Masihkah Kita Jujur ??

Tulis Komentar

Masihkah kita jujur ??
Kalau tanpa kejujuran,
kita justru akan meraup lebih banyak harta (yang malah akan menjerumuskan kita ?!)

Masihkah kita jujur ??
Kalau tanpa kejujuran,
kita justru bisa mendapatkan nilai yang lebih tinggi (di mata manusia ?!)

Masihkah kita jujur ??
Kalau tanpa kejujuran,
kita justru akan meraih jabatan yang lebih tinggi (atau lebih basah ?!)

Masihkah kita jujur ??
Kalau tanpa kejujuran,
kita justru akan bisa bersenang-senang menghirup segarnya dunia (ataukah hanya kefanaannya ?!)

Masihkah kita jujur ??
Kalau tanpa kejujuran,
kita justru bisa menutupi aib kita sendiri (atau justru menampakkannya ?!)

Masihkah kita jujur ??
Kalau tanpa kejujuran,
kita justru bisa memperoleh lebih banyak teman (yang tidak jujur juga ?!)


Masihkah kita jujur, kalau ternyata tanpa kejujuran pun kita justru bisa mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik dibanding yang berbuat dengan kejujuran ??

Padahal sesuatu yang lebih baik menurut ukuran manusia itu hanyalah tipu daya dunia yang melenakan. Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa pemikul kejujuran seperti mengangkat gunung yang tinggi. Tak akan ada yang mampu kecuali orang yang kuat niatnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. Selama seorang benar dan selalu memilih kebenaran dia tercatat di sisi Allah seorang yang benar (jujur). Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong).” (HR. Bukhari)

Masih berani kah kita tidak jujur ??
Karena tiada orang yang berbohong kecuali orang yang hendak menghinakan dirinya.

  1. 20
    nA bilang:
    20/01/2009 15:54

    Sy mau jujur kacang ijo aja deh… *resepnya juga gpp*

  2. 19
    okta sihotang bilang:
    20/01/2009 14:52

    terlalu jujur juga salah, bukan ??

  3. 18
    Juminten bilang:
    20/01/2009 14:18

    hasrat utk jujur itu pd dasarnya selalu ada.
    tp tantangan di luar sana yg biasanya selalu lebih besar. πŸ˜€

  4. 17
    kucluk bilang:
    20/01/2009 09:50

    kejujuran tak ternilai harganya,…

    lebih baik kita jujur, meskipun itu menyakitkan
    daripada tidak jujur tapi akhirnya pun tambah menyakitkan

  5. 16
    vini bilang:
    20/01/2009 09:38

    Katakanlah kejujuran walaupun itu pahit ya.

  6. 15
    phiy bilang:
    19/01/2009 20:53

    Aku pilih jujur,
    tapi kadang kalo soal absen kuliah, pas kepepet terpaksa curang πŸ˜€

    Fiuh, abis blogwalking, nyasar dimari, salam kenal ya, buat dua2nya πŸ™‚

  7. 14
    mrs.children bilang:
    19/01/2009 15:02

    niez, klo malu untuk jujur bahwa suka sama seseorang..
    untuk yang ini.. pilih jujur ato bohong boleeh donk ya~ he he hee πŸ˜€
    (wagh..jadi menjurus ke curhat colongan neeh..)

  8. 13
    thevemo bilang:
    19/01/2009 09:57

    Kejujuran sebuah nilai yang mahal

  9. 12
    ai bilang:
    19/01/2009 08:38

    jujur….satu kata sederhana tapi tidak semua orang bisa melakukannya

  10. 11
    herrybj bilang:
    18/01/2009 20:16

    mudah2an kita semua dapat jujur kepada siapa saja termasuk kepada diri sendiri,,

    sok bijak hahahha πŸ™‚

  11. 10
    ihduy bilang:
    18/01/2009 13:00

    πŸ™‚ kejujuran adalah harta termahal di dunia ini… hanya orang yang terpilihlah yang mampu jujur pada diri sendiri dan orang lain.. karena jujur itu tidaklah mudah… bersyukurlah untuk orang-orang yang mampu memahami makna kejujuran itu sendiri… :dance:

    be honest be honest be honest

  12. 9
    valupyne bilang:
    17/01/2009 17:38

    kek diatas..
    banyak contoh ketidak jujuran yang membawa yah.. katakanlah hasil yang lebih baik di dunia..
    kan makin susah tuh kita berbuat jujur..

