<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>aditdanniez.com &#187; Ruang Qalbu</title>
	<atom:link href="http://www.aditdanniez.com/kanal/ruang-qalbu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aditdanniez.com</link>
	<description>di sini tempat kami berteduh...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2012 16:44:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Sayōnara&#8230; Zàijiàn&#8230; Ciao&#8230;</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/sayonara-zaijian-ciao/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/sayonara-zaijian-ciao/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 17:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=1163</guid>
		<description><![CDATA[Friendster, MySpace, Orkut, Facebook, Twitter, dan kini Google+ Oke, silakan sebut lainnya yang saya tidak tau. Semakin sering saya berurusan dengan jejaring itu, semakin sering juga saya bertemu dengan orang-orang di jejaring dengan berbagai karakter, kekurangan maupun kelebihannya. Ada yang isinya cuma termehek-mehek persis kyk acara di TV itu, ada yang wall nya dipenuhi umpatan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Friendster, MySpace, Orkut, Facebook, Twitter, dan kini Google+</p>
<p>Oke, silakan sebut lainnya yang saya tidak tau. Semakin sering saya berurusan dengan jejaring itu, semakin sering juga saya bertemu dengan orang-orang di jejaring dengan berbagai karakter, kekurangan maupun kelebihannya.</p>
<p>Ada yang isinya cuma termehek-mehek persis kyk acara di TV itu, ada yang wall nya dipenuhi umpatan, keluhan dan caci maki, ada yg timeline nya cuma berisi curhatan hati yang tidak pada tempatnya. Semua itu membuat hati ini semakin berkarat rasanya. Walau ada juga yg mencoba tuk memberi inspirasi dan penyejuk hati.</p>
<p>Batas-batas privasi sudah semakin samar. Rahasia keluarga diumbar, hal-hal gak penting ditulis, sampe omongan tanpa ilmu pun dianggapnya menarik untuk disebarkan. Jumlah status atau tweet dan juga follower atau friend dibangga-banggakan.</p>
<p><span id="more-1163"></span>Pokoknya, tiap berapa menit pegang BB atau smartphone, cek ke jejaring itu. Begitu seterusnya. Entah kalau diakumulasikan, dalam satu hari berapa waktu yang terbuang hanya sekedar untuk menggenggam BB atau device lainnya dan memperhatikan isi layar yang ada. Berharap-harap dan menanti apakah ada status baru yang masuk atau tidak.</p>
<p>Tong kosong nyaring bunyinya, peribahasa itu masih saya pegang erat-erat. Termasuk di jejaring itu. Semakin banyak &#8216;berbicara&#8217; di jejaring dan semakin banyak respon yang masuk membuat diri seakan-akan menjadi orang penting yang tiap &#8216;perkataannya&#8217; bak pidato presiden di masa orde baru dulu yang wajib disiarkan seluruh stasiun TV.</p>
<p>Mengumpat, menjelekkan, dan menyindir lewat jejaring hanya akan menunjukkan kekerdilan jiwa si pengumpat. Berdalih untuk mengingatkan, tapi lewat jalur umum yang bisa dibaca banyak orang dan secara tak lansung mempertontonkan aib orang? Kerdil!</p>
<p>Dengan banyaknya teman dan respon yang masuk juga, kecenderungan akan kesenangan diri untuk dipuji dan diperhatikan atau minta dipehatikan sesama pengguna jejaring akan semakin meningkat dibandingkan dengan meminta perhatian Sang Pencipta otak si pembuat jejaring-jejaring itu.</p>
<p>Deactivate account? Sementara ini mungkin tidak. Hanya mengurangi intensitas sepertinya. Sayōnara&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/sayonara-zaijian-ciao/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Titik</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/titik/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/titik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 08:25:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=1156</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kamu merasa berada dalam titik terendah dalam hidupmu, Apa yang kamu lakukan? Ketika kamu merasa berada dalam titik tertinggi dalam hidupmu, Apa yang kamu lakukan? Dan ketika kamu merasa mampu memposisikan titik dalam hidupmu, Mana yang akan kau pilih? Ketika kamu berada dalam titik gelap dalam hidupmu, Apa yang kamu lakukan? Ketika kamu berada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika kamu merasa berada dalam titik terendah dalam hidupmu,<br />
Apa yang kamu lakukan?</p>
<p>Ketika kamu merasa berada dalam titik tertinggi dalam hidupmu,<br />
Apa yang kamu lakukan?</p>
