Harta Manusia, Manusia Harta

Tulis Komentar

”Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”
(QS. Al-Israa’; 27)

Saya kembali teringat salah satu kejadian di pertengahan tahun 2009, di mana sepakbola eropa baru saja menutup bukunya. Pembelian pemain-pemain bintang mewarnai bursa transfer tersebut, seperti biasanya.

Dalam bursa tersebut, terjadi rekor transfer terbaru yang dibukukan atas nama seorang pemain berkebangsaan Portugal dengan jumlah yang konon kabarnya mencapai 1,3 triliun rupiah. Jujur, sampai sekarang saya masih mencoba untuk mencari prasangka-prasangka positif terhadap apa yang dilakukan seseorang (atau klub) yang memiliki dana melimpah tersebut, namun sayangnya saya masih belum menemukannya.

Tidak ketinggalan juga kabar yang datang dari negeri padang pasir sekitar setahun sebelumnya. Sulaiman Al-Fahim melakukan pembelian sebuah klub sepakbola dari Inggris, Manchester City. Kabarnya, dana yang harus ia keluarkan untuk itu mencapai 2,8 triliun rupiah. Sesaat setelah itu, sang juragan properti tersebut turut meramaikan “belanja” musiman seperti yang biasa dilakukan tim-tim kesayangan kita di Eropa nun jauh di sana. Total biayanya? Tentu bisa dipakai untuk membiayai fakir miskin di negeri kita ini.

Saya masih ingat betul ketika tim nasional Saudi Arabia untuk pertama kalinya lolos ke Piala Dunia 1998. Ketika itu seluruh pemain dihadiahkan sebuah mobil mewah atas “prestasi” nya tersebut apapun hasil nya nanti, entah itu baik atau buruk. Itu pun belum termasuk bonus fulus yang mengalir bagi setiap gol yang tercipta dari kaki para pemainnya.

Sejak saat itu, masyarakat di negeri gurun dan sekitarnya tersebut mulai terasuki demam sepakbola. Bila sebelumnya siaran televisi olah raga yang mendominasi masyarakat di sana hanyalah berkutat pada kegiatan olah raga keluarga kerajaan, maka kini layar kaca mereka telah dihiasi dengan siaran sepakbola Eropa dan bagian dunia lainnya. Siaran kegiatan olah raga kerajaan pun dengan legowo harus tersingkir. Dan masyarakat di sana kini punya kesenangan baru, sepakbola.

Hingga pada akhirnya, mulai bermunculan para pangeran dan syeikh dari negeri tersebut yang loyal membelanjakan rezeki nya untuk membeli kesenangan mereka. Terakhir, kabarnya Faisal bin Fahd bin Abdullah dan Ali Al-Faraj pun mengikuti jejak saudara seimannya yang telah lebih dahulu terjun ke dalam sebuah “lubang kapitalisme” yang berlindung di bawah dunia sepakbola.

Ah, sepertinya mudah sekali harta digelontorkan hanya untuk membeli sebuah kesenangan sesaat. Padahal, di saat yang sama saudara-saudara tetangganya di Palestina sangat membutuhkan kesejahteraan dan pelita dunia yang kini perlahan mulai meredup, hilang di tengah hingar bingar perputaran uang dan pernik dunia.

Sekarang, demam Piala Dunia mulai kembali berhembus. Musim liga-liga sepakbola dunia pun akan memasuki fase terakhirnya. Apakah negeri kita tercinta ini yang mana masyarakatnya masih banyak didera kemiskinan dan kelaparan akan mulai merintis jejak serupa? Dan apakah setelah itu gelontoran dana akan kembali membuat dunia tercengang?

Kalau saya lebih baik mulai menabung dari sekarang untuk biaya persalinan istri nanti…

* Nabung dulu…

  1. 5
    Andre bilang:
    01/05/2010 18:10

    wah..selamat bentar lagi jadi bapak :D

  2. 4
    warm bilang:
    01/05/2010 07:19

    wohhh tau-tau udah hamil saja
    selamat ya mas..
    smoga ntar anaknya keren kayak ortunya :)

    ah ya ajarin saya bikin versi mobile blog gitu dong :D

    • 4.1
      adit-nya niez bilang:
      03/05/2010 11:34

      Hehe.. Selain keren, juga shaleh/shalehah, oom. Amiin…

      Untuk blog mobile saya tinggal install plugin tok, oom.
      Bisa pilih-pilih website plugin wordpress.
      Utk plugin2 mobile ada di sini.

  3. 3
    dEEt bilang:
    29/04/2010 16:24

    hwuuaa, adiiittt! *histeris*
    ternyata udah aktif lagi toh blog-a ini.. (lama gak blogwalking)
    dan wah.. istrimu, si niez lagi isi yak?! :)
    selamat yah, mudah²an persalinan nanti lancar.. amiinn..

    soal postingan ini..
    yg nama-a kekurangan/kelebihan harta ternyata sama² ‘bermasalah’ yah.. semestinya manusia yg (alhamdulillah) berlebih hartanya gitu bisa lebih bijaksana dalam membelanjakan hartanya tsb..
    yg dt tau, (makin besar) rezeki dari Allah berbanding lurus dgn (makin besar) tanggung jawabnya.. 8-| *cmiiw*

    nice post btw..
    *mulai bercermin, krn kdg dt msh suka boros* :|

  4. 2
    budiono bilang:
    27/04/2010 22:36

    wah wah wah… selamat menabung ya dit semoga istri dan bayi yang dikandung sehat kuat selamat..

  5. 1
    Payjo bilang:
    27/04/2010 08:27

    Weeeeh, Niez udah ngisii! Alhamdulillah. Udah usia ke berapa kandungannya Dit?

    Bukan di sepakbola saja seikh-seikh itu menghambur-hamburkan duit. Rumah, koleksi mobil dan yacht. Dulu sempet baca, katanya mereka merasa ndak salah menghamburkan uang mereka karena milik sendiri dan sudah menyisihkan 2,5 dari harta mereka untuk infaq. Dan uangnya masih tersisa banyak.

    Kenapa mereka ndak bantu saudara mereka saja yang tertindas? Mungkin mereka pola pikir mereka tidak seekstrim Osama kali Dit. /:)

    • 1.1
      adit-nya niez bilang:
      27/04/2010 09:40

      Doain aja ya Jo..

      Sebenernya sih banyak yang lainnya, tapi karena ini lagi mau piala dunia, kayaknya feel nya lebih dapet klo tulisannya mengenai itu… :P

  1. Tidak ada trackback untuk tulisan ini.

Tinggalkan Komentar

 

 

 

 emoticon

:):(;):D;;)>:D<:-/:x:blushing::P:-*=((:-OX(:>B-):-S#:-S>:):((:)):|/:)=))O:-):-B=;I-)8-|L-):-&:-$[-(:O)8-}<:-P(:|=P~:-?#-o=D>:-SS@-):^o:-w:-<>:P<):):@)3:-O:(|)~:>@};-%%-**==(~~)~O)*-:)8-X=:)>-):-L$-):whistling:b-(:)>-[-X:dancing:>:/;))o->o=>o-+(%):-@^:)^:-j(*):)]:-c~X(:-h:-t8->:-??%-(:o3X_X:!!:rockon::-q:-bd^#(^:bz:ar![..]