Jangan Tertipu!

Tulis Komentar

Waspada akan manusia separuh iblis
Berjenis wanita bernama feminis
Tolak syari’at bicara sok kritis
Sering dengan nada sinis
Sebut ukhti tekstualis
Padahal mereka cuma mengais
Dari sampah pikiran kafir najis

Mereka lancang bicara:
Jilbab itu budaya…”
“Jadi cintailah produk kita…!”
Tapi ukhti harus waspada
Karena itu tipuan belaka
Mereka sendiri malu pake koteka

Dengan nyelekit
Mereka bilang, Poligami amit-amit…”
“Hanya bikin sakit hati…”
Hasilnya? Suami pergi tanpa pamit
Selingkuhpun terjadi tak sedikit
Hingga perzinaan dilakukan di gang sempit

Mereka sibuk melombakan kefasikan
Melalui kontes ratu-ratuan
Obral aurat dijual murahan
Iman dan akhlak bukan ukuran
Layaknya di pasar hewan
Yang dinilai hanya keelokan, kemolekan, dan kemontokan

“Kita harus menjadi wanita mandiri…”
“Setara itu harga mati…”
Diucapkan dengan tak tahu diri
Lupakan fitri ciptaan Rabbul Izzati
Tapi, renungkanlah dengan teliti
Dan lihatlah profesi koki
Mengapa banyak dilakukan lelaki
Tapi kami tak pernah tuntut emansipasi

Wahai wanita beriman…
Jangan hiraukan syubhat murahan
Berteduhlah di bawah naungan Al-Qur’an
Mengikutlah pada Rasul akhir zaman
Sepaham dengan Sahabat era keemasan
Hikmah kan muncul ke permukaan
Jannah menanti dengan yakut dan marjan

.

Aria Ibnu Solihun
Disadur dari Majalah Qiblati, edisi 04 tahun IV, hal. 33

  1. 40
    toim bilang:
    14/02/2009 11:59

    udah bakat jd sastrawan nih, bung adit?
    postingannya pake rima jg ๐Ÿ˜€

  2. 39
    hanna bilang:
    13/02/2009 15:16

    wueeehhh… kirain bikinan sendiri… nyadur toh… udah terkagum kagum mpe melongo nieh… bahasanya keren bgt…
    jilbab oh jilbab… gw pake jilbab krn apa yah??? hmm…

  3. 38
    Takodok! bilang:
    12/02/2009 18:44

    Adit hebat nyadurnya! ๐Ÿ˜€

    Mari mari, dan saya akan terus bertanya dan belajar soal yg satu ini (jilbab) dan siapa tau apa yg saya pikirkan esok ttg poligami hehe

  4. 37
    antie bilang:
    12/02/2009 16:50

    nice post…
    semoga kita semua kembali ke jalan yang benar…

  5. 36
    wen bilang:
    12/02/2009 16:38

    waspadalah..waspadalah..waspadalah.. ๐Ÿ™‚

  6. 35
    erander bilang:
    12/02/2009 15:04

    Wah .. bahasa postingannya keren ๐Ÿ™‚ .. seperti punjangga dibelantara alam maya. Jarangยฒ ada yang bisa.

    Abang setuju .. untuk kita selalu waspada dengan apapun informasi dari berbagai media. Jangan ditelan mentahยฒ. Perlu kearifan dan keimanan untuk menerimanya.

  7. 34
    mayssari bilang:
    12/02/2009 12:51

    Nice post, suka aja bacanya.. refleksi yang kau tuturkan dengan bahasa asyik dan menggelitik ๐Ÿ™‚

  8. 33
    bedh bilang:
    12/02/2009 12:36

    wanita memang lebih indah dilihat ketimbang cewek yah?
    mengembalikan kodrat wanita mungkin bukan berarti untuk diam dan tak menuntut emansipasi kali yah?

    ngomong opo toh diriku ini…
    huhuhuhu

  9. 32
    Menik bilang:
    12/02/2009 11:25

    karena pada dasarnya, wanita memang ditakdirkan berada di bawah laki2. bukan untuk diinjak2, tapi untuk dilindungi dan dihormati..
    masalah poligami, setiap orang memiliki pendapat masing2, tgl bagaimana kita dan pasangan menanggapinya ๐Ÿ™‚