<p>Dan ketika kamu merasa mampu memposisikan titik dalam hidupmu,<br />
Mana yang akan kau pilih?</p>
<p>Ketika kamu berada dalam titik gelap dalam hidupmu,<br />
Apa yang kamu lakukan?</p>
<p>Ketika kamu berada dalam titik terang dalam hidupmu,<br />
Apa yang kamu lakukan?</p>
<p>Dan ketika kamu merasa mampu menentukan titikmu,<br />
Mana yang akan kau pilih?</p>
<p>Titik itu&#8230; Bisa mengakhiri, tapi bisa juga mengawali&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/titik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kata Hati</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/kata-hati/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/kata-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 14:25:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=892</guid>
		<description><![CDATA[Satu persatu hari berganti, minggu terus bergulir, bulan dan tahun bergantian. Aduhai Rabbi, keimanan seorang hamba-Mu ini mengalami perubahan, naik-turun tak menentu.. Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku agar tetap konsisten dalam dien-Mu dan dalam ketaatan kepada-Mu. . Gambar dipinjam dari sini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu persatu hari berganti, minggu terus bergulir, bulan dan tahun bergantian. Aduhai <em>Rabbi</em>, keimanan seorang hamba-Mu ini mengalami perubahan, naik-turun tak menentu.<span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ffffff;"><a style="color: #ffffff;" href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2010/12/heart-leaf.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-903" style="border: 1px solid #ceb8a3; padding: 1px;" title="Kata Hati" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2010/12/heart-leaf.jpg" alt="Kata Hati" width="380" height="215" /></a> </span></p>
<p>Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku agar tetap konsisten dalam <em>dien</em>-Mu dan dalam ketaatan kepada-Mu.</p>
<p><span style="color: #ffffff;"><span id="more-892"></span>.</span></p>
<p>Gambar dipinjam dari <a href="http://www.flickr.com/photos/82112002@N00/1697348084/in/photostream/" target="_blank">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/kata-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wajar, Sah, dan Boleh Saja&#8230;</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/wajar-sah-dan-boleh-saja/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/wajar-sah-dan-boleh-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 07:08:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=991</guid>
		<description><![CDATA[Jujur, sebenarnya saya dari dulu sangat menghindari topik soal aliran-aliran sesat di Indonesia untuk dituliskan. Tapi entah kenapa sekarang ini rasanya sudah sangat berlebihan. Tak perlu saya jelaskan isu hangatnya kan? Khususnya namun tidak terbatas pada persoalan seputar Ahmadiyah itu. Intinya, saya setuju. Sangat setuju bahkan kalau Ahmadiyah diklasifikasikan sebagai aliran sesat di Indonesia. Kecuali kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jujur, sebenarnya saya dari dulu sangat menghindari topik soal aliran-aliran sesat di Indonesia untuk dituliskan. Tapi entah kenapa sekarang ini rasanya sudah sangat berlebihan. Tak perlu saya jelaskan isu hangatnya kan? Khususnya namun tidak terbatas pada persoalan seputar Ahmadiyah itu.</p>
<p>Intinya, saya setuju. Sangat setuju bahkan kalau Ahmadiyah diklasifikasikan sebagai aliran sesat di Indonesia. Kecuali kalau mereka dengan jelas dan lantang mengatakan kalau mereka bukan bagian dari Islam dan berlepas diri dari padanya, mungkin itu jadi urusan lain. Seperti yang terjadi di negara asalnya, Pakistan, di mana Ahmadiyah sudah berlepas diri dari Islam. Dan kalau sampai itu terjadi maka jelas sudah bahwa Ahmadiyah bukan agama <em>samawi</em>, tapi <em>ardhi</em>. Dan orang sebodoh apa yang meyakini sebuah agama <em>ardhi</em> sebagai jalan hidup keselamatan dunia-akhirat? Mungkin bisa selamat di dunia, tapi di akhirat? Penting untuk ditegaskan.</p>
<p>Tapi, walau begitu saya tidak setuju. Sangat tidak setuju kalau cara-cara yang digunakan untuk &#8216;membasmi&#8217; alirannya seperti itu. Kekerasan fisik, pengrusakan, bahkan sampai pembunuhan.</p>
<p><span id="more-991"></span>Kalau seperti ini Yahudi dan Nasrani bakal tertawa-tawa, sukses menjalankan skenarionya. Bahkan meluas hingga ke lingkup global dari yang tadinya hanya di <a href="http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1208475551" target="_blank">lingkup kecil</a> di Lahore. <em>*Untuk menghindari bias makna, lihat komentar saya <a href="http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/wajar-sah-dan-boleh-saja/comment-page-1/#comment-2522">di sini</a>.</em></p>
