<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>aditdanniez.com &#187; Ruang Qalbu</title>
	<atom:link href="http://www.aditdanniez.com/kanal/ruang-qalbu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aditdanniez.com</link>
	<description>di sini tempat kami berteduh...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Jun 2010 09:44:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Surat Cinta untuk Para Tetamu</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/surat-cinta-untuk-para-tetamu/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/surat-cinta-untuk-para-tetamu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 06:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=628</guid>
		<description><![CDATA[Aku ingin menyampaikan pesan ini kepada seluruh tamu yang akan bertamu atau sedang bertamu, di manapun ia berada. Sebagai tamu, sudahkah kita bertamu sesuai dengan adab dan syariat yang diajarkan Rasulullah? Bukankah di dalam rumah terdapat penghuni yang mungkin juga terdapat seorang atau beberapa wanita di dalamnya yang tidak menutup aurat? Ya, rumah seharusnya adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku ingin menyampaikan pesan ini kepada seluruh tamu yang akan bertamu atau sedang bertamu, di manapun ia berada.</p>
<p>Sebagai tamu, sudahkah kita bertamu sesuai dengan adab dan syariat yang diajarkan Rasulullah?</p>
<p>Bukankah di dalam rumah terdapat penghuni yang mungkin juga terdapat seorang atau beberapa wanita di dalamnya yang tidak menutup aurat? Ya, rumah seharusnya adalah tempat yang paling aman bagi seorang wanita!</p>
<p>Alangkah indah dan mulia bila para tamu meminta izin di luar pintu rumah terlebih dahulu sebelum masuk ke rumah orang lain, meskipun rumah itu adalah rumah saudaranya sendiri. Berikan kesempatan kepada penghuni rumah untuk menutup aurat-aurat diri dan juga aib rumah.</p>
<p>Mintalah izin kepada para suami, sebagai orang yang paling berhak untuk menentukan siapa-siapa yang berhak masuk ke dalam rumahnya.</p>
<p>Sungguh, Rasulullah dan para sahabat telah memberikan contoh terbaik bagi umat ini dalam segala hal. Demi Allah, dalam segala hal! Maka maukah kamu mengambil pelajaran dari para generasi terbaik umat ini?</p>
<p><span id="more-628"></span>Ada seorang laki-laki di kalangan Anshar yang biasa dipanggil Abu Syuaib. Ia mempunyai seorang anak tukang daging. Kemudian, ia berkata  kepadanya, &#8220;Buatkan aku makanan yang dengannya aku bisa mengundang lima orang bersama Rasulullah,&#8221;</p>
<p>Kemudian, Rasulullah mengundang empat orang, yang orang kelimanya adalah beliau. Kemudian, ada seseorang yang mengikutinya. Maka, Rasulullah berkata,  &#8220;Engkau mengundang kami lima orang dan orang ini mengikuti kami.  Bilamana engkau ridha, izinkanlah ia. Bilamana tidak, aku akan meninggalkannya.&#8221; Kemudian, Abu Syuaib berkata, &#8220;Aku telah mengizinkannya.&#8221;<br />
(HR Bukhari)</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta ijin dan memberikan salam kepada penghuninya.  Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. Dan jika kamu tidak mendapati seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat ijin. Dan jika dikatakan kepadamu : &#8216;Kembalilah!&#8217;; maka hendaklah kamu kembali (pergi). Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,&#8221;<br />
(QS. An-Nuur; 27-28)</p>
<p>Bagaimana dengan cara bertamu Rasulullah sendiri?</p>
<p>Apabila Rasulullah mendatangi rumah seseorang, beliau tidak berdiri di depan pintu. Akan tetapi di samping kanan atau di samping kiri. Kemudian beliau mengucapkan :  &#8220;Assalamu&#8217;alaikum Assalamu&#8217;alaikum&#8221;<br />
(HR Abu Daud)</p>
<p>Ketika kita mengetuk pintu, dianjurkan untuk tidak menghadap ke arah pintu. Adab ini adalah untuk menghindari terlanggarnya kehormatan muslim atau muslimah lainnya dengan melihat sesuatu yang bukan haknya untuk dilihat.</p>
<p>&#8220;Menyingkirlah dari depan pintu, sesungguhnya meminta ijin itu disyari&#8217;atkan untuk menjaga pandangan mata,&#8221;<br />
(HR Abu Daud)</p>
<p>&#8220;Sekiranya ada seseorang yang mengintip (atau memasuki) rumahmu tanpa ijin, lalu engkau melemparnya dengan batu sehingga tercungkil matanya, maka tidak ada dosa atasmu,&#8221;<br />
(HR Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Itulah adab syar&#8217;i yang mungkin asing di tengah kaum muslimin. Alhamdulillah, selesai sudah kutuliskan sepucuk surat cinta ini. Mungkin ada hal-hal yang terlewat, mudah-mudahan Anda berkenan memperkaya ilmu dengan literatur yang lain. Semoga tiap katanya tak hanya mengandung ilmu, tapi juga melahirkan dzikir. Semoga tiap kalimatnya, tak hanya menambah wawasan, tetapi juga ketaqwaan. Dan semoga dalam segala amal, Allah semakin menambahkan barakah pada jalinan suci rumah tangga kita, yang salah satunya melalui manajemen dakwah rumah kita.</p>
<p>Pertanyaan terakhir, sudahkah kita bertamu selayaknya seorang muslim bertamu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/surat-cinta-untuk-para-tetamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harta Manusia, Manusia Harta</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/harta-manusia-manusia-harta/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/harta-manusia-manusia-harta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 17:25:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[”Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.&#8221; (QS. Al-Israa&#8217;; 27) Saya kembali teringat salah satu kejadian di pertengahan tahun 2009, di mana sepakbola eropa baru saja menutup bukunya. Pembelian pemain-pemain bintang mewarnai bursa transfer tersebut, seperti biasanya. Dalam bursa tersebut, terjadi rekor transfer terbaru yang dibukukan atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>”Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.&#8221;<br />
(QS. Al-Israa&#8217;; 27)</p></blockquote>
<p>Saya kembali teringat salah satu kejadian di pertengahan tahun 2009, di mana sepakbola eropa baru saja menutup bukunya. Pembelian pemain-pemain bintang mewarnai bursa transfer tersebut, seperti biasanya.</p>
<p>Dalam bursa tersebut, terjadi rekor transfer terbaru yang dibukukan atas nama seorang pemain berkebangsaan Portugal dengan jumlah yang konon kabarnya mencapai 1,3 triliun rupiah. Jujur, sampai sekarang saya masih mencoba untuk mencari prasangka-prasangka positif terhadap apa yang dilakukan seseorang (atau klub) yang memiliki dana melimpah tersebut, namun sayangnya saya masih belum menemukannya.</p>
