<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>aditdanniez.com &#187; Ruang Keluarga</title>
	<atom:link href="http://www.aditdanniez.com/kanal/ruang-keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aditdanniez.com</link>
	<description>di sini tempat kami berteduh...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 03:53:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Benih&#8230;</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/benih/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/benih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 03:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=602</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, hampir 3 bulan sudah usia pernikahan kami. Suasana walimah yang mungkin sedikit terasa mewah dan syar&#8217;i kala itu masih terasa membekas di kepala dan hati ini. Lega dan sedikit terselip rasa bangga akan bentuk acara pernikahan islami yang kami idamkan terlaksana. Mudah-mudahan ini bukan kesombongan ya Allah&#8230;
Tapi jujur, 3 bulan itu merupakan waktu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, hampir 3 bulan sudah usia pernikahan kami. Suasana walimah yang mungkin sedikit terasa mewah dan syar&#8217;i kala itu masih terasa membekas di kepala dan hati ini. Lega dan sedikit terselip rasa bangga akan bentuk acara pernikahan islami yang kami idamkan terlaksana. Mudah-mudahan ini bukan kesombongan ya Allah&#8230;</p>
<p>Tapi jujur, 3 bulan itu merupakan waktu yang terasa tidak sedikit. Bagi saya, 3 bulan setelah menikah itu terasa lebih lama dibanding 3 bulan sebelum menikah. Belakangan ini sepertinya ada beban baru yang menempel di pundak saya. Ada tanggung jawab baru, dan juga resiko-resiko baru yang setiap saat dapat menyergap. Mungkin kalau kata iklan, &#8220;lebih terasa <em>taste</em> nya,&#8221;</p>
<p>Guru-guru saya pernah mengatakan bahwa pernikahan dan keluarga itu adalah madrasah peradaban di mana ilmu nya tidak akan bisa diraih sebelum langsung menjalani langsung madrasah tersebut. Saya setuju sekali dengan pernyataan tersebut. <em>Well</em>, mungkin ada benarnya juga kata kebanyakan orang yang bilang kalau segala sesuatu itu butuh perencanaan dan ilmu tentunya, termasuk pernikahan.</p>
<p><span id="more-602"></span>Tapi terkadang, segala perencanaan di atas kertas bisa berubah jauh setelah menyelami samudera kehidupan. Yah, Allah memang Maha Berkehendak. Terkadang, apa yang sudah direncanakan sedikit atau bahkan melenceng jauh dari perkiraan.</p>
<p>Atas dasar seperti di atas, banyak yang berpikir kembali untuk terikat ke dalam sebuah ikatan suci. Biasanya muncul beragam keraguan, menikah atau tidak. Tapi setidaknya bagi saya, hal tersebut justru memunculkan motivasi tersendiri. Buat saya kuncinya cuma satu, yakin dengan Sang Pemilik Makhluk. Biar nanti Allah yang akan membuktikan janji-Nya.</p>
<p>Memang, semua itu tergantung dari niat dan tujuan masing-masing pasangan. Apakah akan merengkuh dunia, ataupun memeluk akhirat, ataupun mengejar keduanya. Semua itu kembali kepada individu masing-masing.</p>
<p>Sempat ada yang bertanya atau mempermasalahkan soal kemapanan dan status pada saya. Dan saya yakin persoalan seperti itu bukan saya saja yang mengalami. Tapi yakin deh, segala sesuatu itu ada fase nya. Dari benih, hingga mekar berbunga. Pertanyaannya adalah, siapkah kita untuk kembali kepada fase benih jika memang sebelumnya telah berada pada kondisi yang telah berbunga di bawah naungan sebuah belaian kasih?</p>
<p>Mungkin selama ini kita menikmatinya mengalir  nyaman, meski sesekali karang keras membentur. Tetapi tak terpikirkah  kita bahwa memprogram hidup akan meningkatkan kualitas diri, dari  terhanyut menjadi berenang, dari tenggelam menjadi menyelam, dan dari  terarus menjadi berlayar?</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><strong>Ya Allah, luruskan niat dan kuatkan <em>azzam</em> bagi siapapun yang dilanda keraguan&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/benih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terlabuhkan</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/terlabuhkan/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/terlabuhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 03:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit &#38; niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[
Terlabuhkan sudah lelah diri
Tersandarkan sudah rindu hati
Terima kasih Ya Rabbi atas pernikahan ini
Belahan jiwa lelah kunanti
Telah kujumpai
Telah menjadi bagian diri
Syukurpun terucap dari relung hati
Doa pun mengalun sepenuh jiwa
Dan dua hati menyatu kini
Janji telah terucapkan
Bersama arungi hari
Rindu tuk berbagi doa segera terjalani
Rindu tuk berbagi asa segera terjalani
Hari-hari menempuh samudera berlayar di jalan-Mu
Ya Allah bimbinglah kami selalu
.
