Berkhayal Yuk!

Tulis Komentar

Dulu seingat saya, sama sekali tak pernah terpikir bagaimana caranya untuk menjemput rizqi. Jangankan terpikir, berkhayal saja tidak pernah. Yah, memang usaha apa yang bisa dipikirkan bocah berusia belasan tahun kala itu?

Yang saya ingat pasti, ketika itu khayalan yang ada hanyalah bagaimana caranya saya bisa membeli mainan ini atau itu.

Sekarang? Gak jauh beda dengan hampir 10 tahun yang lalu, saya masih suka berkhayal. Saya pernah berkhayal untuk mendirikan sekolah gratis untuk anak-anak tidak mampu, mendirikan pesantren gratis, atau bahkan berkhayal untuk punya dana abadi di bank yang bagi hasilnya digunakan untuk orang-orang miskin. Yah, memang sedikit meniru konsep dana abadi di pemerintahan orde baru dulu itu. Dan banyak khayalan-khayalan lainnya.

Beda dengan adik saya, umurnya masih 13 tahun. Pernah suatu ketika mengatakan mantap ingin punya pabrik roti. “Roti Umar,” katanya sambil merujuk ke nama buah hati. Memang tidak ada maksud atau misi tertentu di dalamnya, hanya sekedar candaan di sela kesibukan.

Setiap pulang kampus, atau mungkin dari tempat lain. Selalu ada 3 orang anak kecil dan satu nenek tua yang bisa saya temui. Di lampu merah perjalanan pulang…

Kalau bahasa gaulnya mungkin saya bakal bilang, “Lo lagi lo lagi!”

Ah tidak, saya tidak bosan! Kadang saya memberi, kadang juga saya hanya melihat aktivitas mereka dan sekitarnya. Saya selalu ingat mereka, tapi kurasa mereka gak ingat saya lagi. Saya, yang suatu ketika pernah dicubit gadis cilik sambil berkata, “Yah, kok cuma seribu sih, Om!”

Sekarang cuma bisa berkhayal, enak juga kali ya punya suatu usaha yg bermanfaat. Atau mungkin jadi rekanan adik saya di Roti Umar juga boleh. Usaha kecil, uangnya juga mungkin sedikit, tapi mungkin juga bisa terus membantu anak-anak kecil itu, siapapun, dan di manapun mereka berada. Pokoknya sesuatu yang berarti.

Tanpa saya sadar, ternyata selama ini di perhentian lampu merah itu bertambah wajah-wajah baru lagi, menatap mereka yang semakin banyak saja. Sementara saya belum juga jadi bos, direktur, atau mungkin rekanan Roti Umar.

Dan di televisi, isu korupsi dan penggelapan pajak semakin menggila…

.

* Sebenarnya ini tulisan satir… :)

  1. 21
    rifa_rm bilang:
    09/01/2011 21:10

    katanya sih ya, bermimpilah maka tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu..:) *bner ga ya kata2nya?

Halaman
  1. Tidak ada trackback untuk tulisan ini.

Tinggalkan Komentar

 

 

 

 emoticon

:):(;):D;;)>:D<:-/:x:blushing::P:-*=((:-OX(:>B-):-S#:-S>:):((:)):|/:)=))O:-):-B=;I-)8-|L-):-&:-$[-(:O)8-}<:-P(:|=P~:-?#-o=D>:-SS@-):^o:-w:-<>:P<):):@)3:-O:(|)~:>@};-%%-**==(~~)~O)*-:)8-X=:)>-):-L$-):whistling:b-(:)>-[-X:dancing:>:/;))o->o=>o-+(%):-@^:)^:-j(*):)]:-c~X(:-h:-t8->:-??%-(:o3X_X:!!:rockon::-q:-bd^#(^:bz:ar![..]