<p>Tidak ketinggalan juga kabar yang datang dari negeri padang pasir sekitar setahun sebelumnya. Sulaiman Al-Fahim melakukan pembelian sebuah klub sepakbola dari Inggris, Manchester City. Kabarnya, dana yang harus ia keluarkan untuk itu mencapai 2,8 triliun rupiah. Sesaat setelah itu, sang juragan properti tersebut turut meramaikan &#8220;belanja&#8221; musiman seperti yang biasa dilakukan tim-tim kesayangan kita di Eropa nun jauh di sana. Total biayanya? Tentu bisa dipakai untuk membiayai fakir miskin di negeri kita ini.</p>
<p>Saya masih ingat betul ketika tim nasional Saudi Arabia untuk pertama kalinya lolos ke Piala Dunia 1998. Ketika itu seluruh pemain dihadiahkan sebuah mobil mewah atas &#8220;prestasi&#8221; nya tersebut apapun hasil nya nanti, entah itu baik atau buruk. Itu pun belum termasuk bonus fulus yang mengalir bagi setiap gol yang tercipta dari kaki para pemainnya.</p>
<p><span id="more-536"></span>Sejak saat itu, masyarakat di negeri gurun dan sekitarnya tersebut mulai terasuki demam sepakbola. Bila sebelumnya siaran televisi olah raga yang mendominasi masyarakat di sana hanyalah berkutat pada kegiatan olah raga keluarga kerajaan, maka kini layar kaca mereka telah dihiasi dengan siaran sepakbola Eropa dan bagian dunia lainnya. Siaran kegiatan olah raga kerajaan pun dengan legowo harus tersingkir. Dan masyarakat di sana kini punya kesenangan baru, sepakbola.</p>
<p>Hingga pada akhirnya, mulai bermunculan para pangeran dan syeikh dari negeri tersebut yang loyal membelanjakan rezeki nya untuk membeli kesenangan mereka. Terakhir, kabarnya Faisal bin Fahd bin Abdullah dan Ali Al-Faraj pun mengikuti jejak saudara seimannya yang telah lebih dahulu terjun ke dalam sebuah &#8220;lubang kapitalisme&#8221; yang berlindung di bawah dunia sepakbola.</p>
<p>Ah, sepertinya mudah sekali harta digelontorkan hanya untuk membeli sebuah kesenangan sesaat. Padahal, di saat yang sama saudara-saudara tetangganya di <a href="http://warnaislam.com/berita/dunia/2010/4/21/51780/Tank-Tank_Israek_Gempur_Gaza_Tengah_dan_Selatan.htm" target="_blank">Palestina</a> sangat membutuhkan kesejahteraan dan pelita dunia yang kini perlahan mulai meredup, hilang di tengah hingar bingar perputaran uang dan pernik dunia.</p>
<p>Sekarang, demam Piala Dunia mulai kembali berhembus. Musim liga-liga sepakbola dunia pun akan memasuki fase terakhirnya. Apakah negeri kita tercinta ini yang mana masyarakatnya masih banyak didera kemiskinan dan kelaparan akan mulai merintis jejak <a href="http://payjo.wordpress.com/2009/12/11/indonesia-piala-dunia-2022/" target="_blank">serupa</a>? Dan apakah setelah itu gelontoran dana akan kembali membuat dunia tercengang?</p>
<p>Kalau saya lebih baik mulai menabung dari sekarang untuk biaya persalinan istri nanti&#8230;</p>
<p>* Nabung dulu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/harta-manusia-manusia-harta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mulai dari Diri Sendiri (2)</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/mulai-dari-diri-sendiri-2/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/mulai-dari-diri-sendiri-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 16:09:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niez-nya adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=530</guid>
		<description><![CDATA[Siang hari dalam acara walimah yang dilaksanakan dengan konsep standing-party. Wanita 1: Bu, mbok ya ngantri. Wong yang lain juga ngantri. Wanita 2: Ya sana, panjenengan aja yang ngantri, saya ndak usah. Wanita 1: &#8230; . Malam hari dalam sebuah acara talk-show di stasiun televisi swasta. Presenter: Jadi menurut Anda, bagaimana konsep poligami itu? Narasumber: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Siang hari dalam acara walimah yang dilaksanakan dengan konsep standing-party.</em></p>
<p><strong>Wanita 1</strong>: Bu, mbok ya ngantri. Wong yang lain juga ngantri.</p>
<p><strong>Wanita 2</strong>: Ya sana, panjenengan aja yang ngantri, saya ndak usah.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Wanita 1</strong>: &#8230;</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><em>Malam hari dalam sebuah acara talk-show di stasiun televisi swasta.</em></p>
<p><strong>Presenter</strong>: Jadi menurut Anda, bagaimana konsep <a title="Satu, Dua, Tiga, atau Empat" href="http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/satu-dua-tiga-atau-empat/" target="_blank">poligami</a> itu?</p>
<p><strong>Narasumber</strong>: Aturan poligami itu memang sudah jelas tertera di dalam Al-Qur&#8217;an. Bla bla bla&#8230; Kalau saya sih setuju saja, asal bukan suami saya.</p>
<p><strong>Penonton (saya)</strong>: &#8230;</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><span id="more-530"></span><br />
<em>Siang hari di sebuah tempat penjahit wanita, salah satu pekerjanya membawa anaknya ke tempat kerja.</em></p>
<p><strong>Anak</strong>: Bu, ayo cepetan bukain botolnya!</p>
<p><strong>Ibu</strong>: Iya, ini lagi mau dibuka.</p>
<p><strong>Anak</strong>: <em>(sedikit berteriak)</em> Cepet, bu!</p>
<p><strong>Ibu</strong>: Iya iya&#8230; <em>(sambil memutar tutup botol dengan sekuat tenaga)</em></p>
<p><strong>Anak</strong>: <em>(berteriak kencang)</em> Ayo, bu! Cepetan!</p>
<p><strong>Ibu</strong>: KAMU TU LHO! MBOK YA <strong>SABAR</strong>!!! <em>(sambil memukul mulut si anak)</em></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Ah, terkadang bercermin itu perlu ya. Dan sepertinya memang harus <a title="Mulai dari Diri Sendiri" href="http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/mulai-dari-diri-sendiri/" target="_blank">mulai dari diri sendri</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><span id="zoomed-in" class="shadow" style="background-image: none ! important;"> </span></p>
<p><em><span style="color: #999999;">*mulai bercermin</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/mulai-dari-diri-sendiri-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mulai dari Diri Sendiri</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/mulai-dari-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/mulai-dari-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 09:42:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niez-nya adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini Jakarta macet sekali. Ribuan mobil, motor, bus, angkot, bahkan pedagang kaki lima bergumul dalam asap knalpot di satu ruas jalan. Dengan kecepatan yang sangad lambat, pengguna-pengguna jalan ini saling berdesakan dan menyerobot jalan. Teriak makian dan bunyi klakson pun mewarnai atau mungkin memperkeruh suasana jalan yang memang sudah keruh. Walaupun pemerintah sudah memperlebar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-408" title="macet" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/02/macet.gif" alt="Mulai dari Diri Sendiri" width="208" height="180" />Pagi ini Jakarta macet sekali. Ribuan mobil, motor, bus, angkot, bahkan pedagang kaki lima bergumul dalam asap knalpot di satu ruas jalan. Dengan kecepatan yang sangad lambat, pengguna-pengguna jalan ini saling berdesakan dan menyerobot jalan. Teriak makian dan bunyi klakson pun mewarnai atau mungkin memperkeruh suasana jalan yang memang sudah keruh.</p>