<p>Apakah pantas seorang yang sudah tidak berdaya dan tidak bersenjata masih terus dihabisi? Apakah pantas sekelompok muslim sambil berteriak-teriak lantang <em>&#8220;Allahu Akbar</em>&#8221; merusak dan membakar apapun yang dilewatinya?</p>
<p>Yang ada malah justru aliran-aliran seperti Ahmadiyah itu yang akan mendapatkan simpati dan dukungan dari kalangan banyak. Simpati, sebuah cara (yang otomatis dijalankan karena ajarannya yang memang demikian) yang justru dahulu digunakan Rasulullah sendiri untuk menyampaikan ajaran-Nya.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Suatu ketika khalifah Abu Bakar mengantarkan pasukan perang di bawah pimpinan Yazid bin Abu Sufyan. Abu bakar kemudian mengingatkan:</p>
<p><em>Aku berpesan kepadamu agar bertaqwa kepada Allah. Berjuanglah pada jalan Allah, dan perangilah siapa yang mengkufuri Allah, karena Allah senantiasa akan memenangkan agama-Nya! <strong>Jangan berbuat aniaya</strong>, jangan berkhianat, jangan melarikan diri, <strong>jangan membuat kerusakan di muka bumi</strong>, jangan mendurhakai perintah pemimpin. Jika kamu berhadapan dengan musuh dari kaum musyrik itu, insya Allah nanti, <strong>maka serulah mereka kepada tiga perkara</strong>. Jika mereka setuju, terimalah dari mereka dan jangan memerangi mereka lagi!</em></p>
<p><em>Mula-mula serulah mereka kepada Islam! Jika mereka setuju memeluk Islam, terimalah mereka dan berhenti memerangi mereka.</em></p>
<p><em>Kemudian, ajaklah mereka berpindah dari tempat mereka itu ke negeri Islam, tempat orang yang berhijrah. Jika mereka mau datang, beritahulah mereka bahwa mereka akan mendapat hak sesuai dengan hak yang didapati oleh kaum muhajirin, dan atas mereka hak sesuai dengan hak yang ditanggung oleh kaum muhajirin. Tetapi jika mereka menerima Islam, lalu mereka memilih hendak menetap di negeri mereka sendiri, tidak sanggup untuk berhijrah ke negeri tempat menetapnya kaum muhajirin, maka hendaklah kamu memberitahu mereka bahwa mereka akan dikenakan syarat seperti yang dikenakan atas kaum Arab yang lain yang mendiami negeri mereka. Mereka wajib menerima hukum-hukum Allah yang difardhukan atas semua kaum mukminin, mereka tidak akan diberikan hasil ghanimah, sehingga mereka mau berjuang bersama-sama kaum muslimin.</em></p>
<p><em>Jika mereka enggan memeluk lslam, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa mereka wajib membayar jizyah. Jika mereka setuju membayar jizyah, terimalah dari mereka dan berhenti memerangi mereka.</em></p>
<p><em>Jika itu juga mereka enggan menerima, maka mohonlah bantuan Allah untuk memerangi mereka, dan teruskanlah perjuangan kamu insya Allah! <strong>Tetapi janganlah memotong pepohonan</strong>, <strong>jangan membakarnya</strong>, <strong>jangan membunuh binatang-binatang</strong>, <strong>jangan menebas pepohonan buah</strong>, <strong>jangan robohkan rumah kediaman</strong>, <strong>jangan membunuh anak-anak kecil, orang tua, dan wanita (yang tidak berperang atau sudah tidak berdaya)</strong>. <strong>Dan jika kamu dapati orang yang menyembunyikan dirinya di dalam gereja atau rumah agama, maka jangan kamu mengganggu mereka, dan biarkanlah mereka dalam keadaan mereka itu</strong>. Dan kamu akan dapati dari kumpulan ini yang bertopengkan agama, yang menyediakan tempat untuk syaitan bersarang di kepalanya, maka jika kamu dapati orang serupa ini (yang memerangimu-red), hendaklah kamu tebas kepala mereka, insya Allah!</em></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Lalu gimana dengan isu-isu Hak Asasi Manusia dan sikap menghargai? Hah, buat saya pribadi sekarang ini yang namanya HAM atau sikap menghargai udah kebablasan pol. Sudah menjurus kepada hedonisme, permisivisme, dan ujung-ujungnya sekulerisme. Udah gak jelas batas antara halal dan haram, mana yang benar dan salah.</p>
<p>Ya setau saya yang namanya salah dan menyesatkan itu bukan untuk dihargai ataupun dilindungi hak-hak asasinya untuk terus menyesatkan, tapi untuk diluruskan.</p>
<p>Tak terkecuali dengan Ahmadiyah dan yang serupa itu. Apa karena alasan HAM dan sikap menghargai ajaran yang seperti ini dibiarkan bebas melanglang buana menyesatkan banyak orang?</p>
<blockquote><p>Jangan campur adukkan masalah agama dengan kehidupan!</p></blockquote>
