Di dunia ini tidak ada sesuatu yang pasti datangnya selain kematian dan juga beberapa ketetapan-Nya. Kematian… Pun walau kita berada di dalam benteng terkokoh, ia pasti datang. Tidak perlu dijemput, tidak juga terjadi secara kebetulan. Tidak perlu menunggu tua, tidak juga selalu di saat muda. Apapun itu, ia pasti datang…
Pernahkah membayangkan bagaimana ajal menjemput? Bayangkan ketika Izrail telah berada di sisi kepala kita. Bayangkan ketika jiwa mulai ditarik keluar dari raga. Bayangkan saat ketika syaithon memperlihatkan kepada kita kesenangan dunia yang dahulu selalu kita kejar. Bayangkan ketika lidah terasa kelu dan merintih hanya tuk mencoba mengucap Laa ilaa hailallah di ujung usia dan nafas kita. Huff… Janji-Nya itu pasti kan datang dengan waktu yang tak bisa diraba.
Pernah merasakan sakit yang amat sangat? Ah… Kabarnya rasa itu tidak mampu menandingi perihnya kematian. Selesaikah semuanya setelah itu? Tidak! Kita masih harus menuju suatu tempat, rumah masa depan!
Alam kubur… Suatu gerbang awal menuju kehidupan akhirat. Bagi siapa yang merasakan indahnya malam pertama setelah menikah, belum tentu akan merasakan pula indahnya malam pertama di alam kubur. Malam pertama di alam kubur merupakan kesan pertama yang dapat memperkirakan kelanjutan kisah hidup kita yang sebenarnya. Ah… Seandainya kubur dapat berbicara, mungkin ia akan berkata…
Maukah kalian tahu apa yang akan kuperbuat dengan orang ini? Akan aku bakar kafannya, kurobek badannya dan kusedot darahnya serta ku kunyah dagingnya! Maukah kau kuberitahu apa yang akan kuperbuat dengan anggota badannya? Aku cabut (satu per satu dari) telapak ke tangannya, lalu dari tangan ke lengan, dan dari lengan menuju pundak. Lalu kucabut pula lutut dari pahanya, dan paha dari lututnya. Kucabut pula lutut itu dari betis. Dari betis menuju telapak kakinya.
Siapa yang merasakan kesulitan di alam kubur, pastilah akan berlanjut dengan suatu kengerian yang amat sangat di alam akhirat nanti. Kenikmatan, kekayaan, dan keindahan yang didapatkan di dunia tak mampu menolong. Itu pasti! Sesungguhnya tempat yang dijanjikan itu tidaklah berada di dunia yang semu ini, tapi berada di suatu tempat yang sekarang ini belum kita melihatnya. Suatu tempat yang hanya dapat kita capai setelah melalui gerbang yang bernama kubur.
Surga atau neraka semua ada di tangan-Nya. Dan siapa saja yang bisa memasuki surga-Nya, hanya Ia yang berkuasa. Surga tidaklah didapat karena segala amal shaleh kita, tapi karena rahmat dan kebaikan Allah semata. Amal shaleh, sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita, tidaklah mampu menebus nikmat surga yang dijanjikan-Nya. Amal shaleh merupakan usaha kita untuk mendapatkan rahmat-Nya.
Seandainya saat ini diperlihatkan surga-Nya, pastilah saat ini juga kita akan berbuat apapun untuk mendapatkannya. Ya, apapun! Bila surga berada di atas sana, maka yang harus kita lakukan ialah mendaki! Dan tidak ada seorangpun yang berkata bahwa mendaki jauh lebih mudah daripada menuruninya.
.
Gambar rumah masa depan diambil dari sini.
Ya Allah… Ridha kah Engkau dengan segala pendakianku?
Apa yang akan Kau persiapkan untuk menyambutku di malam pertamaku nanti?
Terbesit rasa khawatir akan ajalku yang bisa saja datang di malam ini…


ihhh syereemm! apalagi 3 thn kedepan, menurut para peramal bakal ada sesuatu besar yg bakal terjadi
itupun ga kebaca oleh para peramal
duhhh atuutt…. berlomba2 berbuat kebaikan yuk plus meningkatkan amal ibadah, yg belon nikah jg buruan nikah gih :dance:
ya ustad………
ente sebenernyah sudah hariman sama kharim ente si niez ituh apa belon?
apa malah ente berdua sudah beranak pinak?
wah baca postinganmu jadi ingat ma dosa2 yg udah aku perbuat.
wah harus banyak ibadah ni biar bisa masuk surga.