    apalagi, kata temen-temen gw yang ukh..
    kalo ga nyontek, ga bakal bisa dapet nilai yang bagus. ga bisa lulus un. mau ga mau, niatan gw pengen jujur kan, agak berkurang.

    saia yang kemampuanya cuman sebatas kek manusia yang lainya, pasti punya kecemesan akan gagal. dan, didukung juga oleh perkataan orang lain, kalo ga jujur tuh, hasilnya bakal lebih baik. :((

  13. 8
    hanna bilang:
    17/01/2009 15:51

    kalo baca postingan ini, jd inget pas aku pernah ngibulin mantanku dulu… haha… habis itu menyesaaaaaaaallllllllll

  14. 7
    GiE bilang:
    17/01/2009 13:05

    Numpang hetrix ya, dit!

    :))

    *kaboooorrrrr*

  15. 6
    GiE bilang:
    17/01/2009 13:03

    Lho? Kok avatarku jadi beda yaaa???
    Waaa… gravatar aja udah ketauan nih bohongnyah!
    Kekekekek… πŸ˜€

  16. 5
    GiE bilang:
    17/01/2009 13:00

    Welcome To The Age of Lies, World!

    Selamat datang di Abad Kebohongan. Dunia sekarang sudah memasuki abad dusta, dit! Kita tengah hidup pada suatu masa ketika nilai-nilai universal diteriakin dengan lantang, sembari dikhianati pada saat yang bersamaan. Bahkan pengkhiatan tersebut direncanakan secara sadar jauh hari sebelumnya.

    Kita hidup dan tumbuh di suatu taman peradaban yang dipagari dan dikemas cantik nan indah, tapi bagian dalamnya penuh dengan kebusukan dan limbah beracun. Herannya, kebusukan itu sendiri justru dijadiin komoditas yang harus dipelihara – demi memberi keuntungan pada segelintir elit dunia. Kaum papa dan orang-orang lemah, seperti biasa, menjadi tumbal pertama kebohongan dan kebiadaban dunia.

    Tengok, negara adidaya yang ngaku sebagai pengamal demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM) nomor satu di dunia justru melanggar khittah suci yang mereka teriak-teriakin dengan lantang. Buktinya? Berjamaah dengan negara berlambang bintang david yang jadi kudanya sang koboi, mereka secara membabi buta membombardir negeri yang dirampas oleh zionis Yahudi – tanah Palestina! Atas nama demokrasi, katanya?

    Heh? :-/ Negara pengamal demokrasi dan HAM no. 1 di dunia, justru menjadi pelanggar utama sistim pemerintahan yang mereka ciptain sendiri. Jelas banget itu namanya, “Maling teriak maling”. Penipu terbesar sepanjang sejarah dunia!

    Huh… πŸ™

    *kok jadi ngungkit2 masalah sospol ni ya*

    Well, patut kita tanyakan pada diri kita sendiri, “Masihkah kita jujur?”

    Renungan yang bagus, dit! Keep posting! πŸ˜‰

  17. 4
    Ly bilang:
    17/01/2009 11:22

    :-bd mending maahh… jujur pada diri sendiri itu akan menjadikan hati nyaman n’ tentram

  18. 3
    Takodok! bilang:
    17/01/2009 06:06

    Jujur pada diri sendiri dulu, sulit jg tapi…

  19. 2
    det bilang:
    16/01/2009 18:37

    jujur itu mudah diucapkan, mudah ditulis tapi kadang sulit dilaksanakan. sekali kita tidak jujur maka akan ada tidak jujur berikutnya untuk menutupi ketidakjujuran sebelumnya

  20. 1
    Nike bilang:
    16/01/2009 17:38

    Berusahalah untuk selalu jujur, apalagi pada pasangan anda πŸ˜›

Halaman
  1. Tidak ada trackback untuk tulisan ini.

Tinggalkan Komentar