(Seismic [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/12/rose.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-554" title="Rose" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/12/rose.png" alt="Walimah Adit dan Niez" width="240" height="240" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Terlabuhkan sudah lelah diri<br />
Tersandarkan sudah rindu hati<br />
Terima kasih Ya Rabbi atas pernikahan ini<br />
Belahan jiwa lelah kunanti<br />
Telah kujumpai<br />
Telah menjadi bagian diri</p>
<p style="text-align: center;">Syukurpun terucap dari relung hati<br />
Doa pun mengalun sepenuh jiwa<br />
Dan dua hati menyatu kini<br />
Janji telah terucapkan<br />
Bersama arungi hari</p>
<p style="text-align: center;">Rindu tuk berbagi doa segera terjalani<br />
Rindu tuk berbagi asa segera terjalani<br />
Hari-hari menempuh samudera berlayar di jalan-Mu<br />
Ya Allah bimbinglah kami selalu</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #f5f2eb;">.</span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>(Seismic &#8211; Terlabuhkan)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/terlabuhkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mulai dari Diri Sendiri</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/mulai-dari-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/mulai-dari-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 09:42:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niez-nya adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini Jakarta macet sekali. Ribuan mobil, motor, bus, angkot, bahkan pedagang kaki lima bergumul dalam asap knalpot di satu ruas jalan. Dengan kecepatan yang sangad lambat, pengguna-pengguna jalan ini saling berdesakan dan menyerobot jalan. Teriak makian dan bunyi klakson pun mewarnai atau mungkin memperkeruh suasana jalan yang memang sudah keruh.
Walaupun pemerintah sudah memperlebar jalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-408" title="macet" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/02/macet.gif" alt="Mulai dari Diri Sendiri" width="208" height="180" />Pagi ini Jakarta macet sekali. Ribuan mobil, motor, bus, angkot, bahkan pedagang kaki lima bergumul dalam asap knalpot di satu ruas jalan. Dengan kecepatan yang sangad lambat, pengguna-pengguna jalan ini saling berdesakan dan menyerobot jalan. Teriak makian dan bunyi klakson pun mewarnai atau mungkin memperkeruh suasana jalan yang memang sudah keruh.</p>
<p>Walaupun pemerintah sudah memperlebar jalan serta membangun <em>fly-over</em> dan <em>underpass</em>, namun hal ini ternyata tidak mengubah kemacetan yang terjadi karena pembangunan tersebut tetap tidak sebanding dengan pertambahan banyaknya kendaraan di Jakarta. Belum lagi sopir angkot yang kerap ngetem di pertigaan dan perempatan jalan sehingga menghambat pengguna jalan yang berada di belakangnya. Kemudian pedagang kaki lima yang dengan santainya berjualan di badan-badan jalan tanpa mempedulikan bahwa tindakan mereka ini semakin menghambat laju kendaraan di jalan.</p>
<p><span id="more-399"></span>Dan masih banyak lagi penyebab kemacetan yang ternyata lebih berkonotasi pada &#8216;mereka&#8217;. Apakah memang semuanya &#8216;mereka&#8217; yang salah ?? Bagaimana dengan &#8216;kita&#8217; sebagai pengguna jalan ?? Kita dengan santainya main serobot jalan tanpa mempedulikan pengguna jalan yang lain. Kita dengan egoisnya menyeberang jalan di sembarang tempat tanpa pernah memikirkan efek dari tindakan kita. Kita dengan sesuka hati menunggu angkot di perempatan dan pertigaan jalan sehingga menarik minat para sopir angkot untuk ngetem di sana. Kita dengan bangganya membeli jajanan dari pedagang kaki lima di pinggir jalan tanpa harus repot-repot turun dari mobil dengan alasan &#8216;malas&#8217;, tanpa menggubris teriakan pengguna jalan di belakang kita yang lajunya terhambat oleh mobil kita.</p>