<p>Walaupun pemerintah sudah memperlebar jalan serta membangun <em>fly-over</em> dan <em>underpass</em>, namun hal ini ternyata tidak mengubah kemacetan yang terjadi karena pembangunan tersebut tetap tidak sebanding dengan pertambahan banyaknya kendaraan di Jakarta. Belum lagi sopir angkot yang kerap ngetem di pertigaan dan perempatan jalan sehingga menghambat pengguna jalan yang berada di belakangnya. Kemudian pedagang kaki lima yang dengan santainya berjualan di badan-badan jalan tanpa mempedulikan bahwa tindakan mereka ini semakin menghambat laju kendaraan di jalan.</p>
<p><span id="more-399"></span>Dan masih banyak lagi penyebab kemacetan yang ternyata lebih berkonotasi pada &#8216;mereka&#8217;. Apakah memang semuanya &#8216;mereka&#8217; yang salah ?? Bagaimana dengan &#8216;kita&#8217; sebagai pengguna jalan ?? Kita dengan santainya main serobot jalan tanpa mempedulikan pengguna jalan yang lain. Kita dengan egoisnya menyeberang jalan di sembarang tempat tanpa pernah memikirkan efek dari tindakan kita. Kita dengan sesuka hati menunggu angkot di perempatan dan pertigaan jalan sehingga menarik minat para sopir angkot untuk ngetem di sana. Kita dengan bangganya membeli jajanan dari pedagang kaki lima di pinggir jalan tanpa harus repot-repot turun dari mobil dengan alasan &#8216;malas&#8217;, tanpa menggubris teriakan pengguna jalan di belakang kita yang lajunya terhambat oleh mobil kita.</p>
<p>Kurang lebih begitulah yang dipaparkan oleh <a title="Azimah Rahayu" href="http://azimahr.multiply.com/" target="_blank"><em>Azimah Rahayu</em></a> pada salah satu bab dalam buku <em>&#8216;<a title="Karena Aku Begitu Cantik" href="http://www.sygmacorp.com/index.php?page=shop.product_details&amp;category_id=6&amp;flypage=flypage_new.tpl&amp;product_id=67&amp;option=com_virtuemart&amp;Itemid=26" target="_blank">Karena Aku Begitu Cantik</a>&#8216;</em>. Yak, saat ini kita kerap berpendapat bahwa kemacetan lebih disebabkan oleh orang lain, padahal ternyata kemacetan itu timbul akibat ulah kita sendiri. Kita terlalu sibuk memikirkan kesalahan orang lain, tanpa mau mengakui kesalahan diri kita yang ikut andil dalam membentuk sebuah suasana nyata yang biasanya buruk. Seperti sebuah peribahasa yang menyatakan: <em>Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak</em>.</p>
<blockquote><p><strong>Padahal kalau kita mau berpikir lebih dalam lagi, akan lebih mudah bagi kita untuk membuat suasana yang ada menjadi jauh lebih baik dengan cara memperbaiki diri ketimbang harus mengumpat dan mengubah orang lain.</strong></p></blockquote>
<p>Sama seperti kita yang suka menyalahkan pemerintah dalam penanganan banjir di Indonesia, padahal kita masih suka membuang sampah di saluran pembuangan dan membangun gedung-gedung di daerah resapan. Uhuhuuu&#8230;</p>
<p>Dalam sebuah episode Nanny 911, seorang bapak sibuk menyalahkan kenakalan anak lelakinya dan berusaha keras ingin mengubah perilaku anaknya itu. Usut punya usut, ternyata si Nanny berhasil menemukan bahwa kenakalan anak itu disebabkan oleh perbuatan bapaknya sendiri yang terlalu memanjakan si anak. Si Bapak yang keras kepala tetap tidak mau mengakui bahwa kesalahan ada padanya, hingga akhirnya si Nanny berhasil menyadarkan si Bapak. Setelah si Bapak mengevaluasi diri, akhirnya anaknya yang bandel itu pun menjadi lebih mudah dikontrol.</p>
<p>Kadang kita begitu sering menyalahkan orang lain atas suatu keadaan yang menimpa kita. Padahal kalau kita mau menyadari kesalahan kita dan berusaha untuk mengevaluasi diri serta melembutkan hati, alangkah jauh lebih baik untuk kita dapat menerima atau bahkan mengubah keadaan tersebut.</p>
<p>Seperti seseorang yang pernah bercerita begini kepada saya, &#8220;Ada beberapa hal yang sampe saat ini ga bisa aku terima, salah satunya adalah masa laluku. Aku sering menyalahkan masa laluku yang kemudian membentuk pribadiku jadi kayak gini. Kenapa sih dulu aku begini dan begitu ?! Hal ini sering banget mengusik pikiranku. Aku masih ga bisa menerima masa laluku ituh.&#8221;</p>
<p>Memang kadang kita sering menyesal bahkan mengutuk keadaan kita di masa lalu. Padahal kita tahu pasti bahwa kita tidak akan pernah bisa mengubahnya. Bukankah dengan kita memaki-maki masa lalu, cuma akan membuang sia-sia energi kita ?? Yang bisa kita lakukan saat ini adalah evaluasi diri, memperbaiki diri, dan berusaha agar kejadian di masa lalu itu tidak terulang di saat ini dan masa depan.</p>
<p>Pernah dalam suatu kajian, ustadz saya berkata begini, &#8220;<em>Jika kejadian buruk menimpa kita, itu bisa merupakan ujian atau bahkan hukuman dari Allah. Kalau kita sering melakukan dosa, maka itu bisa jadi hukuman, dan kita mesti bertobat. Kalau kita merasa tidak pernah melakukan suatu kesalahan, maka itu bisa jadi sebuah ujian untuk kita. Nah masalahnya, kalau kita merasa suci, justru itulah kesalahan kita.&#8221;</em></p>
<p>Seperti ketika orang tua yang dihadapkan pada seorang anak yang berwatak keras dan pemarah. Pada saat itu Allah bisa jadi sedang menguji kesabaran orang tuanya. Dalam keadaan tersebut hanya kesabaran orang tualah yang bisa membuat keadaan menjadi lebih baik. Hati orang tua akan lebih tenang karena tetap bersabar. Dengan demikian insya Allah akan turut mengetuk hati si anak agar berlaku lebih lembut dan sabar.</p>
<p>Beberapa waktu lalu Aa&#8217; Gym juga berkata begini, &#8220;<em>Kita tidak usah terlalu sibuk memikirkan kesalahan orang lain yang kita harus mengubahnya. Kewajiban kita hanya mengingatkan, kalau memang tidak ada perubahan maka sudah gugurlah kewajiban kita itu. Maka yang harus kita lakukan selanjutnya adalah tobat. Karena kalau kita senantiasa mengevaluasi diri, maka insya Allah, Allah akan menolong kita. Jadi, tobat adalah salah satu kunci untuk bisa ridha pada suatu kenyataan.&#8221;</em></p>
<p>Dalam Al-Qur&#8217;an juga telah disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 155:</p>
<p><em>&#8220;Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang <strong>sabar.</strong>&#8220;</em></p>
