<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>aditdanniez.com &#187; Ruang Bacaan</title>
	<atom:link href="http://www.aditdanniez.com/kanal/ruang-bacaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aditdanniez.com</link>
	<description>di sini tempat kami berteduh...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2012 16:44:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Terbanglah! Terbanglah!</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/terbanglah-terbanglah/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/terbanglah-terbanglah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 17:26:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Bacaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=919</guid>
		<description><![CDATA[Seperti embun yang mendinginkan hati bunga lily, dan bagaikan topan yang menggelagakkan dalamnya sungai. (Tanpa nama) Siang yang terik di bumi Madinah, suatu hari. Matahari memancarkan sinarnya dengan benderang. Terik sekali, garang menyapa setiap jengkal kota. Jalanan sedikit lengang, orang-orang lebih memilih berdiam di dalam rumah ataupun berteduh dibanding bepergian. Tapi tidak untuknya, lelaki tegap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Seperti embun yang mendinginkan hati bunga lily, dan bagaikan topan yang menggelagakkan dalamnya sungai.<br />
(Tanpa nama)</p></blockquote>
<p>Siang yang terik di bumi Madinah, suatu hari. Matahari memancarkan sinarnya dengan benderang.</p>
<p>Terik sekali, garang menyapa setiap jengkal kota. Jalanan sedikit lengang, orang-orang lebih memilih berdiam di dalam rumah ataupun berteduh dibanding bepergian.</p>
<p>Tapi tidak untuknya, lelaki tegap yang mengenakan jubah sederhana. Ia berjalan menyusuri lorong-lorong kota sendirian. Tak peduli dengan teriknya matahari, tak terganggu dengan debu pasir yang mengepul ke udara. Ia terus bersemangat mengayun langkahnya, dengan sesekali menatap ke sekitar seperti tengah mengawasi. Hatinya lega, bila daerah yang dilewatinya sentosa seperti hari-hari sebelumnya. Ia adalah orang yang sangat sederhana; harta, pakaian, dan dunianya. Namun, amat sangat tidak sederhana untuk urusan yang seperti ini.</p>
<p><span id="more-919"></span>Ia melewati salah satu halaman rumah seorang penduduk, dan ia berhenti. Langkahnya surut, pandangannya tertuju pada seorang anak kecil di sana.</p>
<p>&#8220;Nak, apa yang berada di tanganmu itu?&#8221;</p>
<p>Wajah si kecil mendongak sekilas dan menjawab, &#8220;Paman, tidakkah paman lihat, ini adalah seekor burung,&#8221;</p>
<p>Pandangan lelaki ini sedikit meredup, jatuh iba melihat burung itu mencericit parau. Burung ini tentu sangat ingin terbang, dan anak ini tak mengerti jika makhluk kecil ini teraniaya.</p>
<p>&#8220;Bolehkah aku membelinya, Nak? Aku sangat ingin memilikinya,&#8221;</p>
<p>Si kecil memandang wajah lelaki yang tak dikenalnya itu. Gurat kesungguhan tergambar dalam parasnya.</p>
<p>&#8220;Baiklah, Paman.&#8221;</p>
<p>Lelaki itu merogoh saku jubah lusuhnya. Beberapa keping uang kini berpindah. Dalam genggamannya burung kecil itu dibawanya menjauh. Dan dengan hati-hati ia buka genggaman tangannya.</p>
<p>&#8220;Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Penyayang, engkau burung kecil, terbanglah! Terbanglah,&#8221;</p>
<p>Maka sepasang sayap itu mengepak tinggi. Ia menengadah hening memandang burung yang mengangkasa. Sungguh, langit Madinah menjadi saksi. Sayup-sayup didengarnya sebuah langkah kaki dewasa, membuatnya pergi dan melangkah tergesa.</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><strong>Hanya menceritakan kembali kisah seorang Umar, <em>amirul mukminin</em>, untuk seorang <a href="http://www.aditdanniez.com/album/kini-kau-hadir-di-sisi/" target="_blank">Umar Abdurrahman</a>, hamba-Nya.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/terbanglah-terbanglah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penguasa yang Terlalu PD</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/penguasa-yang-terlalu-pd/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/penguasa-yang-terlalu-pd/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 04:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Bacaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=939</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, seorang penguasa bertanya kepada seorang pemuda yang kelihatan cerdik, tapi sangat pendiam. &#8220;Saudara, dulu, orang-orang menjuluki raja-raja mereka dengan gelar-gelar hebat seperti al-hakim biamrillah (yang memutuskan hukum dengan agama Allah), al-mutawakkil &#8216;alallah (yang bertawakal kepada Allah), dan al-muntashir billah (yang menerima pertolongan kepada Allah). Coba kamu renungkan, julukan apa yang layak dilekatkan pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika, seorang penguasa bertanya kepada seorang pemuda yang kelihatan cerdik, tapi sangat pendiam.</p>
