah kita.

Pertanyaan terakhir, sudahkah kita bertamu selayaknya seorang muslim bertamu?

  1. 3
    PakOsu bilang:
    23/05/2010 06:35

    Saya mampir bro. Salam

  2. 2
    niez-nya adit bilang:
    19/05/2010 21:49

    pas banget, bi…
    berharap orang rumah baca…
    berharap orang yang biasanya suka nylonong masuk juga baca…
    berharap orang2 asing yang masuk seenaknya pun baca…

    dan ingatkan niez ya, bi…ehehee… :D

    • 2.1
      adit-nya niez bilang:
      19/05/2010 23:11

      Ini termasuk salah satu ‘budaya’ yang rada susah dihilangkan, mi. Tapi pasti bisa dikikis sedikit demi sedikit. Yg penting siapin mental, misalnya mental untuk menolak tamu atau orang2 yang tidak diharapkan. Hehe…

      Bukan cuma di sana, di sini juga pasti punya budaya yang sama. Ada nyelonong boy, ada juga nyelonong girl. Tapi pasti pada umumnya di tempat lain juga begitu…

  3. 1
    rifa bilang:
    19/05/2010 15:00

    assalamu’alaikum…
    (menerapkan adab bertamu)
    :)
    tiba2 inget dan jadi pengen mampir krn dah lama ga mampir..
    apa kabar? :D

    • 1.1
      adit-nya niez bilang:
      19/05/2010 23:14

      Wa’alaikumussalam. Silakan masuk…

      Alhamdulillah, kami baik-baik saja. Masih dikasih makan Allah 3x sehari. Masih diberi nikmat Allah berupa kehamilan istri. Dan banyak nikmat-nikmat lain yang mungkin lupa disyukuri. Semuanya terjadi setelah menikah. Ayo, buruan nikah… :P

      *ngomporin*

    • 1.2
      rifa bilang:
      27/05/2010 21:18

      wah, ngomporin.. hm, gmn ya,,?? :-?

  1. Tidak ada trackback untuk tulisan ini.

Tinggalkan Komentar

 

 

 

 emoticon

:):(;):D;;)>:D<:-/:x:blushing::P:-*=((:-OX(:>B-):-S#:-S>:):((:)):|/:)=))O:-):-B=;I-)8-|L-):-&:-$[-(:O)8-}<:-P(:|=P~:-?#-o=D>:-SS@-):^o:-w:-<>:P<):):@)3:-O:(|)~:>@};-%%-**==(~~)~O)*-:)8-X=:)>-):-L$-):whistling:b-(:)>-[-X:dancing:>:/;))o->o=>o-+(%):-@^:)^:-j(*):)]:-c~X(:-h:-t8->:-??%-(:o3X_X:!!:rockon::-q:-bd^#(^:bz:ar![..]