<p>Jadi, kalau sesuatu yang buruk menimpa kita, siyapa yang salah ?? Siyapa yang harus memperbaiki diri dahulu ??</p>
<p>Klo kata Aa&#8217; Gym:</p>
<blockquote><p><strong>Mulai dari hal terkecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang !!</strong></p></blockquote>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color: #c0c0c0;"><em>Gambar di atas dipinjam dari <a href="http://kampungwacana.wordpress.com/" target="_blank">sini</a>.</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/mulai-dari-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masihkah Kita Jujur ??</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/masihkah-kita-jujur/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/masihkah-kita-jujur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 07:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niez-nya adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[Masihkah kita jujur ?? Kalau tanpa kejujuran, kita justru akan meraup lebih banyak harta (yang malah akan menjerumuskan kita ?!) Masihkah kita jujur ?? Kalau tanpa kejujuran, kita justru bisa mendapatkan nilai yang lebih tinggi (di mata manusia ?!) Masihkah kita jujur ?? Kalau tanpa kejujuran, kita justru akan meraih jabatan yang lebih tinggi (atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Masihkah kita jujur ??</strong><br />
Kalau tanpa kejujuran,<br />
kita justru akan meraup lebih banyak harta (yang malah akan menjerumuskan kita ?!)</p>
<p><strong>Masihkah kita jujur ??</strong><br />
Kalau tanpa kejujuran,<br />
kita justru bisa mendapatkan nilai yang lebih tinggi (di mata manusia ?!)</p>
<p><strong>Masihkah kita jujur ??</strong><br />
Kalau tanpa kejujuran,<br />
kita justru akan meraih jabatan yang lebih tinggi (atau lebih basah ?!)</p>
<p><strong>Masihkah kita jujur ??</strong><br />
Kalau tanpa kejujuran,<br />
kita justru akan bisa bersenang-senang menghirup segarnya dunia (ataukah hanya kefanaannya ?!)</p>
<p><strong>Masihkah kita jujur ??</strong><br />
Kalau tanpa kejujuran,<br />
kita justru bisa menutupi aib kita sendiri (atau justru menampakkannya ?!)</p>
<p><strong>Masihkah kita jujur ??</strong><br />
Kalau tanpa kejujuran,<br />
kita justru bisa memperoleh lebih banyak teman (yang tidak jujur juga ?!)</p>
<p><span id="more-329"></span><br />
Masihkah kita jujur, kalau ternyata tanpa kejujuran pun kita justru bisa mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik dibanding yang berbuat dengan kejujuran ??</p>
<p>Padahal sesuatu yang lebih baik menurut ukuran manusia itu hanyalah tipu daya dunia yang melenakan. Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa pemikul kejujuran seperti mengangkat gunung yang tinggi. Tak akan ada yang mampu kecuali orang yang kuat niatnya.</p>
<p><strong>Rasulullah SAW</strong> bersabda, <em>&#8220;Hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. Selama seorang benar dan selalu memilih kebenaran dia tercatat di sisi Allah seorang yang benar (jujur). Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong).&#8221;</em> <strong>(HR. Bukhari)</strong></p>
<p><strong>Masih berani kah kita tidak jujur ??</strong><br />
Karena tiada orang yang berbohong kecuali orang yang hendak menghinakan dirinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/masihkah-kita-jujur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>56</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamu yang Terbaik Untukku</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/kamu-yang-terbaik-untukku/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/kamu-yang-terbaik-untukku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 16:58:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Disini akan kutuliskan semua keinginan dan rencanaku. Aku goreskan hitam di atas putih dengan sebuah pena. Sengaja kutulis semua itu dengan pena agar ku tak mudah menghapusnya. Tuk semakin mantap berikhtiar pada rencana dan keinginanku. Namun, walau begitu&#8230; Kubiarkan kertas ini terbuka untuk-Nya. Dan kutinggalkan penghapusnya cukup dan hanya pada-Nya. Ia yang bisa menghapus apapun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/01/rencana.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-337" style="border: 1px solid #444444; margin-top: 7px;" title="rencana" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/01/rencana-300x225.jpg" alt="Kamu yang Terbaik Untukku" width="238" height="178" /></a>Disini akan kutuliskan semua keinginan dan rencanaku. Aku goreskan hitam di atas putih dengan sebuah pena. Sengaja kutulis semua itu dengan pena agar ku tak mudah menghapusnya. Tuk semakin mantap berikhtiar pada rencana dan keinginanku.</p>
<p>Namun, walau begitu&#8230; Kubiarkan kertas ini terbuka untuk-Nya. Dan kutinggalkan penghapusnya cukup dan hanya pada-Nya. Ia yang bisa menghapus apapun dari seorang hamba.</p>
<p>Karena Ia yang akan menghapuskan semua bagian dariku yang salah. Dan menunjukkan padaku serta menggantikannya dengan sesuatu yang jauh lebih indah. Aku bisa saja berharap akan sesuatu, tapi hanya Ia yang tahu mana yang terbaik buatku.</p>
<p>Bukan pada detik-detik yang dihitung mundur, yang sebagian besar orang menyebutnya tahun yang baru. Namun pada setiap hari dan helaan nafas ini. Insya Allah, Kau dapat tunjukkan aku jalan terbaik.</p>
<p><span id="more-332"></span><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Gambar pena dan agenda diambil dari <a href="http://flickr.com/photos/joseph-dath/377534815/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p><strong>Karena Engkau ya Allah, memang yang terbaik untukku&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/kamu-yang-terbaik-untukku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendakian Malam Pertama&#8230;</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/pendakian-malam-pertama/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/pendakian-malam-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 05:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Di dunia ini tidak ada sesuatu yang pasti datangnya selain kematian dan juga beberapa ketetapan-Nya. Kematian&#8230; Pun walau kita berada di dalam benteng terkokoh, ia pasti datang. Tidak perlu dijemput, tidak juga terjadi secara kebetulan. Tidak perlu menunggu tua, tidak juga selalu di saat muda. Apapun itu, ia pasti datang&#8230; Pernahkah membayangkan bagaimana ajal menjemput? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2008/12/rumah-masa-depan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-302" style="border: 1px solid #444444; margin-top: 5px;" title="rumah-masa-depan" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2008/12/rumah-masa-depan.jpg" alt="Pendakian Malam Pertama..." width="190" height="190" /></a>Di dunia ini tidak ada sesuatu yang pasti datangnya selain kematian dan juga <a href="http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=421" target="_blank">beberapa</a> ketetapan-Nya. Kematian&#8230; Pun walau kita berada di dalam benteng terkokoh, ia pasti datang. Tidak perlu dijemput, tidak juga terjadi secara kebetulan. Tidak perlu menunggu <a href="http://www.aditdanniez.com/2008/12/11/tua-itu-pasti-dewasa-itu-pilihan/" target="_blank">tua</a>, tidak juga selalu di saat muda. Apapun itu, ia pasti datang&#8230;</p>