  10. 31
    denologis bilang:
    11/02/2009 21:18

    wis, ben duso dewe wae ya…. :p

  11. 30
    valupyne bilang:
    11/02/2009 19:50

    kalo saia, emang rasanya belom siap berjilbab sepenuhnya..

    ga tau pendapat saia bener ato ga, tapi, emang saia belom siap memakai jilbab sepenuhnya..

    menurut saia, saia harus perbaiki sikap saian dulu sebelum menetapkan hati benar-benar memakai kain suci itu..

    percuma kalo saia berjilbab tetapi sikap saia belum pantas dibilang wanita yang pantas memakai jilbab itu..

    sebatas ini, saia hanya berusaha tak terlalu menampilakn aurat dan berpakaian dengan apa style saia (yah, sedikit tomboy lah =)) ) dan yang nyaman buat saia. ๐Ÿ˜€

    untuk poligami, saia rasa semua wanita juga ga mau kasih sayang seseorang yang dicintainya terbagi-bagi..
    jadi, poligami memang harus menurut persetujuan kedua belah pihak.. >__>

  12. 29
    goes bilang:
    11/02/2009 17:07

    Sayah seneng n Cintah dengan wanitah Berjilbab loh…. ๐Ÿ˜€

  13. 28
    Witha bilang:
    11/02/2009 13:19

    jilbab adalah pakaian terbaik….

  14. 27
    mbelGedez™ bilang:
    11/02/2009 12:46

    .
    Kirim artikel inih pada nabi Blog, Guh Praset…..
    :))

  15. 26
    adit-nya niez bilang:
    11/02/2009 11:07

    @niez-nya adit:
    Yah, namanya juga udah keblinger mi. Iyah, amiin… ๐Ÿ™‚

    @iwan:
    Waras sih, cuma gak paham aja mungkin…

    @fandi88:
    Halo juga…

    @Juminten:
    Mustinya kodrat itu sendiri yang didengung2kan…

    @Andre:
    Gak apa, ini memang khusus utk wanita kok…

    @achoey:
    Mereka mencoba membuat makar, tapi makar Allah jauh lebh dahsyat…

    @warm:
    Mulai dari diri sendiri…

    @budiOno:
    Yup, tapi gak semuanya seperti itu. Tapi klo kasusnya kyk jilbab2 gaul ya mungin saya setuju…

    @Nike:
    Sama2… ๐Ÿ™‚

    @ichaawe:
    Iya nih, disini mah udah kebangetan. Klo di Mesir sana gmana, mbak??

    @M.Halim:
    Iya, gak semuanya. Intinya sih, selain hijab fisik, juga hijab hati. Mungkin begitu maksudnya oom Budiono…

    @anna:
    Ini juga suara hati saya, mbak… ๐Ÿ™‚

  16. 25
    anna bilang:
    11/02/2009 08:33

    adit sudah menyuarakan isi hatiku ๐Ÿ™‚

  17. 24
    M.Halim bilang:
    11/02/2009 07:13

    @budiOno:

    kok aku ga setuju ama tulisan mas budiono itu…

    ga semua mas kaya yang mas omong….

    kalo mas cetek ilmunya,jangan sok2an buat statement kaya gitu..kasian wanita2 yg berjilbab karna ketulusan hatinya…

  18. 23
    ichaawe bilang:
    10/02/2009 23:57

    nice posting niy….
    secara di indo … makin oarah aja gaya dandan wanita2nya.. ckckkk… segala yg ketat dan minim dah biasa banget ๐Ÿ˜€

  19. 22
    Nike bilang:
    10/02/2009 12:42

    Thx 4 sharing Dit…

  20. 21
    budiOno bilang:
    10/02/2009 10:54

    hm… semua benar!

    jilbab banyak dijadikan kedok buat menutupi kebejatan lho sekarang. dan akhirnya orang [yang ndak tau] akan menyama2kan mana yang jilbab bener dan sekedar fashion

Halaman
  1. Tidak ada trackback untuk tulisan ini.

Tinggalkan Komentar