<p>Sering denger itu kan? Itu akibatnya dari HAM dan sikap menghargai yang kebablasan. Tapi kita ini orang Indonesia, yang sejak kecil selalu diajari dari buku teks pelajaran sekolah untuk saling &#8216;menghargai&#8217; dan &#8216;tenggang rasa&#8217;. Ya begini nih, apa-apa dibilang HAM. Mending saya makan tuh HAMburger.</p>
<p>Sekarang apa-apa jadi serba wajar, serba boleh, dengan kedok gaul dan modernisme. Tapi apapun itu alasannya, yang namanya berhubungan suami-istri dengan istri orang lain jelas tidak bisa dibenarkan. Mau pake dalil dan pembelaan apapun juga gak akan pernah dapat suatu kesimpulan kalau itu adalah perbuatan yang wajar dan diperbolehkan. Mau pake dalil agama juga nanti ujung-unjungnya bakal keluar ucapan yg kayak kutipan di atas itu. <em>#eh, kok malah ngomongin ini&#8230;</em></p>
<blockquote><p>Kan suka sama suka? Ya biarin aja sih. Bukan urusan lo ini&#8230;</p></blockquote>
<p>Ah, kayak binatang aja suka sama suka terus main langsung embat&#8230;</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Catatan:</strong></span></p>
<ol>
<li>Udah lama saya gak nulis yang <em>hardcore</em> gini.</li>
<li>Peace, love, and gaul.</li>
<li>Hanya menggambarkan opini pribadi saja. Adalah wajar, sah, dan boleh saja memiliki pemikiran yang berbeda. Ya seperti judul tulisan ini.</li>
<li>Beberapa hari ke depan mungkin web ini akan sedikit susah diakses dan mungkin tidak stabil. Jangan khawatir, bukan sabotase, karena Insya Allah saya akan memindahkan blog ini ke hosting lain dan butuh waktu propagasi untuk kembali bisa diakses secara normal.</li>
<li>Wassalam,</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/wajar-sah-dan-boleh-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terlalu Semangat</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/terlalu-semangat/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/terlalu-semangat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2011 03:55:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=962</guid>
		<description><![CDATA[Kadangkala, slogan atau teriakan yell-yell melecut kita untuk semakin menambah semangat, ghirah, tekad, keberanian, atau apapun itu namanya. Biasanya, kalo kata orang, semangat baru itu muncul kalo ada sesuatu yang baru. Entah itu namanya tahun baru, mobil baru, motor baru, dan baru-baru yang lainnya. Karena semangat, konon katanya tim nasional Indonesia bisa membalikkan kedudukan hingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kadangkala, slogan atau teriakan yell-yell melecut kita untuk semakin menambah semangat, <em>ghirah</em>, tekad, keberanian, atau apapun itu namanya.</p>
<p>Biasanya, kalo kata orang, semangat baru itu muncul kalo ada sesuatu yang baru. Entah itu namanya tahun baru, mobil baru, motor baru, dan baru-baru yang lainnya.</p>
<p>Karena semangat, konon katanya tim nasional Indonesia bisa membalikkan kedudukan hingga menang 2-1 dari tim nasional Malaysia, walau pada akhirnya harus mengakui tim lawan yang menjadi juara Piala AFF 2010.</p>
<p>Karena saking semangat mengurus calon bibit-bibit unggul pula, pemimpin tertinggi kasta sepakbola di Indonesia kabarnya terus berada di atas. Udah kayak haji aja, bisa naik tapi gak bisa turun.</p>
<p>Pun dengan beribadah, semangat harus selalu ditunjukkan saat kondisi apapun. <em>Watch this! </em>Cukup di 30 detik pertama saja&#8230; <img src='http://www.aditdanniez.com/wp-content/plugins/smilies-themer/YM/1.gif' alt="Terlalu Semangat" class='wp-smiley' title="gambar Terlalu Semangat" /> </p>
<p><span id="more-962"></span></p>
<p><object width="405" height="329"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/e/mlAKBtksivg"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/e/mlAKBtksivg" type="application/x-shockwave-flash" width="405" height="329" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Kalo jamaahnya orang-orang tua yang sudah berumur, bisa rontok mungkin badannya. Ini kalo kata bung Rhoma, &#8220;Sungguh, ter la lu&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Abu Hurairah menceritakan, suatu ketika Rasulullah masuk ke dalam masjid. Tak lama kemudian masuk pula seorang laki-laki, lalu ia laksanakan shalat. Usai shalat, ia mendatangi Rasulullah sambil memberi salam.</p>
<p>Setelah menjawab salamnya, Rasul berkata, &#8220;Ulangi shalatmu karena sesungguhnya engkau belum shalat,&#8221;</p>
<p>Lelaki itu mengulang kembali shalatnya. Kemudian dia menghampiri Rasulullah sambil memberi salam.</p>