<p>Kurang lebih begitulah yang dipaparkan oleh <a title="Azimah Rahayu" href="http://azimahr.multiply.com/" target="_blank"><em>Azimah Rahayu</em></a> pada salah satu bab dalam buku <em>&#8216;<a title="Karena Aku Begitu Cantik" href="http://www.sygmacorp.com/index.php?page=shop.product_details&amp;category_id=6&amp;flypage=flypage_new.tpl&amp;product_id=67&amp;option=com_virtuemart&amp;Itemid=26" target="_blank">Karena Aku Begitu Cantik</a>&#8216;</em>. Yak, saat ini kita kerap berpendapat bahwa kemacetan lebih disebabkan oleh orang lain, padahal ternyata kemacetan itu timbul akibat ulah kita sendiri. Kita terlalu sibuk memikirkan kesalahan orang lain, tanpa mau mengakui kesalahan diri kita yang ikut andil dalam membentuk sebuah suasana nyata yang biasanya buruk. Seperti sebuah peribahasa yang menyatakan: <em>Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak</em>.</p>
<blockquote><p><strong>Padahal kalau kita mau berpikir lebih dalam lagi, akan lebih mudah bagi kita untuk membuat suasana yang ada menjadi jauh lebih baik dengan cara memperbaiki diri ketimbang harus mengumpat dan mengubah orang lain.</strong></p></blockquote>
<p>Sama seperti kita yang suka menyalahkan pemerintah dalam penanganan banjir di Indonesia, padahal kita masih suka membuang sampah di saluran pembuangan dan membangun gedung-gedung di daerah resapan. Uhuhuuu&#8230;</p>
<p>Dalam sebuah episode Nanny 911, seorang bapak sibuk menyalahkan kenakalan anak lelakinya dan berusaha keras ingin mengubah perilaku anaknya itu. Usut punya usut, ternyata si Nanny berhasil menemukan bahwa kenakalan anak itu disebabkan oleh perbuatan bapaknya sendiri yang terlalu memanjakan si anak. Si Bapak yang keras kepala tetap tidak mau mengakui bahwa kesalahan ada padanya, hingga akhirnya si Nanny berhasil menyadarkan si Bapak. Setelah si Bapak mengevaluasi diri, akhirnya anaknya yang bandel itu pun menjadi lebih mudah dikontrol.</p>
<p>Kadang kita begitu sering menyalahkan orang lain atas suatu keadaan yang menimpa kita. Padahal kalau kita mau menyadari kesalahan kita dan berusaha untuk mengevaluasi diri serta melembutkan hati, alangkah jauh lebih baik untuk kita dapat menerima atau bahkan mengubah keadaan tersebut.</p>
<p>Seperti seseorang yang pernah bercerita begini kepada saya, &#8220;Ada beberapa hal yang sampe saat ini ga bisa aku terima, salah satunya adalah masa laluku. Aku sering menyalahkan masa laluku yang kemudian membentuk pribadiku jadi kayak gini. Kenapa sih dulu aku begini dan begitu ?! Hal ini sering banget mengusik pikiranku. Aku masih ga bisa menerima masa laluku ituh.&#8221;</p>
<p>Memang kadang kita sering menyesal bahkan mengutuk keadaan kita di masa lalu. Padahal kita tahu pasti bahwa kita tidak akan pernah bisa mengubahnya. Bukankah dengan kita memaki-maki masa lalu, cuma akan membuang sia-sia energi kita ?? Yang bisa kita lakukan saat ini adalah evaluasi diri, memperbaiki diri, dan berusaha agar kejadian di masa lalu itu tidak terulang di saat ini dan masa depan.</p>
<p>Pernah dalam suatu kajian, ustadz saya berkata begini, &#8220;<em>Jika kejadian buruk menimpa kita, itu bisa merupakan ujian atau bahkan hukuman dari Allah. Kalau kita sering melakukan dosa, maka itu bisa jadi hukuman, dan kita mesti bertobat. Kalau kita merasa tidak pernah melakukan suatu kesalahan, maka itu bisa jadi sebuah ujian untuk kita. Nah masalahnya, kalau kita merasa suci, justru itulah kesalahan kita.&#8221;</em></p>
<p>Seperti ketika orang tua yang dihadapkan pada seorang anak yang berwatak keras dan pemarah. Pada saat itu Allah bisa jadi sedang menguji kesabaran orang tuanya. Dalam keadaan tersebut hanya kesabaran orang tualah yang bisa membuat keadaan menjadi lebih baik. Hati orang tua akan lebih tenang karena tetap bersabar. Dengan demikian insya Allah akan turut mengetuk hati si anak agar berlaku lebih lembut dan sabar.</p>
<p>Beberapa waktu lalu Aa&#8217; Gym juga berkata begini, &#8220;<em>Kita tidak usah terlalu sibuk memikirkan kesalahan orang lain yang kita harus mengubahnya. Kewajiban kita hanya mengingatkan, kalau memang tidak ada perubahan maka sudah gugurlah kewajiban kita itu. Maka yang harus kita lakukan selanjutnya adalah tobat. Karena kalau kita senantiasa mengevaluasi diri, maka insya Allah, Allah akan menolong kita. Jadi, tobat adalah salah satu kunci untuk bisa ridha pada suatu kenyataan.&#8221;</em></p>
<p>Dalam Al-Qur&#8217;an juga telah disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 155:</p>
