Nrimo lan Ora Ngoyo…

Tulis Komentar

Alkisah, di negeri antah berantah, seorang menantu dan mertuanya sedang menilik sebuah rumah yang tampaknya baru selesai direnovasi. Rumah mungil dengan taman kecil di dalamnya itu terlihat cukup nyaman untuk sepasang suami istri yang baru setahun lebih menikah. Eh, ini bukan cerita soal kami. Bener…

Ah, rupanya rumah ini adalah pemberian dari sang mertua untuk anak lelakinya dan menantunya yang dibeli dan kemudian direnovasi sana-sini agar terlihat lebih indah dan nyaman. Kalau dihitung-hitung sepertinya renovasi tersebut telah memakan cukup banyak biaya.

Dan sore itulah saatnya sang menantu dan mertuanya datang menengok rumah tersebut…

Mertua: Gimana ?? Enak rumahnya ??

Menantu: Yaaa… enak sih, bu.

Mertua: Tinggal furniturenya insya Allah jadi minggu depan.

Menantu: Iyah, bu. Cuma… Kok buffet lamanya ga jadi dicat sih, bu ?? Katanya mau dicat ?? Kan kalau dicat jadi ga keliyatan kusem kayak gitu…

Mertua: (sambil sedikit menahan rasa jengkel) Lha kan emang ga dicat. Kalau dicat tu jatuhnya bisa mahal sekali, apalagi mesti pake cat duco. Lagipula ini udah enak kok rumahnya, walaupun pake buffet yang lama.

Menantu: Hoo… Oiya, bu. Ngomong-ngomong model gordennya yang ini aja deh, bu. Jangan yang kemarin.

Mertua: Lha, emang kenapa sama yang kemarin ??

Menantu: Bagusan yang ini, bu….

Mertua: …%$^%#@$^% !!!

***

Di belahan bumi yang lain, tampak seorang lelaki renta seorang mengayuh sepeda dengan peluh membasahi pakaiannya. Tak kenal lelah, lelaki itu terus menerjang panasnya terik matahari serta asap kendaraan yang hitam mengepul.

Lelaki tersebut adalah seorang mantan atlet lari kelas manula yang nyaris membawa nama Indonesia ke kancah dunia lewat bidang atletik kelas manula. Banyak medali telah diraihnya, mulai dari tingkat daerah hingga tingkat nasional. Namun sayang, sebuah kecelakaan telah mematahkan kakinya hingga ia gagal mewakili Indonesia di perhelatan internasional.

Saat kondisi kakinya sudah membaik, ia ingin terus berlari. Namun keadaan sudah berubah. Peraturan daerah mengharuskannya merogoh saku sendiri untuk menutupi biaya akomodasi jika ingin terus mengikuti pertandingan di luar kota. Tak ada kata subsidi untuk atlet sepertinya. Hingga jadilah ia saat ini menjadi tukang becak.

Becak bukanlah hal yang asing untuknya, karena memang sebelum lelaki renta ini menggeluti bidang atletik manula, ia adalah seorang tukang becak. Jadi wajar saja kalau dia memiliki stamina yang cukup okeyh untuk orang seusianya.

Kehidupannya ia lalui dengan penuh kesederhanaan. Tak pernah ia mengeluhkan keadaan, hanya berusaha saja yang terus ia lakukan. Pantang menyerah! Berbagai pekerjaan serabutan ia lakoni di waktu senggangnya. Namun tetap saja, itu semua tak mampu menutupi kebutuhan kehidupan yang harganya terus melambung.

Yang paling saya ingat dari lelaki renta ini adalah moto hidupnya: Nrimo lan ora ngoyo…

***

Dua babak kehidupan yang berbeda telah tergambar sangat jelas di depan mata kita. Yang harus kita lakukan adalah IQRO’, membaca dan menelaah setiap kejadian di muka bumi ini.

Jadi, sudah tau kan apa yang bisa kita baca dari dua kisah tadi ?? :)

  1. 7
    sez bilang:
    26/04/2010 16:01

    Alhamduliiiiii…. laaaaaahhhhh… :)

  2. 6
    AngelNdutz bilang:
    12/04/2010 13:06

    hmm…semoga saya nanti tidak menjadi menantu yang nglamak kek gitu :P

  3. 5
    fleur bilang:
    07/04/2010 18:48

    dua kisah yang berbeda ya…
    tapi,,, selagi masih bisa mendapatkan yang terbaik dg cara yang baik kenapa gak? *tetep ngeyel* :D

  4. 4
    gusrohman bilang:
    04/04/2010 02:06

    jan menakmen lhoo nrimi gek ra ngoyo…

  5. 3
    hanif IM bilang:
    04/04/2010 01:41

    intinya banyak2 bersyukur yah?

  6. 2
    budiono bilang:
    03/04/2010 20:19

    wodoh… menantu ndak sip itu siapa sih! bukan niez kan? kwkwk..

  7. 1
    Payjo bilang:
    03/04/2010 12:42

    Errr…Dit, itu pertanyaan terakhir harus dijawab apa ndak ya? :oops:

  1. Tidak ada trackback untuk tulisan ini.

Tinggalkan Komentar

 

 

 

 emoticon

:):(;):D;;)>:D<:-/:x:blushing::P:-*=((:-OX(:>B-):-S#:-S>:):((:)):|/:)=))O:-):-B=;I-)8-|L-):-&:-$[-(:O)8-}<:-P(:|=P~:-?#-o=D>:-SS@-):^o:-w:-<>:P<):):@)3:-O:(|)~:>@};-%%-**==(~~)~O)*-:)8-X=:)>-):-L$-):whistling:b-(:)>-[-X:dancing:>:/;))o->o=>o-+(%):-@^:)^:-j(*):)]:-c~X(:-h:-t8->:-??%-(:o3X_X:!!:rockon::-q:-bd^#(^:bz:ar![..]