<p>&#8220;Saudara, dulu, orang-orang menjuluki raja-raja mereka dengan gelar-gelar hebat seperti <em>al-hakim biamrillah</em> (yang memutuskan hukum dengan agama Allah), <em>al-mutawakkil &#8216;alallah</em> (yang bertawakal kepada Allah), dan <em>al-muntashir billah</em> (yang menerima pertolongan kepada Allah). Coba kamu renungkan, julukan apa yang layak dilekatkan pada diri saya?&#8221;</p>
<p>Pemuda itu diam sejenak, lalu menjawab dengan yakin,</p>
<p>&#8220;Saya menjuluki Anda dengan <em><strong>Na&#8217;udzubillah</strong></em>&#8230;&#8221;</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Alfu tharfah wa tharfah</span><br />
</strong>Disadur dari <a href="http://www.majalah-elfata.com/" target="_blank">Majalah Elfata</a>, edisi 11 volume 10, 2010, hal. 50.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/penguasa-yang-terlalu-pd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>After Merit Phobia Syndrome</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/after-merit-phobia-syndrome/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/after-merit-phobia-syndrome/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2010 04:35:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Bacaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=720</guid>
		<description><![CDATA[Iseng-iseng saya buka email lama dari milis-milis yang saya ikuti. Eh, ternyata ada sebuah email yang mengena di hati. Ini dia saya kutip dengan perubahan seperlunya. Seorang teman pernah bertanya, &#8220;Eh, kalo gw nikah tapi dengan gaji gw yang cuma sekian rupiah bisa ga ya? Cukup ga ya?&#8221; Hmmm&#8230; Maka dari pertanyaan itu dibuat survey [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iseng-iseng saya buka email lama dari milis-milis yang saya ikuti. Eh, ternyata ada sebuah email yang mengena di hati. Ini dia saya kutip dengan perubahan seperlunya.</p>
<p>Seorang teman pernah bertanya, &#8220;Eh, kalo gw nikah tapi dengan gaji gw yang cuma sekian rupiah bisa ga ya? Cukup ga ya?&#8221;</p>
<p>Hmmm&#8230;</p>
<p>Maka dari pertanyaan itu dibuat survey asal, dan berikut adalah daftar pengeluaran standar bulanan setelah merit. Sekedar berbagi aja, buat teman-teman yang mungkin juga mengalami <em>Matery After Merit Phobia Syndrome</em>.</p>
<p><strong>Daftar anggaran bulanan:</strong><br />
(Disusun berdasarkan skala prioritas, disusun dengan sangat-sangat relatif, dan berdasarkan standar hidup menengah ke bawah).</p>
<ol>
<li><strong>Makan</strong><br />
Dengan asumsi sekali makan adalah Rp 5.000. Maka, makan 3 kali sehari, kali 2 orang (karena lagu sepiring berdua cuma berlaku pada saat pacaran aja), kali 30 hari adalah Rp 900.000.<br />
<span style="color: #ffffff;">.</span><br />
Tips: Rajin-rajin ke kondangan, walimahan, atau sunatan, dan bawa pulang nasi kotaknya, pasti lebih ngirit.<br />
<span style="color: #ffffff;">.</span></li>
<p><span id="more-720"></span></p>
<li><strong>Kontrakan</strong><br />
Dengan asumsi masih ngontrak di rumah petak, yang punya uda botak, tapi masih galak, dan punya anjing belum jinak. Maka dana untuk kontrakan sekitar Rp 500.000/bulan.<br />
<span style="color: #ffffff;">.</span><br />
Tips: Tinggallah di Pondok Mertua Indah. Niscaya dua dana di atas gak akan pernah ada. Di pondok mertua indah, anda akan bebas makan apa aja, termasuk &#8220;makan ati&#8221;.<br />
<span style="color: #ffffff;">.</span></li>
<li><strong>Listrik dan Air</strong><br />
Dengan asumsi daya listrik 900 watt dan pakai jetpam, maka anggaran untuk listrik adalah Rp 100.000/bulan.<br />
<span style="color: #ffffff;">.</span><br />
Tips: Jangan pake AC, cukup AC yang biasa (Angin Cendela). Jangan suka main Plestesyen (PS), cukup main monopoli, sudamanda atau gaple, domino ama istri terasa lebih romantis.<br />
<span style="color: #ffffff;">.</span></li>
<li><strong>Transportasi</strong><br />
Dengan asumsi naik motor ke kantor, dengan motor yang paling irit rit rit, maka untuk ongkos bensin dan servis adalah Rp 100.000.<br />