@JelajahiDuniaEly:
Pertanyaannya, sudahkah kita mempersiapkannya??
@erander:
Inna lillahi wa inna ilahi raji’un. Segala sesuatu berasal dari-Nya dan akan kembali pada-Nya…
@mujahidahwanita:
Semoga kita dipertemukan dengan-Nya di akhirat kelak. Amiin…
@Sarah:
Semoga semakin menginspirasi untuk semangat mempersiapkan diri…
@dEEt:
Bentuk mendakinya kyk apa??
@toim:
Masalahnya mati itu pasti datangnya, gak peduli serem atau tidaknya…
@azka,,:
Amiin… Khusnul khatimah tujuannya…
@memble:
Insya Allah…
@kucluk is dead:
Insya Allah di kemudian hari akan mengerti…
@dael:
Salam kenal juga ya… Gak ada blognya??
@Omiyan:
Amiin…
@shei:
Dosa memang harus selalu diingat…
@Rian Xavier:
Memang menakutkan…
@boyin:
Yang jelas impian tidak hanya terletak di tahun yang baru…
@hanna:
Hee?? Masa?? Disini nggak kok…
@Sonic:
Karena itu saya tidak suka keluar di malam hari…
@abee:
Hmm…
ya ustad…..
ane kira ente udah ndaki niez malem2
*dilempar ke dhini*
Yupz… Setuju bangetz…
[kata ustadz di kampung khu]
Tapi meski begitu harus tetap bersemangat …
Dunia & Akhirat kudu seimbang lho
Siang bersemangat bekerja keras…
Malam hari untuk beribadah dan merenungi diri…
eh eh kok aku buka blog ini susunannya berantakan di google chrome??? apa lg eror???
Happy new year..jangan pernah menyerah mengejar impian
Menakutkan juga ya.. Hepi new year.
sereeem….
jadi inget dosa niih
anyway, Happy New Year ya,
New Year, New You
udah komenta disini belum ya….met tahun baru aja deh semoga di tahun 2009 diberikan kesuksesan selalu
salam kenal buat adit n niez.. aku takut membayangkan malam pertamaku di alam kubur,apalagi berharap indah disana.Ya Allah.. ampunilah dosa2 kami.semoga ditahun yang baru ini,kita menjadi manusia yg lebih baik lg.amiiin…
wah..
gak ngerti opo opo aku
berbekalah untuk hari yang sudah pasti
segalanya memang berakhir pada-Nya..
dan sudah siapkah kita saat nanti ditanya, Man Rabbuka?
ya Illahi, berikan kami sebaik-baik akhir..
postinganmu kali ini koq syerem sih, dit?
tp emang kadang2 ngeri jg klo mikir kematian
hhmm.. mendaki menuju surga yah??!
nice words..
kalo yg itu sih, dt mo ikut ‘mendaki‘..
btw, ada ‘kado’ nih bwt adit..
kerjian yah nak..
dan bila masa itu datang…sudahkan kita memberi yang terbaik untuk hidup dan mati kita…
sebuah renungan yang indah dan inspiratif….
selamat tahun baru y
Ya Allah sesungguhnya hamba mengenal Engkau dengan Qudrat dan Iradat Engakau jua
Yang kuinginkan bukanlah Surga, karena tanpa hamba memintanya Engkau pasti akan memberikannya,janji engkau adalah benar adanya.
Dan Engkau pun tidak akan mungkin mengecewakan kami
Sesungguhnya kami ini :“Laa Hawlaa Wa Laa Quwwata Illa Billa hil ‘Aliyyil ‘Adziiim.
Yang Hamba inginkan adalah selalu bersamaMU
Karena Engaku lebih Indah dari surga itu sendiri
Salam wanita yang fakir dan hina… :blush:
Begitulah memang ‘story’ yang di create-Nya untuk kita. Mulai dari masih berupa ruh, kemudian berada dalam alam kandungan trus dilahirkan didunia, lalu alam kubur trus kemudian ke akherat. Seperti ‘circle’ yang pada akhirnya kita kembali pada-Nya — boleh jadi dalam bentuk ruh lagi.