<p>Pernahkah membayangkan bagaimana ajal menjemput? Bayangkan ketika Izrail telah berada di sisi kepala kita. Bayangkan ketika jiwa mulai ditarik keluar dari raga. Bayangkan saat ketika syaithon memperlihatkan kepada kita kesenangan dunia yang dahulu selalu kita kejar. Bayangkan ketika lidah terasa kelu dan merintih hanya tuk mencoba mengucap Laa ilaa hailallah di ujung usia dan nafas kita. Huff&#8230; Janji-Nya itu pasti kan datang dengan waktu yang tak bisa diraba.</p>
<p>Pernah merasakan sakit yang amat sangat? Ah&#8230; Kabarnya rasa itu tidak mampu menandingi perihnya kematian. Selesaikah semuanya setelah itu? Tidak! Kita masih harus menuju suatu tempat, rumah masa depan!</p>
<p>Alam kubur&#8230; Suatu gerbang awal menuju kehidupan akhirat. Bagi siapa yang merasakan indahnya malam pertama setelah menikah, belum tentu akan merasakan pula indahnya malam pertama di alam kubur. Malam pertama di alam kubur merupakan kesan pertama yang dapat memperkirakan kelanjutan kisah hidup kita yang sebenarnya. Ah&#8230; Seandainya kubur dapat berbicara, mungkin ia akan berkata&#8230;</p>
<p><span id="more-286"></span></p>
<blockquote><p>Maukah kalian tahu apa yang akan kuperbuat dengan orang ini? Akan aku bakar kafannya, kurobek badannya dan kusedot darahnya serta ku kunyah dagingnya! Maukah kau kuberitahu apa yang akan kuperbuat dengan anggota badannya? Aku cabut (satu per satu dari) telapak ke tangannya, lalu dari tangan ke lengan, dan dari lengan menuju pundak. Lalu kucabut pula lutut dari pahanya, dan paha dari lututnya. Kucabut pula lutut itu dari betis. Dari betis menuju telapak kakinya.</p></blockquote>
<p>Siapa yang merasakan kesulitan di alam kubur, pastilah akan berlanjut dengan suatu kengerian yang amat sangat di alam akhirat nanti. Kenikmatan, kekayaan, dan keindahan yang didapatkan di dunia tak mampu menolong. Itu pasti! Sesungguhnya tempat yang dijanjikan itu tidaklah berada di dunia yang semu ini, tapi berada di suatu tempat yang sekarang ini belum kita melihatnya. Suatu tempat yang hanya dapat kita capai setelah melalui gerbang yang bernama kubur.</p>
<p>Surga atau neraka semua ada di tangan-Nya. Dan siapa saja yang bisa memasuki surga-Nya, hanya Ia yang berkuasa. Surga tidaklah didapat karena segala amal shaleh kita, tapi karena <a href="http://opi.110mb.com/haditsweb/1100_hadits_terpilih/b38_rahmat_allah.htm" target="_blank">rahmat</a> dan kebaikan Allah semata. Amal shaleh, sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita, tidaklah mampu menebus nikmat surga yang dijanjikan-Nya. Amal shaleh merupakan usaha kita untuk mendapatkan rahmat-Nya.</p>
<p>Seandainya saat ini diperlihatkan surga-Nya, pastilah saat ini juga kita akan berbuat apapun untuk mendapatkannya. Ya, apapun! Bila surga berada di atas sana, maka yang harus kita lakukan ialah mendaki! Dan tidak ada seorangpun yang berkata bahwa mendaki jauh lebih mudah daripada menuruninya.</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Gambar rumah masa depan diambil dari <a href="http://flickr.com/photos/mutephotoblog/422239764/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p><strong>Ya Allah&#8230; Ridha kah Engkau dengan segala pendakianku?<br />
Apa yang akan Kau persiapkan untuk menyambutku di malam pertamaku nanti?<br />
</strong><strong>Terbesit rasa khawatir akan ajalku yang bisa saja datang di malam ini&#8230;<br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/pendakian-malam-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>62</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tua itu Pasti, Dewasa itu Pilihan</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/tua-itu-pasti-dewasa-itu-pilihan/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/tua-itu-pasti-dewasa-itu-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 05:08:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niez-nya adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang bilang hidup itu pilihan. Memilih teman, memilih pasangan, memilih sahabat, sampai memilih jalan hidup. Untuk yang terakhir ini, banyaknya varian pilihan yang terbentang kadang membuat kita harus berpikir dua, tiga, atau mungkin berpuluh-puluh kali untuk memilih mana yang terbaik untuk kita. Kadang kala kita menjadi sok tau dan sok mengerti mana yang kira-kira [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2008/12/pilihan-ganda.jpg"><img class="size-full wp-image-250 alignleft" style="margin-top: 0px;" title="pilihan-ganda" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2008/12/pilihan-ganda-300x300.jpg" alt="Tua itu Pasti, Dewasa itu Pilihan" width="147" height="147" /></a>Ada yang bilang hidup itu pilihan. <a title="Memilih Teman Gaul" href="http://www.dudung.net/buletin-gaul-islam/teman-gaul-kita-itu.html" target="_blank">Memilih teman</a>, memilih pasangan, memilih sahabat, sampai <a title="Hidup Itu Pilihan" href="http://nieznaniez.wordpress.com/2008/01/20/hidup-itu-pilihan/" target="_blank">memilih jalan hidup</a>. Untuk yang terakhir ini, banyaknya varian pilihan yang terbentang kadang membuat kita harus berpikir dua, tiga, atau mungkin berpuluh-puluh kali untuk memilih mana yang terbaik untuk kita. Kadang kala kita menjadi sok tau dan sok mengerti mana yang kira-kira terbaik untuk kita. Padahal bisa saja ternyata pilihan itu justru membuat kita jungkir balik &#8216;di sana&#8217;.</p>
<p>Dalam hal ini, Allah telah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 216 yang artinya:</p>
<p><em>&#8220;Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.&#8221;</em></p>
<p><a title="Blognya Kang Habib" href="http://yakinku.wordpress.com/" target="_blank">Kang Habib</a> juga pernah bilang bahwa proses kita memilih diibaratkan seperti memilih sebuah tongkat. Begitu banyak tongkat yang ada di depan mata kita. Ketika kita memilih sebuah ujung tongkat, maka ujung yang sana akan mengikuti, tak bisa memilih lagi. Demikian pula hidup, kita bisa membuat ‘pilihan’, tapi konsekuensi logis di akhirat tak akan ada pilihan lagi.</p>