<p>&#8220;Wa&#8217;alaikumussalaam, ulang lagi shalatmu. Sesungguhnya engkau belum shalat,&#8221;</p>
<p>Akhirnya laki-laki itu mengulang shalat sampai tiga kali dan berkata, &#8220;Demi Allah yang telah mengutus engkau dengan agama ini, sesungguhnya aku belum tahu bagaimana cara shalat yang benar. Karena itu ajarilah aku,&#8221;</p>
<p>Rasulullah bersabda,<em> &#8220;Apabila engkau berdiri hendak shalat, bacalah takbir terlebih dahulu. Sesudah itu baca ayat-ayat Quran yang mudah bagimu. Sesudah itu ruku&#8217; sampai ruku&#8217; mu itu <strong>sempurna</strong> sekali. Setelah itu bangkit dari ruku&#8217; sampai engkau berdiri dengan <strong>sempurna</strong>. Kemudian sujud dengan <strong>sempurna</strong> sekali. Lalu duduk sampai dudukmu <strong>sempurna</strong> sekali. Berbuatlah seperti itu setiap kamu shalat,&#8221;</em><br />
(HR Muslim)</p>
<p>Mari sempurnakan shalat kita&#8230;</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><strong>Update:</strong><br />
Jangan tanya saya soal ini aliran apa. Jujur, saya pribadi menganggap kita yang mengaku bukan penganut aliran yang aneh-aneh terkadang -tanpa disadari- juga melakukan shalat yang seperti itu kan?</p>
<p>Pandangan saya pribadi terhadap video tersebut saya yakini bahwa itu bukanlah pelaku aliran-aliran sesat ataupun nyeleneh lainnya. Mungkin mereka hanya sedang memiliki urusan mendesak sehingga lupa akan satu rukun shalat, <em>tuma&#8217;ninah</em>. Namun demikian, sebisa mungkin minimal tetap harus diberitahu bukan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/terlalu-semangat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rasa itu Hilang</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/rasa-itu-hilang/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/rasa-itu-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2010 15:46:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=909</guid>
		<description><![CDATA[Hai kawan&#8230; Dapatkah engkau merasa, bahwa rasa itu kini telah hilang? Ingat-ingat lagi, coba&#8230; Coba resapi, lihat sekeliling kita. Adakah rasa yang dimaksud itu? Bila kau merasakannya katakan sekarang, apa rasa itu? Atau mungkin kita tak merasakannya? Kita lupa akan sebuah rasa, bahwa kematian selalu terasa semakin dekat menghampiri&#8230; . Gambar dipinjam dari sini. * [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hai kawan&#8230; Dapatkah engkau merasa, bahwa rasa itu kini telah hilang? Ingat-ingat lagi, coba&#8230; Coba resapi, lihat sekeliling kita. Adakah rasa yang dimaksud itu?</p>
<p>Bila kau merasakannya katakan sekarang, apa rasa itu? Atau mungkin kita tak merasakannya?</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2010/12/al-mawt.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-910" style="border: 1px solid #ceb8a3; padding: 1px;" title="al-mawt" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2010/12/al-mawt.jpg" alt="Rasa itu Hilang" width="370" height="277" /></a></p>
<p>Kita lupa akan sebuah rasa, bahwa kematian selalu terasa semakin dekat menghampiri&#8230;</p>
<p><span style="color: #ffffff;"><span id="more-909"></span>.</span></p>
<p>Gambar dipinjam dari <a href="http://www.flickr.com/photos/7951276@N06/576088963/in/photostream/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p>* Saya sedang sakit, bukan postingan <abbr title="Sekarang masih di awal tahun 1432 H">akhir tahun</abbr>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/rasa-itu-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paruh Waktu</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/paruh-waktu/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/paruh-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 03:59:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=783</guid>
		<description><![CDATA[Siang itu di loket KTP kelurahan, seorang petugas loket sedang melayani warga yang mengurus Kartu Keluarga. Dari wajahnya bisa saya pastikan kalau orang yang sedang dilayani itu merupakan warga keturunan Tionghoa. . Petugas: Coba saya cek KTP nya dulu ya, Pak. Alamatnya masih yang lama? Warga: Iya Petugas: Tunggu sebentar ya, Pak. . Petugas langsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang itu di loket KTP kelurahan, seorang petugas loket sedang melayani warga yang mengurus Kartu Keluarga. Dari wajahnya bisa saya pastikan kalau orang yang sedang dilayani itu merupakan warga keturunan Tionghoa.</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><strong>Petugas:</strong> Coba saya cek KTP nya dulu ya, Pak. Alamatnya masih yang lama?</p>
