Menanti Buah Hati…

Tulis Komentar

Kenanglah hari itu, saat kita berdiri dengan pakaian megah dan riasan sederhana yang anggun dan syar’i. Di belakang kita, mahligai berukir menaungi kursi berwarna menyala. Tatapan mata hadirin disejukkan wewarna bunga, yang dirangkai dalam tatanan menawan. Mereka tersenyum, dan memperhatikan khidmat di sebuah tempat indah yang dibatasi tabir sebagai pemisah antara kaum Adam dan Hawa. Kemudian satu per satu mendatangi kita, mengadu pipi, dan membisikkan doa. Ah, kira-kira seperti apa doa mereka?

“Baarakallahu laka, wa baarakallaahu ‘alaika, wa jama’a bainakuma fii khair…”

Selebihnya? Jangan takut! Aku adalah pakaian bagimu, engkau adalah pakaian bagiku.

Puji syukur kupanjatkan kepada Allah, atas segala nikmat dan karunia-Nya yang berlimpah. Salam sayang untuk kekasih hati, Rasulullah Muhammad SAW.

Menjadi ibu, pasti adalah mimpi bagi setiap wanita (tak terkecuali istri saya). Ialah mimpi yang dilatih dengan kerinduan dan asahan rasa. Seruak cita itu adalah fitrah paling indah yang dikaruniakan Allah. Seorang ibu, menjadi mulia cukup dengan telapak kaki perjuangan. Karena tak seorang pria pun, memiliki kedudukan istimewa ini: surga di telapak kaki. Tak satu pria pun. Demi Allah, tak satu pria pun…

Alhamdulillah, 8 bulan setelah pernikahan, Engkau memberi kami nikmat  dan mungkin bisa juga berupa ujian. Menginjak usia 7 bulan kehamilan istri saya, banyak sekali yang terjadi. Sangat banyak…

Ah, tentu saja yang paling terasa adalah perubahan pada perut istri yang semakin membesar. Lagi-lagi, saya pun harus bersyukur, Engkau mempertemukan kami dan juga hamba-Mu yang masih dalam kandungan ini bertemu dengan bulan Ramadhan.

Senang rasanya mendengungkan Quran di bulan ini, terlebih bila ‘didengarkan’ oleh si buah hati. Target khatam pun ingin segera diraih saking semangatnya. Ah, ya Allah, jujur… Entah kenapa saya lebih suka memperdengarkan anak saya ini sebuah senandung ayat-Mu, dibandingkan dengan lantunan musik-musik yang kata banyak orang disebut musik klasik.

Banyak peneliti yang mengatakan bahwa memperdengarkan musik klasik bisa membantu tumbuh kembang kecerdasan anak. Itu katanya… Tapi, banyak juga kok peneliti lain yang menyimpulkan sebaliknya. Tapi, terlepas dari apapun itu, saya percaya dan insya Allah akan selalu percaya dengan keajaiban ayat-Mu, walau keajaiban ayat-Mu kini mungkin tergerus oleh popularitas anggapan manfaat musik klasik yang didengungkan peneliti barat nun jauh di sana. Jujur, saya termasuk orang yang tidak percaya dengan anggapan itu. Saya sendiri merasa terganggu jika mendengar musik-musik dilantunkan di dekat saya. Ehm, kecuali nasyid lho ya…

Eh, tadi pagi, aktivitas mengkhatamkan Quran saya kebetulan sampai pada QS. Maryam. Ehm, jadi ingat kata banyak orang. Katanya, kalau ibu hamil itu kudu dibacain surat itu, plus QS. Yusuf. Kudu, musti, harus! Katanya…

Hmm… Saya mungkin mengerti soal itu. Apalagi beberapa menyuruh kami untuk melakukannya. Kalau gak salah, di QS. Maryam itu ada kisah tentang Maryam yang melahirkan putranya, Nabi Isa. Mungkin banyak yang berpikiran dengan dibacanya surat itu, para ibu akan lebih mudah melahirkan anaknya. Okelah kalo begitu…

Di QS. Yusuf, diceritakan kisah tentang Nabi Yusuf yang karena ketampanannya membuat jari para ibu ketika melihatnya teriris pisau dapur saking terpananya. Ah, saya mengerti. Siapa sih orang tua yang gak mau anaknya tampan? Saya sendiri mau…

Tapi, kalau memang pemikirannya seperti itu, saya rasa kurang cukup. Selain tampan dan mudah untuk dilahirkan, saya juga ingin anak saya memiliki parameter lain. Saya ingin anak saya menjadi pemimpin yang bijak dan tidak menyekutukan Allah, kalau begitu saya harus membaca QS. Luqman.

Ah, masih kurang! Saya juga ingin anak saya setegar Nabi Ibrahim. Kalau begitu saya juga harus menambahkan bacaan QS. Ibrahim.