<p>Yang lebih parah malah tak jarang kita membiarkan pilihan untuk kita di tangan orang lain. Dengan kata lain, membiarkan orang lain yang memilih jalan hidup kita. Misalnya, membiarkan teman atau sahabat untuk memilih kegiatan untuk kita. Klo teman begini ya kita ikut begini, klo teman begitu ya kita ikut begitu. Nah, tipe yang ikut arus ini yang bahaya. Iya klo yang diikutin itu bener, lha klo salah, siyapa yang mau tanggung jawab ?! <a title="Temanku Mati Terbakar" href="http://www.dudung.net/artikel-islami/temanku-mati-terbakar.html" target="_blank">Bisa berabe kan urusannya</a>.</p>
<p><span id="more-234"></span>Dalam proses pilih-memilih ini, mungkin kita mesti tau dulu mana yang benar dan mana yang salah. Pilihan benar-salah di sini tidak lagi subjektif, karena kita udah punya tuntunan yang pas untuk dipercaya dan dijamin ga bakal salah. Yah, apalagi klo bukan Al-Qur&#8217;an dan Sunnah.</p>
<p>Masalahnya, sering kali di depan kita sudah terpampang dengan sangad jelas sebuah kebenaran yang nyata, tapi kita susah untuk mengikutinya. Misalnya suatu ketika ada teman kita yang mengajak untuk suatu kebaikan. Tapi di sisi lain, sahabat kita yang lain malah mengajak untuk mendzalimi orang tersebut. Di sini telah terlihat mana yang benar dan mana yang salah. Bahkan tak disangkal klo sudah ada slentingan halus dalam hati kecil kita untuk menolaknya. Namun atas nama &#8216;setia kawan&#8217;, akhirnya kita mengikuti ajakan sahabat kita tersebut. Nah lho, udah menggantungkan pilihan hidup pada orang lain, pilihannya salah pula. Ck ck ck&#8230; <img src='http://www.aditdanniez.com/wp-content/plugins/smilies-themer/YM/33.gif' alt='[-(' class='wp-smiley' title="gambar Tua itu Pasti, Dewasa itu Pilihan" /> </p>
<p>Menurut buku <em>Laa Tahzan for Muslimah</em>, susahnya kita untuk memilih yang benar ini berhubungan juga dengan kebersihan hati kita. Dalam buku tersebut hati kita dianalogikan seperti sebuah cermin. Cermin yang jernih dan selalu dirawat akan dengan mudah menerima cahaya dan memantulkannya. Namun cermin yang berkarat dan tak terawat akan susah untuk menerima cahaya apalagi memantulkannya. Padahal bisa jadi cahaya tersebut udah dipancarkan dengan daya yang sangat besar.</p>
<p><em>&#8220;Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai daripadanya.&#8221;</em> demikianlah Allah berfirman dalam surat Al-A&#8217;raf ayat 146.</p>
<p>Uhuhuu&#8230; Mudah-mudahan hati kita termasuk cermin yang jernih dan terawat yah.</p>
<p>Kesalahan dalam memilih jalan hidup ini ternyata dipengaruhi juga oleh tingkat kedewasaan seseorang. Dalam Islam, seseorang dianggap sudah dewasa ketika telah mengalami mimpi basah (<em>ikhtilam</em>) untuk pria dan menstruasi (<em>haid</em>) untuk wanita. Adit-ku bilang klo definisi yang paling sederhana untuk &#8216;dewasa&#8217; adalah mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Setelah membedakan salah-benarnya, seorang yang dewasa akan mampu berpikir jernih untuk memilih jalan hidupnya.</p>
<p>Dulu ustadz saya juga pernah bilang klo salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada kita adalah kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan nikmat tersebut seoptimal mungkin.</p>
<p>Sebuah iklan rokok menyampaikan tagline: <a title="...namun dewasa itu kebutuhan" href="http://melati-asih.web.ugm.ac.id/2006/02/02/teropong-kedewasaan-bag-2/" target="_blank">Tua itu Pasti, Dewasa itu Pilihan</a>. Tagline ini memang berdasar pada kenyataan bahwa sangad banyak manusia yang sudah dewasa dalam hitungan umur (baca: tua), namun masih belum dewasa dalam hal pemikiran, sikap, dan pilihan hidup. Tengok saja berapa banyak orang masih melakukan hal-hal mubadzir di ujung usianya. Harusnya kita sadar bahwa waktu kita selalu dihitung mundur dengan setiap helaan nafas. Huuh&#8230;</p>
<p><strong>Jadi, ketika di depan mata kita sudah ditunjukkan mana yang haqq dan mana yang bathil, adakah pilihan untuk kita memilih selain yang haqq ?? Bersikaplah dewasa, teman. <img src='http://www.aditdanniez.com/wp-content/plugins/smilies-themer/YM/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' title="gambar Tua itu Pasti, Dewasa itu Pilihan" /> <br />
</strong></p>
<p><span style="color: #c0c0c0;"><em>Jah, bicara apa sih saya ini ?? Masih anak kmaren sore kok udah sok-sokan ngomongin soal dewasa. Ngaca dulu tuh. Uhuhuu&#8230;</em></span></p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>*gambar diambil dari <a href="http://priyadi.net/" target="_blank">sinih</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/tua-itu-pasti-dewasa-itu-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>92</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satu, Dua, Tiga, atau Empat&#8230;</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/satu-dua-tiga-atau-empat/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/satu-dua-tiga-atau-empat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 15:39:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini saya sedang mencoba untuk mengingat-ingat kembali masa lalu saya dan dialog-dialog yang terekam di memori otak saya (halah&#8230;). Ah ya, karena tulisan ini mengangkat topik yang mungkin sedikit sensitif, jadi sebelum berkomentar dimohon untuk membaca tulisan ini dengan baik yah (berikut tautan link). Selain itu, tulisan ini tidak saya maksudkan untuk membela salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini saya sedang mencoba untuk mengingat-ingat kembali masa lalu saya dan dialog-dialog yang terekam di memori otak saya (halah&#8230;). Ah ya, karena tulisan ini mengangkat topik yang mungkin sedikit sensitif, jadi sebelum berkomentar dimohon untuk membaca tulisan ini <abbr title="Nggak fast reading maksudnya...">dengan baik</abbr> yah (berikut tautan link). Selain itu, tulisan ini tidak saya maksudkan untuk membela salah satu pihak laki-laki dan/atau perempuan, namun saya memandang topik ini dari segi <abbr title="Banyak kaum wanita yang sampai menolak keberadaan ayat yang menyinggung topik ini.">pengingkaran</abbr> terhadap ayat-Nya, bukan kepentingannya. Okeh, selamat membaca! Peace, love, and gaul&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2008/11/4-hati.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-142" title="empat-hati" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2008/11/4-hati.jpg" alt="Satu, Dua, Tiga, atau Empat..." width="400" height="300" /></a></p>
