Bisakah Memilih?

Tulis Komentar

Di lorong kampus, para mahasiswa dan mahasiswi berbaur menjadi satu, berdekatan, bahkan berlekatan. Saya tak tahu status mereka mahram atau bukan. Ah, jangan su’udzan.

Masih di lorong kampus, asap mengepul seakan membentuk liukan orang berdansa. Kalau dulu, jaman nenek saya masih muda belia (halah), mungkin para wanita sedikit malu atau tabu untuk melakukannya. Sekarang? Terang-terangan dikeluarkan sebatang dari kotaknya, disundutnya, dan puff. Tak peduli pria maupun wanita.

Hmm… Mungkin ini salah satu yang kata banyak orang sebagai tuntutan zaman itu ya. Kalau mau keren, kalau mau pede, ya ngerokok. Saya tidak hendak mengatakan kalau merokok itu cuma boleh dilakukan oleh kaum pria saja. Baca terus ya!

Kita bisa memilih baju yang akan kita pakai. Kita bisa memilih sepatu apa yang akan kita pakai. Kita bisa memilih makanan apa yang akan kita makan nanti. Kita bisa memilih minuman apa yang akan diminum nanti. Kita bisa memilih dengan moda transportasi apa kita akan pergi. Dan kita juga bisa memilih apakah akan menjadi seorang perokok atau bukan.

Tapi…

Apakah kita bisa bebas tanpa hambatan memilih udara yang akan kita hirup? Jawabnya tidak! Karena itu hak untuk mendapatkan udara bersih harus dilindungi. Kalau ada yang bisa seenaknya mengepulkan asap rokok di sekitar tempat kita berdiam, seharusnya ada juga yang bisa meminta haknya sebagai orang yang bukan perokok.

Dan bagi para perokok sendiri, setidaknya masih bisa untuk memilih antara 2 hal, yakni menjadi perokok budiman atau menjadi perokok tak berbudi.

Kalau saya? Insya Allah saya lebih memilih untuk tidak merokok. Salam…

  1. 10
    ridu bilang:
    26/11/2010 15:03

    setuju! banyak perokok yg bilang kalo merokok adalah hak azasi mereka, padahal yg lebih azasi adalah menghirup udara segar!

  2. 9
    ppchacha bilang:
    25/11/2010 22:43

    tok..tok..tok…
    bagaimana cara berhentinya ya…

    • 9.1
      adit-nya niez bilang:
      25/11/2010 23:52

      Gampang.
      Duitnya mending diabisin buat beliin makanan Icha, Achit, Echel, Chacha aja. Lumayan kan buat program penggemukan.

      Ga usah dibeliin rokok!

      :))

  3. 8
    neng ucrit bilang:
    19/11/2010 17:31

    gpp sih ngerokok, asalkan asapny ditelan sendiri :D

    *mabur :(|) *

  4. 7
    Batu bilang:
    15/11/2010 14:47

    saya juga pilih untuk tidak merokok !!! (*sambil ngisap rokok)
    hehe…

  5. 6
    IjaL bilang:
    14/11/2010 14:07

    alhamdulillah…. untung tdk merokok… [-X

  6. 5
    warm bilang:
    12/11/2010 07:46

    pengamatan yg mantep
    apakabarnya wahai pengantin baru ?
    smoga hidupmu makin barokah ya
    :)

  7. 4
    indra kh bilang:
    11/11/2010 16:17

    Untungnya saya sudah berhenti merokok. Sampai jaman kuliah sih wushh ngebul teruss. Alhamdulillah bisa stop. :)

  8. 3
    aRuL bilang:
    11/11/2010 04:45

    alhamdulillah ngak ngerokok :D

  9. 2
    cK bilang:
    11/11/2010 04:04

    hihihi tulisan yg bagus. lama gak ke sini. :D

  10. 1
    almascatie bilang:
    10/11/2010 00:49

    engggg….. *teguk kopi*

  1. Tidak ada trackback untuk tulisan ini.

Tinggalkan Komentar

 

 

 

 emoticon

:):(;):D;;)>:D<:-/:x:blushing::P:-*=((:-OX(:>B-):-S#:-S>:):((:)):|/:)=))O:-):-B=;I-)8-|L-):-&:-$[-(:O)8-}<:-P(:|=P~:-?#-o=D>:-SS@-):^o:-w:-<>:P<):):@)3:-O:(|)~:>@};-%%-**==(~~)~O)*-:)8-X=:)>-):-L$-):whistling:b-(:)>-[-X:dancing:>:/;))o->o=>o-+(%):-@^:)^:-j(*):)]:-c~X(:-h:-t8->:-??%-(:o3X_X:!!:rockon::-q:-bd^#(^:bz:ar![..]