<p><strong>Warga:</strong> Iya</p>
<p><strong>Petugas:</strong> Tunggu sebentar ya, Pak.</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Petugas langsung memeriksa dan mengubah data di komputernya. Ah ya, di dinding bagian atas loket itu tertera daftar retribusi resmi pengurusan surat-surat kependudukan. Tapi tetap saja masih ada pungutan liar dengan kedok &#8220;suka rela&#8221;. Di saat petugas masih sibuk mengubah data, tiba-tiba&#8230;<em><br />
</em><br />
<span id="more-783"></span></p>
<p><strong>Warga:</strong> Pak, agama saya Kristen.</p>
<p><strong>Petugas:</strong> Ada nama baptisnya Pak?</p>
<p><strong>Warga:</strong> Hmm&#8230; Yaudah, ikutin KTP lama aja deh.</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Sekilas saya melirik kopi KTP yang dia pegang. Tertulis &#8220;BUDHA&#8221; pada isian agama di kopi KTP tersebut.</p>
<p>Tanya kenapa?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/paruh-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Cinta untuk Para Tetamu</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/surat-cinta-untuk-para-tetamu/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/surat-cinta-untuk-para-tetamu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 06:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=628</guid>
		<description><![CDATA[Aku ingin menyampaikan pesan ini kepada seluruh tamu yang akan bertamu atau sedang bertamu, di manapun ia berada. Sebagai tamu, sudahkah kita bertamu sesuai dengan adab dan syariat yang diajarkan Rasulullah? Bukankah di dalam rumah terdapat penghuni yang mungkin juga terdapat seorang atau beberapa wanita di dalamnya yang tidak menutup aurat? Ya, rumah seharusnya adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku ingin menyampaikan pesan ini kepada seluruh tamu yang akan bertamu atau sedang bertamu, di manapun ia berada.</p>
<p>Sebagai tamu, sudahkah kita bertamu sesuai dengan adab dan syariat yang diajarkan Rasulullah?</p>
<p>Bukankah di dalam rumah terdapat penghuni yang mungkin juga terdapat seorang atau beberapa wanita di dalamnya yang tidak menutup aurat? Ya, rumah seharusnya adalah tempat yang paling aman bagi seorang wanita!</p>
<p>Alangkah indah dan mulia bila para tamu meminta izin di luar pintu rumah terlebih dahulu sebelum masuk ke rumah orang lain, meskipun rumah itu adalah rumah saudaranya sendiri. Berikan kesempatan kepada penghuni rumah untuk menutup aurat-aurat diri dan juga aib rumah.</p>
<p>Mintalah izin kepada para suami, sebagai orang yang paling berhak untuk menentukan siapa-siapa yang berhak masuk ke dalam rumahnya.</p>
<p>Sungguh, Rasulullah dan para sahabat telah memberikan contoh terbaik bagi umat ini dalam segala hal. Demi Allah, dalam segala hal! Maka maukah kamu mengambil pelajaran dari para generasi terbaik umat ini?</p>
<p><span id="more-628"></span>Ada seorang laki-laki di kalangan Anshar yang biasa dipanggil Abu Syuaib. Ia mempunyai seorang anak tukang daging. Kemudian, ia berkata  kepadanya, &#8220;Buatkan aku makanan yang dengannya aku bisa mengundang lima orang bersama Rasulullah,&#8221;</p>
<p>Kemudian, Rasulullah mengundang empat orang, yang orang kelimanya adalah beliau. Kemudian, ada seseorang yang mengikutinya. Maka, Rasulullah berkata,  &#8220;Engkau mengundang kami lima orang dan orang ini mengikuti kami.  Bilamana engkau ridha, izinkanlah ia. Bilamana tidak, aku akan meninggalkannya.&#8221; Kemudian, Abu Syuaib berkata, &#8220;Aku telah mengizinkannya.&#8221;<br />
(HR Bukhari)</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta ijin dan memberikan salam kepada penghuninya.  Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. Dan jika kamu tidak mendapati seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat ijin. Dan jika dikatakan kepadamu : &#8216;Kembalilah!&#8217;; maka hendaklah kamu kembali (pergi). Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,&#8221;<br />
(QS. An-Nuur; 27-28)</p>
<p>Bagaimana dengan cara bertamu Rasulullah sendiri?</p>
<p>Apabila Rasulullah mendatangi rumah seseorang, beliau tidak berdiri di depan pintu. Akan tetapi di samping kanan atau di samping kiri. Kemudian beliau mengucapkan :  &#8220;Assalamu&#8217;alaikum Assalamu&#8217;alaikum&#8221;<br />
(HR Abu Daud)</p>
<p>Ketika kita mengetuk pintu, dianjurkan untuk tidak menghadap ke arah pintu. Adab ini adalah untuk menghindari terlanggarnya kehormatan muslim atau muslimah lainnya dengan melihat sesuatu yang bukan haknya untuk dilihat.</p>