<p>Siang itu, di sebuah mobil yang sedang melaju pelan dimana saya duduk di bangku belakang&#8230;</p>
<p>Di bangku depan, ada seorang wanita yang mungkin sudah berumur namun masih terlihat kemayu dan bugar. Beliau menoleh ke arah saya dan bertanya,</p>
<p>&#8220;Tadi beli buku apa toh, Dit?&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh, ini Bu&#8230; Umur &amp; Silsilah Para Nabi,&#8221; saya jawab santai sambil terus melirik ke paragraf yang saya baca.</p>
<p>&#8220;Isinya tentang apa toh?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya tentang usia-usia para nabi sama kisah-kisah yang mungkin belum pernah kita denger,&#8221; saya masih mencoba fokus untuk sambil membaca.</p>
<p>&#8220;Kisah yang belum pernah didenger yang kayak gimana maksudnya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Misalnya Nabi Adam yang memberikan jatah umurnya untuk Nabi Daud&#8230;&#8221;</p>
<p><span id="more-127"></span>Dilihat dari mimik serius beliau, saya rasa beliau masih ingin mendengarkan penjelasan saya, maka saya melanjutkannya,</p>
<p>&#8220;Terus, <a href="http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihattarikh&amp;id=84" target="_blank">Nabi Daud</a> yang memiliki 99 orang istri dan Nabi Sulaiman yang memiliki 700 orang istri,&#8221;</p>
<p>&#8220;<a href="http://yakinku.wordpress.com/2008/05/01/istri-hebat/" target="_blank">Poligami</a>?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, Bu&#8230;&#8221; saya menjawab sambil mencoba melihat raut wajah beliau lewat pantulan kaca mobil.</p>
<p>&#8220;Dasar stress!&#8221;</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Hmm&#8230; Mendengar itu jantung saya serasa berdetak (ya iyalah). Saya mencoba untuk merekonstruksi dialog itu di dalam memori otak saya yang terbatas kemampuannya ini. Saya sedikit sedih dan bergetar (soalnya mobilnya baru aja lewatin jegongan) mendengar dan kembali mengingatnya.</p>
<p>Saya diam sebentar sambil menutup buku itu dan melihat cover buku yang terlihat cantik itu. Kembali terlintas dialog-dialog serupa yang pernah saya dengar dari orang lain. Saya pikir gak semuanya bisa melakukan itu. Untuk suami yang akan berpoligami pun harus memenuhi syarat yang amat ketat agar bisa melaksanakan niatnya itu, <abbr title="Ini yang harus diperhatikan!">terlebih lagi untuk berlaku adil</abbr>. Dan gak semuanya yang mereka (penggugat) bilang itu benar, tapi memang kenyataan bahwa wanita memiliki fitrah untuk tidak mau dimadu.</p>
<p>Tidak menginginkan terjadinya poligami sih mungkin boleh saja, hanya saja jangan sampai pada taraf <a href="http://quran.al-islam.com/Targama/DispTargam.asp?nType=1&amp;nSeg=0&amp;l=ind&amp;nSora=7&amp;nAya=40&amp;t=ind" target="_blank">penolakan</a> atau pendustaan <a href="http://quran.al-islam.com/Targama/DispTargam.asp?nType=1&amp;nSeg=0&amp;l=ind&amp;nSora=4&amp;nAya=3&amp;t=ind" target="_blank">ayat-Nya</a>. Eits, Tapiii&#8230; Ada tapinya nih! Walau demikian, para <abbr title="Istri">wanita</abbr> pun bisa berjuang <a href="http://arsip.jilbab.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=599&amp;Itemid=1" target="_blank">agar tidak dimadu</a>. Hehe&#8230; Kalau link yang itu situsnya lagi off, silakan baca <a href="http://reenee-cute2003.blog.friendster.com/2007/07/agar-tidak-dimadu-oleh-suami/" target="_blank">dari sini</a> aja yah, isinya sama saja. Namun, seperti yang sudah saya tuliskan di paragraf pembuka, saya tidak bermaksud untuk membela kepentingan dan keuntungan salah satu pihak baik laki-laki atau perempuan, tapi saya hanya memfokuskan perhatian pada tindakan pengingkaran ayat-Nya saja.</p>
<p>Lalu gimana dengan yang gak suka atau malah sampe mati-matian menentang <abbr title="Al-Qur&#039;an-Hadits">hukum dasar</abbr> beristri lebih dari satu asal sudah memenuhi segala persyaratan yang mungkin tidak akan bisa dipenuhi oleh sebagian besar laki-laki? Ah, denger-denger sih, itu mah udah dibilangin berabad-abad yang lalu sama Rasulullah sendiri kalo nanti akan tiba suatu masa dimana umatnya sendiri justru merasa asing dengan ajaran-Nya. Bahkan, katanya lagi nih, banyak yang bilang kalau Rasulullah itu gila! Hmm&#8230; Mungkin nanti banyak juga yang menganggap bahwa saya itu gila dan mencaci maki saya karena tulisan ini. Ehehe&#8230; Enjoy aja man, don&#8217;t be kapok yah&#8230;</p>
<p>Terus, gimana dengan saya? Yah, kalo saya sih cuma kepingin dapet keluarga yang dilingkupi dengan ketenangan, kebahagiaan, dan kasih sayang. Ehehehe&#8230; Lalu gimana dengan niez-ku sendiri? Kalo mau tau, bisa diliat kok di <a href="http://www.aditdanniez.com/2008/11/27/satu-dua-tiga-atau-empat/?cp=all#comment-187" target="_blank">komentarnya</a>&#8230;</p>
<p>Cekkkiiiit&#8230; Tiba-tiba mobil mengerem mendadak sejalan dengan teriakan beliau yang baru saja berdialog dengan saya tadi, &#8220;Awas itu ada <abbr title="Motor">Honda</abbr>!&#8221;</p>
<p>Sempat buyar pikiranku dibuatnya. Mobil pun kembali berjalan perlahan dengan derap halus suara mesinnya. Saya melihat pemandangan sekitar di luar jendela mobil sambil terus meyakini bahwa Ia pasti memiliki tujuan dan hikmah dibalik semua ketetapan-Nya.</p>
<p>Pasti&#8230;</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Gambar kartu empat hati diambil dari <a href="http://flickr.com/photos/lonelyradio/843710366/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p><strong>Sssttt&#8230; Tulisan ini ada link-nya. Sebenernya sih rahasia, tapi tak kasih liat aja deh. Jangan kasih tau siapa-siapa lho yah&#8230;<br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/satu-dua-tiga-atau-empat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>85</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semangkuk Saja</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/semangkuk-saja/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/semangkuk-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 11:57:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Dilihat dari judul dan gambar di bawah ini apakah terlintas di pikiran bahwa tulisan ini ialah tulisan kuliner? Hehe&#8230; Tulisan ini gak bahas soal makanan kok. Selamat membaca&#8230; Gak tau apa yang saya pikirin, tiba-tiba saya teringat akan si kancil yang nemplok di kepala saya. Sebuah dongengan masa kecil saya dulu. Saya masih inget betul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dilihat dari judul dan gambar di bawah ini apakah terlintas di pikiran bahwa tulisan ini ialah tulisan kuliner? Hehe&#8230; Tulisan ini gak bahas soal makanan kok. Selamat membaca&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2008/11/opor-ayam.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-108" title="opor-ayam" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2008/11/opor-ayam.jpg" alt="Semangkuk Saja" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Gak tau apa yang saya pikirin, tiba-tiba saya teringat akan si kancil yang nemplok di kepala saya. Sebuah dongengan masa kecil saya dulu. Saya masih inget betul sewaktu saya TK dijejali guru dengan dongeng-dongeng seperti itu. Si kancil yang tukang nyuri ketimun itu digambarkan sebagai sosok yang &#8220;cerdik&#8221;. Kerjaannya cuma gangguin si petani aja, nggak ada habisnya itu akal si kancil untuk mengelabui petani. Dulu saya suka sekali dengan cerita si kancil itu, sampai-sampai saya pernah mengikuti lomba mewarnai si kancil. Hehehe&#8230;</p>