Aduh, sepertinya keluarga yang selalu mengajarkan tauhid kepada anak-anak nya kelak itu juga perlu dan penting untuk dimiliki. Hmm… Tambah QS. Al-Imran deh…

Ah iya, hampir lupa! Saya juga ingin anak saya memiliki akhlak seperti Rasul akhir zaman. Yah, minimalnya mau menjadikan beliau sebagai tauladan yang baik. Saya kudu baca QS. Muhammad!

Eits, bentar-bentar, kalau baca QS. Yusuf, nanti anak saya jadi tampan. Lha, kalo calon anak saya yang di dalam kandungan perempuan gimana? Hah, musti tambah QS. An-Nisa dong kalo gitu?

Tentu saja penggalan paragraf di atas itu cuma imaji belaka. Tapi, percayalah, dengan pola pikir seperti itu, pasti akan kita dapatkan bahwa membacakan ke-114 surat dalam Al-Quran itu perlu, sangat perlu! Ternyata, oh ternyata, akan jauh lebih baik kalau kita tidak hanya menghabiskan waktu dan berfokus pada hanya 1 atau 2 surat saja. Lebih bagus lagi kalau khatam! Dan saya lagi-lagi harus bersyukur berada di bulan Ramadhan ini yang pahala membaca satu huruf Quran nya dilipatgandakan. Alhamdulillah…

Yang seperti itu disebut oleh Ust. Subki Al-Bughury sebagai PAUD. Apa itu? Pendidikan Al-Quran Usia Dini, bahkan ketika masih di dalam kandungan. Sang buah hati sudah diperkenalkan semua (ya, semua!) ayat-Nya. Insya Allah, ketika dewasa nanti ia akan lebih mudah untuk belajar membaca Quran. Ingat, saya adalah orang yang percaya akan keajaiban Quran.

“Akhlak beliau (Rasulullah) adalah Al-Quran.”
(HR. Muslim dan Abu Daud)

Akhlak Rasulullah adalah Al-Quran. Tidak hanya sebatas pada surat Yusuf ataupun Maryam saja.

Selain alasan di atas, saya sendiri juga memiliki alasan pribadi dan prinsipil. Banyak praktek-praktek di sekitar kita yang seolah bernuansa ibadah dan terasa relijius, namun ternyata bukan bagian dari ajaran agama kita. Perkara baru yang diada-adakan dalam agama, dan diyakini menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah yang mana Rasulullah tak pernah mencontohkannya inilah yang disebut dengan bid’ah.

Salah satu jenis bid’ah adalah bid’ah Iltizam, yakni berkomitmen pada ibadah-ibadah muthlaqah (ibadah bebas yang tidak ditetapkan batas, cara, tempat, bilangan, maupun waktunya) yang sebenarnya tidak ditentukan ‘batas teknis’ nya, akan tetapi kemudian dibuat dan diupayakan memberi ketentuan tentang batas, waktu, tempat, bilangan, dan ucapan yang tidak didasari syari’at lalu berkomitmen atau berniat untuk mengamalkannya menurut ketentuan yang dibuat-buat tersebut.

Saya hanya khawatir kami terjerumus dalam bid’ah. Membacakan surat Yusuf dan Maryam pada anak dalam kandungan insya Allah boleh dan sah-sah saja. Tapi, kalau kemudian dibuat sebuah ketentuan harus selalu membaca 2 surat itu, inilah yang kami hindari. Terlebih lagi, membacakan selalu dan hanya surat Yusuf dan Maryam dengan mengharapkan ‘keutamaan’ yang diyakini banyak orang itu kepada calon buah hati tidak ada dalil syar’i nya, baik dalam Quran maupun sunnah.

“Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat,”
(HR. Muslim)

Di samping khawatir jatuh kepada bid’ah, buat saya pribadi hal itu juga membuang-buang waktu dengan hanya membaca 2 surat tersebut. Lebih baik saya buang waktu saya untuk membaca semua surat dalam Quran. Lagipula, saya juga tidak yakin si Robert Pattinson yang kata banyak wanita memiliki wajah tampan itu ketika dalam kandungan ibunya dibacakan surat Yusuf. Gubrak!

Uhuk… Sampai di sini saja. Soal ini silakan datangi ustadz-ustadz kesayangan terdekat di kota Anda. Insya Allah soal yang seperti ini akan dapat dijelaskan dengan cara yang lebih baik, santun, dan jelas oleh mereka. Insya Allah…

Saya jadi ingat kata-kata Ibnu Mas’ud, “Beringan-ringan dengan sunnah adalah jauh lebih baik daripada berpayah-payah dengan bid’ah,”

Ah, tak sabar rasanya untuk merasakan momentum ketika pertama kali sang buah hati menyapa. Tak sabar rasanya ketika saat itu aku mentahnikmu. Kulumatkan sebutir kurma di mulutku, lalu kusuapkan di bibir mungil sang buah hati, dan engkau kuberi nama serta kudoakan. Ya, inilah tahnik.