<p>&#8220;Menyingkirlah dari depan pintu, sesungguhnya meminta ijin itu disyari&#8217;atkan untuk menjaga pandangan mata,&#8221;<br />
(HR Abu Daud)</p>
<p>&#8220;Sekiranya ada seseorang yang mengintip (atau memasuki) rumahmu tanpa ijin, lalu engkau melemparnya dengan batu sehingga tercungkil matanya, maka tidak ada dosa atasmu,&#8221;<br />
(HR Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Itulah adab syar&#8217;i yang mungkin asing di tengah kaum muslimin. Alhamdulillah, selesai sudah kutuliskan sepucuk surat cinta ini. Mungkin ada hal-hal yang terlewat, mudah-mudahan Anda berkenan memperkaya ilmu dengan literatur yang lain. Semoga tiap katanya tak hanya mengandung ilmu, tapi juga melahirkan dzikir. Semoga tiap kalimatnya, tak hanya menambah wawasan, tetapi juga ketaqwaan. Dan semoga dalam segala amal, Allah semakin menambahkan barakah pada jalinan suci rumah tangga kita, yang salah satunya melalui manajemen dakwah rumah kita.</p>
<p>Pertanyaan terakhir, sudahkah kita bertamu selayaknya seorang muslim bertamu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/surat-cinta-untuk-para-tetamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harta Manusia, Manusia Harta</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/harta-manusia-manusia-harta/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/harta-manusia-manusia-harta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 17:25:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[”Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.&#8221; (QS. Al-Israa&#8217;; 27) Saya kembali teringat salah satu kejadian di pertengahan tahun 2009, di mana sepakbola eropa baru saja menutup bukunya. Pembelian pemain-pemain bintang mewarnai bursa transfer tersebut, seperti biasanya. Dalam bursa tersebut, terjadi rekor transfer terbaru yang dibukukan atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>”Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.&#8221;<br />
(QS. Al-Israa&#8217;; 27)</p></blockquote>
<p>Saya kembali teringat salah satu kejadian di pertengahan tahun 2009, di mana sepakbola eropa baru saja menutup bukunya. Pembelian pemain-pemain bintang mewarnai bursa transfer tersebut, seperti biasanya.</p>
<p>Dalam bursa tersebut, terjadi rekor transfer terbaru yang dibukukan atas nama seorang pemain berkebangsaan Portugal dengan jumlah yang konon kabarnya mencapai 1,3 triliun rupiah. Jujur, sampai sekarang saya masih mencoba untuk mencari prasangka-prasangka positif terhadap apa yang dilakukan seseorang (atau klub) yang memiliki dana melimpah tersebut, namun sayangnya saya masih belum menemukannya.</p>
<p>Tidak ketinggalan juga kabar yang datang dari negeri padang pasir sekitar setahun sebelumnya. Sulaiman Al-Fahim melakukan pembelian sebuah klub sepakbola dari Inggris, Manchester City. Kabarnya, dana yang harus ia keluarkan untuk itu mencapai 2,8 triliun rupiah. Sesaat setelah itu, sang juragan properti tersebut turut meramaikan &#8220;belanja&#8221; musiman seperti yang biasa dilakukan tim-tim kesayangan kita di Eropa nun jauh di sana. Total biayanya? Tentu bisa dipakai untuk membiayai fakir miskin di negeri kita ini.</p>
<p>Saya masih ingat betul ketika tim nasional Saudi Arabia untuk pertama kalinya lolos ke Piala Dunia 1998. Ketika itu seluruh pemain dihadiahkan sebuah mobil mewah atas &#8220;prestasi&#8221; nya tersebut apapun hasil nya nanti, entah itu baik atau buruk. Itu pun belum termasuk bonus fulus yang mengalir bagi setiap gol yang tercipta dari kaki para pemainnya.</p>
<p><span id="more-536"></span>Sejak saat itu, masyarakat di negeri gurun dan sekitarnya tersebut mulai terasuki demam sepakbola. Bila sebelumnya siaran televisi olah raga yang mendominasi masyarakat di sana hanyalah berkutat pada kegiatan olah raga keluarga kerajaan, maka kini layar kaca mereka telah dihiasi dengan siaran sepakbola Eropa dan bagian dunia lainnya. Siaran kegiatan olah raga kerajaan pun dengan legowo harus tersingkir. Dan masyarakat di sana kini punya kesenangan baru, sepakbola.</p>
<p>Hingga pada akhirnya, mulai bermunculan para pangeran dan syeikh dari negeri tersebut yang loyal membelanjakan rezeki nya untuk membeli kesenangan mereka. Terakhir, kabarnya Faisal bin Fahd bin Abdullah dan Ali Al-Faraj pun mengikuti jejak saudara seimannya yang telah lebih dahulu terjun ke dalam sebuah &#8220;lubang kapitalisme&#8221; yang berlindung di bawah dunia sepakbola.</p>