<p>Tapi semakin saya ngelamun ngelindur, kok tiba-tiba ada satu kalimat tanya yang terlintas yah. Sebenarnya apa yang bisa dijadikan contoh kebaikan dari si kancil? Guru-guru dan juga para pendongeng kancil lainnya menggambarkan bahwa si kancil merupakan sosok yang cerdik. Khayalan anak kecil pun dibawanya terombang-ambing ke dalam dunia semunya masing-masing hingga pada akhirnya tertanam pada benak sang anak dalam cerita itu bahwa si kancil adalah jagoannya, dan si petani adalah penjahatnya. Ahahaha&#8230; Pengalaman pribadi ini&#8230;</p>
<p>Ehm&#8230; Kok saya malah nyeritain si kancil sih. Lha terus hubungannya apa sama gambar opor itu?? Okeh, langsung aja ke tujuannya. Serius dikit. Dikit ajah&#8230; Bicara soal cerdik, saya jadi ingat cerita dari om saya ketika di depan kami ada hidangan yang berupa opor ayam sewaktu lebaran kemarin. Om saya itu bercerita tentang teman kerjanya yang memiliki istri cerdik yang punya profesi paling mulia dan paling berkah dari profesi apapun.</p>
<p><span id="more-84"></span>Hee, profesi apa sih emangnya? Itu loh, hoswev! Eh, aduh gimana yah nulis boso Inggrisnya?? Halah, sok dikeren-kerenin. Bilang aja ibu rumah tangga gitu! Hu&#8217;uh&#8230; <a href="http://muslimah.or.id/nasihat-untuk-muslimah/bangga-menjadi-ibu-rumah-tangga.html" target="_blank">Ibu rumah tangga</a>, yang mungkin sebagian besar wanita merasa malu untuk mengambil profesi ini, denger-denger merupakan <a href="http://www.kaunee.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=303:menjadi-ibu-rumah-tangga-berani&amp;catid=106:school-of-life&amp;Itemid=88" target="_blank">profesi wanita</a> <a href="http://tipis.web.id/2007/12/21/pekerjaan-surga/" target="_blank">paling mulia</a> dibanding semua profesi yang ada.</p>
<p>Jadi begini ini loh ceritanya&#8230;</p>
<p>Si suami dan istri tersebut sedang berbincang sambil menyantap makanan paginya. Setelah itu suami berpesan pada istri sebelum berangkat ke kantor. Lokasi kantornya cukup jauh dari rumah mereka yang tidak terletak di daerah perkotaan. Ya, mungkin bisa dibilang terletak di pelosok-pelosok Jakarta gitu.</p>
<p>Kebetulan keluarga yang insya Allah <a href="http://yakinku.wordpress.com/2008/10/14/ukuran-berhasil-sebuah-pernikahan/" target="_blank">berbahagia</a> itu baru saja menikah dan belum dikaruniai anak. Ahh&#8230; Enak kali yah saat-saat baru saja menikah seperti itu. Jadi kepingin nih. Hehehe&#8230; Lanjut dulu ah ceritanya.</p>
<blockquote><p>Mi, ini aku berikan uang lima ribu rupiah untuk makan malam nanti. Aku mau dibikinin opor ayam ya!</p></blockquote>
<p>Haah! Gak salah? Secara reflek saya bertanya seperti itu ke om saya yang menceritakan. Lima ribu rupiah untuk membuat opor ayam dengan porsi berdua? Hmm&#8230; Jadi teringat kalau di <abbr title="Kelapa Gading">tempat saya</abbr> saja harga juz alpukat rata-rata tujuh ribu rupiah. Yah, memang terlalu mahal sih bila dibandingkan dengan di dekat rumahnya niez-ku yang cuma tiga ribu rupiah. Mungkin memang biaya hidup di Jakarta jauh lebih tinggi dibanding kota lainnya.</p>
<p>Mendengar itu saya sudah memperkirakan apa yang akan diucapkan istri setelah suami berpesan seperti itu. Yah, minimalnya sama seperti pertanyaan reflek saya tadi. Tapi sepertinya dugaan saya meleset.</p>
<p>Singkat cerita, om saya bilang kalau ternyata si istri berhasil menjalankan amanah itu. Dengan uang lima ribu rupiah, si istri membuatkan opor ayam hanya dengan membeli 2 pasang ceker ayam! Dan ketika disuguhkan makanan itu kepada suaminya pun, ternyata suaminya tidak protes walau hanya semangkuk opor ceker ayam saja. Justru si suami semakin yakin kalau ternyata istrinya itu mampu mengemban segala amanah yang ia berikan tanpa keluh kesah. Mungkin itu ya yang dimaksud dengan banyak bertindak sedikit berbicara.</p>
<p>Sepertinya nyaman sekali ya punya keluarga yang memiliki sikap <a href="http://jilbab.or.id/archives/27-qanaah-sifat-mulia-yang-harus-di-miliki-para-istri/" target="_blank">qana&#8217;ah</a>, yaitu merasa cukup atau menerima apa adanya dengan apa yang dimiliki. Tidak hanya istri, tapi suaminya pun juga memiliki sikap yang sama. Tapi mungkin yang perlu digarisbawahi, dalam kasus <a href="http://burdah25.multiply.com/journal/item/117/Kiat_Memilih_Teman" target="_blank">pergaulan</a>, sikap menerima apa adanya disini bukan berarti menerima segala keburukan secara bulat-bulat. Ah, saya jadi keinget tentang sikap suami yang berubah karena sikap qana&#8217;ah istri terhadap sebuah <a href="http://nurhandayani.wordpress.com/2008/10/21/sandal-jepit-isteriku/" target="_blank">sandal jepit</a>. Hmm&#8230; Sebagai seorang calon suami, saya jadi pengin segera mempraktekkan untuk berkeluarga. Halah halah, udah kebelet nih yee&#8230;</p>
<p>Rasulullah pernah berpesan kepada seluruh <abbr title="muslimah">wanita dan istri</abbr> untuk <a href="http://muslimah.or.id/nasihat-untuk-muslimah/menjaga-kehormatan-wanita-muslimah.html" target="_blank">menjaga kehormatan</a> dan menutup mata bila melihat sesuatu yang tidak mungkin bisa <abbr title="Harta kemewahan dan sebagainya">diraih</abbr>. Lihatlah ke bawah, masih banyak yang lebih menderita dibanding diri ini. Maka akan kau temui dirimu menjadi orang yang mudah mensyukuri nikmat-Nya.</p>
<p>Ah, tapi kok ngeliat gambar opornya saya jadi kepingin makan ya. Ada yang bikin opor ayam? Saya mau ya. Semangkuk opor ceker saja juga gak apa, insya Allah. Hehehe&#8230;</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Gambar opor ayam pada tulisan ini diambil dari <a href="http://www.flickr.com/photos/eviljungleprince/124983766/" target="_blank">sini</a>.<br />
<strong>Ehh, ati-ati ya. Banyak tautan link sama jebakannya. Ini rahasia kita aja lho! Ssstt&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/semangkuk-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