Rahasia mengapa seorang bayi yang baru lahir dianjurkan untuk ditahnik adalah: Wallahu a’lam bi al-shawab. Karena Rasulullah sendiri pun tidak menjelaskan manfaatnya. Namun, kalau kita ingin mencari hikmahnya, maka bisa didapatkan bahwa memang benar makanan terbaik bagi bayi adalah zat yang terdapat dalam air susu ibu yang pertama, namun tahnik membuat bayi untuk dapat melatih reflek bibirnya agar siap melakukan aktivitas ‘menyusu’ pada ibunya. Wallahu a’lam bi al-shawab.

Ya Allah, jagalah kami dan anak kami selama dalam kandungan dan berilah kami kesehatan dan kesembuhan, tak ada obat kecuali obat-Mu yang tidak akan membawa penyakit.

Ya Allah, bentuklah anak kami dengan bentuk yang indah dan tetapkanlah iman kepada-Mu dan utusan-Mu di dalam hatinya.

Ya Allah, keluarkan anak kami dari dalam kandungan dengan mudah dan selamat. Berilah kami kekuatan, kesabaran, dan mudahkan kami dalam segala urusan.

Ya Allah, jadikanlah anak kami sebagai seorang yang sehat jasmani-rohani, cerdas, alim, dan berpegang teguh pada syariat-Mu.

Amiin…

Mudah-mudahan majelis ini akan berlanjut pada pembahasan yang lebih mendalam, kelak, ketika Allah berkenan memberikan pemahaman dan kekuatan bagi saya dan kita semua untuk menuliskannya hingga bisa kembali berbagi dengan Anda. Izinkan saya meminta kepada Anda agar tidak melupakan diri saya yang dha’if ini dalam doa yang paling rahasia, hingga kita bisa kembali berdiskusi dan berbagi dengan ilmu yang lebih luas, pemahaman yang lebih mendalam, dan pengalaman-pengalaman berharga. Iya, kelak kita akan bicarakan perayaan cinta ini dengan peserta yang lebih banyak lagi: bersama anak-anak kita. Tetapi belum sekarang. Mudah-mudahan tak lama lagi. Insya Allah…

Semoga tiap katanya tak hanya mengandung ilmu, tapi juga melahirkan dzikir. Semoga tiap kalimatnya tak hanya menambah wawasan, tetapi juga ketaqwaan. Dan semoga dalam segala amal, Allah semakin menambahkan barakah pada keturunan kita, yang kita usahakan melalui ketauladanan Rasulullah Muhammad SAW.

  1. 7
    Hilya bilang:
    06/08/2012 22:33

    thanks wat infonya minta doa juga biar kehamilan saya diberikan kelancaran dan mnjdi ank yg sholeh ktka lahir

  2. 6
    Nia Januarti bilang:
    20/08/2011 12:25

    Bagi2 dunk surah Maryam and YusufNya karena saya juga sedang hamil nih dan saya juga mau baca,Thanxs…..

  3. 5
    lina bilang:
    14/11/2010 16:29

    subhanallah… Khatam Quran sampai tiba waktu melahirkan tanpa pilah pilih ayat adalah musik terbaik.
    Terimakasih

  4. 4
    adhi triyana bilang:
    28/09/2010 14:25

    Wah mas, kayaknya ajaran orang tua itu sama semua ya untuk membaca ke 2 surah tersebut. tapi selamat ya mas. istri saya juga sedang hamil. semoga segalanya berjlan lancar

  5. 3
    rifa bilang:
    30/08/2010 17:43

    subhanallah..alhamdulillah.. wah, kira2 dua bulan lagi dong ya?
    mudah2an diberi kelancaran, dan si kecil kelak nantinya jadi manusia yg bermanfaat. amiin..:)

  6. 2
    Payjo bilang:
    28/08/2010 19:12

    Alhamdulillah, turut berbahagia buat Adiet dan Niez. Semoga anaknya menjadi kebanggan orang tua dan Allah SWT.

    Eh, kemarin saya baru ngasih sekaset musk klasik buat istrinya temen. Mustinya murrotal aja ya Dit :P

    • 2.1
      adit-nya niez bilang:
      03/09/2010 14:52

      Amiin…

      Hehe… Pilihan ada di tangan masing2 individu, Jo. Kalau saya pribadi hanya mengusahakan apa yg harus saya usahakan…

  7. 1
    Ojat bilang:
    27/08/2010 21:29

    alhamdulillah… mudah2an semuanya nanti berjalan lancar ya dit & niez :) amin

  1. Tidak ada trackback untuk tulisan ini.

Tinggalkan Komentar

 

 

 

 emoticon

:):(;):D;;)>:D<:-/:x:blushing::P:-*=((:-OX(:>B-):-S#:-S>:):((:)):|/:)=))O:-):-B=;I-)8-|L-):-&:-$[-(:O)8-}<:-P(:|=P~:-?#-o=D>:-SS@-):^o:-w:-<>:P<):):@)3:-O:(|)~:>@};-%%-**==(~~)~O)*-:)8-X=:)>-):-L$-):whistling:b-(:)>-[-X:dancing:>:/;))o->o=>o-+(%):-@^:)^:-j(*):)]:-c~X(:-h:-t8->:-??%-(:o3X_X:!!:rockon::-q:-bd^#(^:bz:ar![..]