Disini akan kutuliskan semua keinginan dan rencanaku. Aku goreskan hitam di atas putih dengan sebuah pena. Sengaja kutulis semua itu dengan pena agar ku tak mudah menghapusnya. Tuk semakin mantap berikhtiar pada rencana dan keinginanku.
Namun, walau begitu… Kubiarkan kertas ini terbuka untuk-Nya. Dan kutinggalkan penghapusnya cukup dan hanya pada-Nya. Ia yang bisa menghapus apapun dari seorang hamba.
Karena Ia yang akan menghapuskan semua bagian dariku yang salah. Dan menunjukkan padaku serta menggantikannya dengan sesuatu yang jauh lebih indah. Aku bisa saja berharap akan sesuatu, tapi hanya Ia yang tahu mana yang terbaik buatku.
Bukan pada detik-detik yang dihitung mundur, yang sebagian besar orang menyebutnya tahun yang baru. Namun pada setiap hari dan helaan nafas ini. Insya Allah, Kau dapat tunjukkan aku jalan terbaik.
.
Gambar pena dan agenda diambil dari sini.
Karena Engkau ya Allah, memang yang terbaik untukku…


Amin…
Simak terus update diskusi antara Hizbut Tahrir dan mantan Hizbut Tahrir, tentang Hizbut Tahrir dan da’wah khilafahnya di :
http://mantanht.wordpress.com
Semoga menambah wawasan kita bersama.
@GiE:
Hehehe…
Ndak dirayakan besar2an mungkin…
@JelajahiDuniaEly:
Huhu… Saya jadi kangen rasul. Membayangkan seandainya saya duduk di sebelah rasul…
@agunk agriza:
Silakan…
ikut merenung deh saya
keren postingannya
jadi kangen monolog 1/3 akhir malam
Poko’e kalo waktunya udah ketemu dan hati udah mantap.
Jangan lupa buat undang kite-kite buat makan-makan ya, dit…!
Xixixixix…
@Takodok!:
Amiin…
@niez-nya adit:
Hu’uh mi… Tapi bukan berarti musti pasif, musti semaksimal mungkin berusaha.
Iyah, karena segala perbuatan tergantung niatnya. Asal niatnya lillahita’ala dan dilakukan dengan cara yg benar sesuai ajaran, insya Allah diridhai-Nya…
@toim:
Doakan ya mas…
@masicang:
Saya juga harus merenung, mas. Terkadang rasanya masih sulit untuk ikhlas…
@valupyne:
Huhu… Keren kok tutup kuping??
Kalo saya sih sering minta yg besar, soalna gak ada yg bisa ngasih pemberian yg lebih besar selain Ia. Asal jangan berlebihan mungkin ya…
hoaa…
keren~
iya.. kata guru gw juga..
kita ga berhak minta yang besar-besar.. kita juga belum memberikan sesuatu yang berarti kepada-Nya. mungkin semua yang kita lakuin buat kita senidiri.
jadi, doa yang baik itu berdoa apa yang terbaik untuk kita. sang maha pencipta pasti lebih tau apa yang terbaik bagi kita melebihi apa yang kita ketahui. meski itu tampak buruk di mata kita, tapi, mungkin bagi-Nya, itulah yang terbaik.
manusia boleh berharap dan berusaha, tapi sang penciptalah yang memutuskan. 8->
mhmmh..kontemplasi yg menyentuh mas, anda memaksa saya harus merenung….dalam.
udah mo menikah nih critanya?
iyah, bi…apapun yang kita rencanakan, kita cuma bisa ikhtiar dengan terus berdo’a…semua Allah yang pegang kendali…
barusan niez baca lagi Laa Tahzan for Muslimah, katanya emang semua mesti pake ‘Bismillaah’…biar hati kan terjaga klo kata Opick… uhuhuuu…
Jadi dit, target2 saya itu perlu ditulis trus di tempel di meja gak dit? *melantur*
Hehehe..
Semoga keinginan adit dan niez, yg insya Allah baik, bisa segera tercapai ya
@zoneich:
Hehe… Gak apa mas. Gak usah diapus, anggap aja buat ngomporin sekaligus motivasi saya…
sory dit… salah pencet hapus aja komen dobelnya sama yg ini…
@tanteangga:
Huhu… Iya nih, saya suka gak sabaran…
@ai:
Yup…
@warmorning:
Ini yg nulis saya oom. Itu kan ada tuh nama penulisnya di bawah judul tulisannya. Huhu… Bukan pasrah oom, tapi tawakal…
@annosmile:
Amiin…
@Rian Xavier:
Yap2…
@zoneich:
Segera… Amiin.
Insya Allah…
Walah, niat banget ngomporinnya oom. Sampe 2 kali…
[quote comment="566"]
Jadi……. kapan kawin,,,, :)>-[/quote]
[quote comment="566"]
Jadi……. kapan kawin,,,,?? :)>-[/quote]
Jadi……. kapan kawin,,,, :)>-
Yup2.
aminnn…
semoga diberikan hasil yang terbaik..