<p><em>&#8220;Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang <strong>sabar.</strong>&#8220;</em></p>
<p>Jadi, kalau sesuatu yang buruk menimpa kita, siyapa yang salah ?? Siyapa yang harus memperbaiki diri dahulu ??</p>
<p>Klo kata Aa&#8217; Gym:</p>
<blockquote><p><strong>Mulai dari hal terkecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang !!</strong></p></blockquote>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color: #c0c0c0;"><em>Gambar di atas dipinjam dari <a href="http://kampungwacana.wordpress.com/" target="_blank">sini</a>.</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/mulai-dari-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Katakan Cinta</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/katakan-cinta/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/katakan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 09:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Dari Anas ra, ia berkata: Ada seorang laki-laki duduk di hadapan Nabi SAW, kemudian ada seseorang yang lewat di situ, lalu orang yang duduk di hadapan Nabi berkata: &#8220;Ya Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang itu,&#8221; Nabi SAW bertanya: &#8220;Apakah kamu sudah memberitahukan kepadanya?&#8221; Dia menjawab: &#8220;Belum.&#8221; Beliau bersabda: &#8220;Beritahukanlah kepadanya!&#8221; Kemudian dia menemui orang itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Dari Anas ra, ia berkata: Ada seorang laki-laki duduk di hadapan Nabi SAW, kemudian ada seseorang yang lewat di situ, lalu orang yang duduk di hadapan Nabi berkata: &#8220;Ya Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang itu,&#8221; Nabi SAW bertanya: &#8220;Apakah kamu sudah memberitahukan kepadanya?&#8221; Dia menjawab: &#8220;Belum.&#8221; Beliau bersabda: &#8220;Beritahukanlah kepadanya!&#8221; Kemudian dia menemui orang itu dan berkata: &#8220;Sesungguhnya saya mencintaimu karena Allah.&#8221; Orang itu menjawab: &#8220;Semoga kamu dicintai oleh Zat yang menjadikanmu mencintaiku karena-Nya.&#8221;<br />
(HR Abu Daud)</p></blockquote>
<p><a href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/01/love-palestine.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-363" style="border: 1px solid #444444; margin-top: 5px;" title="Ana bahib filistiin" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/01/love-palestine-300x212.jpg" alt="Ana bahib filistiin" width="153" height="108" /></a>Di saat kamu menderita karena perang yang berkecamuk, di sini kami berdoa agar kamu diberikan pertolongan dan kemudahan dari Allah. Di saat yang lain disibukkan dengan urusannya masing-masing, di sini banyak dari kami yang melakukan aksi kepedulian dengan demonstrasi (terlepas dari segala kontroversinya), penggalangan dana, dan lain sebagainya.</p>
<p>Mungkin kami memang tidak bisa ikut langsung membantu perjuanganmu di sana. Dan kami tahu, mungkin kamu di sana berkata lantang untuk melihat kepedulian kami, &#8220;Ayo tunjukkanlah padaku! Tunjukkan!&#8221;</p>
<p><span id="more-357"></span>Apa yang bisa kami tunjukkan? Jujur, kami malu melihat diri kami sendiri yang tidak bisa berbuat banyak untuk membantumu di sana. Hanya sekedar doa dan sedikit bantuan materi yang mungkin bisa kami berikan. Kawan, teruskan dan jangan pernah hentikan doamu untuk mereka di sana!</p>
<p>Kami ingin menyatakan bahwa kami masih peduli terhadapmu, saudaraku. Meski mungkin hanya ini yang bisa kami lakukan. Sungguh kami tahu bahwa kamu di sana juga <a href="http://www.detiknews.com/read/2009/01/30/205433/1077085/10/warga-gaza-sambut-hangat-tim-kemanusiaan-dari-indonesia" target="_blank">mencintai kami</a> dengan memegang teguh agama-Nya. Maaf jika balasku tidak sebesar cintamu. Tapi sungguh, kami sangat mencintaimu karena Allah&#8230;</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Gambar ana bahib filistiin diambil dari <a href="http://atsilusgi.deviantart.com/art/Ana-Bahib-Falasteen-36129212" target="_blank">sini</a>.</p>
<p><strong>Allahumma unshuril mujahidina fi filistiin&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/katakan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
