Galau

Tulis Komentar

Ada kalanya,
Ingin menjadi seorang jelata
Yang tidak terikat dengan aturan protokoler menyusahkan

Ada kalanya,
Ingin terbebas dari hegemoni abdi negara
Yang membuat hidup ini lebih bervariasi dan berwarna

Ada kalanya,
Ingin menjadi seorang sederhana
Yang bisa berteduh di sebuah gubuk tanpa tentangan dan gengsi

Ada kalanya,
Ingin seperti anak ‘dusun’
Yang bisa bertamasya dengan kereta ekonomi-bisnis tanpa dikasihani

Ada kalanya,
Ingin menjadi keluarga kecil bahagia
Yang bisa menjalankan hidup tanpa bergantung pada khadimah

Ada kalanya,
Berkhayal terlahir di tengah keluarga yang ‘biasa’
Yang tanpa perlu melekat padanya kekhawatiran yang memuakkan

Ada kalanya,
Berpikir menjadi burung yang bebas mengangkasa
Yang bisa menentukan arah terbangnya tanpa hambatan berarti

Ada kalanya,

Ada kalanya,

  1. 10
    ppchacha bilang:
    20/02/2011 13:30

    ada kalanya ingin seperti gayus tambunan……. yg bisa keliling kota….dan pergi kebali… dan ada kalanya…bisa menikmati hidup tanpa harus.. berpikir ….dan dipikirin….

  2. 28/01/2011 21:55

    Terkadang saya juga demikian :(

  3. 8
    soe bilang:
    27/01/2011 20:37

    tetap semangat dan jangan menyerah. bisa memanfaatkan waktu adalah sebuah kesempurnaan hidup

  4. 7
    joe bilang:
    27/01/2011 14:01

    akhirnya kembali menjadi diri sendiri…

  5. 6
    ummu umar bilang:
    26/01/2011 14:01

    Dan ada kalanya,
    kita harus bersyukur dengan siapa kita sekarang, dimana kita dilahirkan, apa yang kita miliki,
    dan menjadi sangat bersyukur ketika kita berda di tengah-tengah orang yang tanpa kita sadari ternyata sangat menyayangi kita… :)

    Seperti dulu pernah Abi bilang, mencoba untuk melihat ke ‘bawah’, ternyata buanyak sekali yang tidak seberuntung kita.

  6. 5
    sibair bilang:
    25/01/2011 16:41

    Belajar dari pengalaman untuk jadi lebih baik :D

  7. 4
    aRuL bilang:
    24/01/2011 19:02

    semoga sekedar perenungan utk langkah yg lebih baik :)

  8. 3
    budiono bilang:
    24/01/2011 14:32

    wah jadi skrg terikat protokoler? wah sama sekali gak nyaman itu!

  9. 2
    choirul bilang:
    24/01/2011 14:14

    sebagai orang yang terlahir dari keluarga biasa, di dusun aku malah pengen jadi orang yang terlahir dari orang kota yang hidupnya kelihatan enak…

    ternyata memang kita hanya harus panda mensyukuri ya….

  10. 1
    andinoeg bilang:
    24/01/2011 11:33

    tetap bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang

  1. Tidak ada trackback untuk tulisan ini.

Tinggalkan Komentar

 

 

 

 emoticon

:):(;):D;;)>:D<:-/:x:blushing::P:-*=((:-OX(:>B-):-S#:-S>:):((:)):|/:)=))O:-):-B=;I-)8-|L-):-&:-$[-(:O)8-}<:-P(:|=P~:-?#-o=D>:-SS@-):^o:-w:-<>:P<):):@)3:-O:(|)~:>@};-%%-**==(~~)~O)*-:)8-X=:)>-):-L$-):whistling:b-(:)>-[-X:dancing:>:/;))o->o=>o-+(%):-@^:)^:-j(*):)]:-c~X(:-h:-t8->:-??%-(:o3X_X:!!:rockon::-q:-bd^#(^:bz:ar![..]