<p>Ah, sepertinya mudah sekali harta digelontorkan hanya untuk membeli sebuah kesenangan sesaat. Padahal, di saat yang sama saudara-saudara tetangganya di <a href="http://warnaislam.com/berita/dunia/2010/4/21/51780/Tank-Tank_Israek_Gempur_Gaza_Tengah_dan_Selatan.htm" target="_blank">Palestina</a> sangat membutuhkan kesejahteraan dan pelita dunia yang kini perlahan mulai meredup, hilang di tengah hingar bingar perputaran uang dan pernik dunia.</p>
<p>Sekarang, demam Piala Dunia mulai kembali berhembus. Musim liga-liga sepakbola dunia pun akan memasuki fase terakhirnya. Apakah negeri kita tercinta ini yang mana masyarakatnya masih banyak didera kemiskinan dan kelaparan akan mulai merintis jejak <a href="http://payjo.wordpress.com/2009/12/11/indonesia-piala-dunia-2022/" target="_blank">serupa</a>? Dan apakah setelah itu gelontoran dana akan kembali membuat dunia tercengang?</p>
<p>Kalau saya lebih baik mulai menabung dari sekarang untuk biaya persalinan istri nanti&#8230;</p>
<p>* Nabung dulu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/harta-manusia-manusia-harta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mulai dari Diri Sendiri (2)</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/mulai-dari-diri-sendiri-2/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/mulai-dari-diri-sendiri-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 16:09:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Umar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=530</guid>
		<description><![CDATA[Siang hari dalam acara walimah yang dilaksanakan dengan konsep standing-party. Wanita 1: Bu, mbok ya ngantri. Wong yang lain juga ngantri. Wanita 2: Ya sana, panjenengan aja yang ngantri, saya ndak usah. Wanita 1: &#8230; . Malam hari dalam sebuah acara talk-show di stasiun televisi swasta. Presenter: Jadi menurut Anda, bagaimana konsep poligami itu? Narasumber: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Siang hari dalam acara walimah yang dilaksanakan dengan konsep standing-party.</em></p>
<p><strong>Wanita 1</strong>: Bu, mbok ya ngantri. Wong yang lain juga ngantri.</p>
<p><strong>Wanita 2</strong>: Ya sana, panjenengan aja yang ngantri, saya ndak usah.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Wanita 1</strong>: &#8230;</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><em>Malam hari dalam sebuah acara talk-show di stasiun televisi swasta.</em></p>
<p><strong>Presenter</strong>: Jadi menurut Anda, bagaimana konsep <a title="Satu, Dua, Tiga, atau Empat" href="http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/satu-dua-tiga-atau-empat/" target="_blank">poligami</a> itu?</p>
<p><strong>Narasumber</strong>: Aturan poligami itu memang sudah jelas tertera di dalam Al-Qur&#8217;an. Bla bla bla&#8230; Kalau saya sih setuju saja, asal bukan suami saya.</p>
<p><strong>Penonton (saya)</strong>: &#8230;</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><span id="more-530"></span><br />
<em>Siang hari di sebuah tempat penjahit wanita, salah satu pekerjanya membawa anaknya ke tempat kerja.</em></p>
<p><strong>Anak</strong>: Bu, ayo cepetan bukain botolnya!</p>
<p><strong>Ibu</strong>: Iya, ini lagi mau dibuka.</p>
<p><strong>Anak</strong>: <em>(sedikit berteriak)</em> Cepet, bu!</p>
<p><strong>Ibu</strong>: Iya iya&#8230; <em>(sambil memutar tutup botol dengan sekuat tenaga)</em></p>
<p><strong>Anak</strong>: <em>(berteriak kencang)</em> Ayo, bu! Cepetan!</p>
<p><strong>Ibu</strong>: KAMU TU LHO! MBOK YA <strong>SABAR</strong>!!! <em>(sambil memukul mulut si anak)</em></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Ah, terkadang bercermin itu perlu ya. Dan sepertinya memang harus <a title="Mulai dari Diri Sendiri" href="http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/mulai-dari-diri-sendiri/" target="_blank">mulai dari diri sendri</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><span id="zoomed-in" class="shadow" style="background-image: none ! important;"> </span></p>
<p><em><span style="color: #999999;">*mulai bercermin</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/mulai-dari-diri-sendiri-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic (Feed is rejected)
Page Caching using disk: basic
Database Caching 2/52 queries in 0.106 seconds using disk: basic
Object Caching 860/964 objects using disk: basic

Served from: www.aditdanniez.com @ 2012-02-04 09:23:47 -->