<span style="color: #ffffff;">.</span><br />
Tips: Gunakanlah bensin campur! Maksudnya campur dorong, pasti lebih irit. Atau ikutlah <em>Nebeng Fans Club</em>, dengan alasan mempererat silaturahim dengan yang ditebengi, maka perjalanan berangkat dan pulang kantor akan terasa lebih menyenangkan.<br />
<span style="color: #ffffff;">.</span></li>
<li><strong>Komunikasi</strong><br />
Dengan asumsi pakai CDMA yang Rp 1000/menit, maka untuk sebulan, ongkos komunikasi berdua adalah Rp 100.000.<br />
<span style="color: #ffffff;">.</span><br />
Tips: Pakailah &#8220;FREN&#8221; yang lebih murah. Maksudnya kalo mau nelpon atau sms tinggal bilang, &#8220;Freeen… Minjam HP nya dong, Freen…”<br />
<span style="color: #ffffff;">.</span></li>
<li><strong>Keperluan Sehari-Hari</strong><br />
Seperti sabun, odol, shampo, dll. Dengan asumsi tidak pakai fesyel, krimbat, manikyur, pedikyur, dan kukyur-kukyur lainnya, maka alokasi dana untuk ini sebesar Rp 50.000.<br />
<span style="color: #ffffff;">.</span><br />
Tips: Mandi kalo perlu saja. Kalo dulu 2 kali sehari, sekarang jadi 2 hari sekali. Untuk ngirit odol, kembalilah memakai tumbukan batu bata.<br />
<span style="color: #ffffff;">.</span></li>
<li><strong>Kesehatan</strong><br />
Seperti minyak kayu putih, vitamin, obat pusing (ini penting buat pengantin baru wekekekek!), maka alokasi cadangan untuk kesehatan sebesar Rp 50.000.<br />
<span style="color: #ffffff;">.</span><br />
Tips: Jaga kesehatan. Jangan begadang, kalo tiada artinya… Begadang bole saja, asalkan sambil ronda (halah).<br />
<span style="color: #ffffff;">.</span></li>
<li><strong>Entertainment</strong><br />
Nha, ini kalo ada uang lebih aja, bisalah sekali-kali nomat (nonton hemat, bioskop), liat live music, lari pagi di monas, atau makan martabak sekali-kali.<br />
<span style="color: #ffffff;">.</span></li>
</ol>
<p>Jadi, dapat kita simpulkan dari asumsi di atas bahwa pengeluaran untuk tiap bulan adalah sebesar Rp 1.800.000/bulan.</p>
<p>Mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan teman-teman ketika pengen nikah, untuk kemudian dibandingkan dengan pemasukan yang ada. Kalaupun masih besar pasak daripada tiang, Anda bisa memperkecil pasak, atau memperbesar tiang. Ataauu&#8230; Ga usah pake pasak, tapi dipaku aja!</p>
<p>Tapi ada satu hal yang ga bisa dijelaskan dengan perhitungan ketika Anda memutuskan untuk menikah, yaitu berkah menikah.</p>
<p>Selalu, Allah akan mencukupi kebutuhan umatnya yang mau berusaha dan berdoa. Selalu bersyukur dan percaya bahwa Allah lah tempat pertolongan.</p>
<p>Dan Tuhanmu berfirman: &#8220;Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuper-kenankan  bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari  menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.&#8221; (QS. Al-Mu&#8217;min [40]; 60)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/after-merit-phobia-syndrome/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Tertipu!</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/jangan-tertipu/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/jangan-tertipu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 14:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Bacaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Waspada akan manusia separuh iblis Berjenis wanita bernama feminis Tolak syari&#8217;at bicara sok kritis Sering dengan nada sinis Sebut ukhti tekstualis Padahal mereka cuma mengais Dari sampah pikiran kafir najis Mereka lancang bicara: &#8220;Jilbab itu budaya&#8230;&#8221; &#8220;Jadi cintailah produk kita&#8230;!&#8221; Tapi ukhti harus waspada Karena itu tipuan belaka Mereka sendiri malu pake koteka Dengan nyelekit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waspada akan manusia separuh iblis<br />
Berjenis wanita bernama <a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/membantah-feminis/meninjau-ulang-emansipasi-ada-apa-dengan-emansipasi/" target="_blank">feminis</a><br />
Tolak syari&#8217;at bicara <abbr title="Padahal gak bersandar pada ilmu agama">sok kritis</abbr><br />
Sering dengan nada sinis<br />
Sebut ukhti tekstualis<br />
Padahal mereka cuma mengais<br />
Dari sampah pikiran <abbr title="Yahudi, Nasrani, dan para pendukungnya">kafir najis</abbr></p>
<p>Mereka lancang bicara:<br />
<em>&#8220;<a href="http://yakinku.wordpress.com/2008/10/08/jilbabpentingcewekcantik/" target="_blank">Jilbab</a> itu <abbr title="Ada juga sutradara film yang bilang hal serupa">budaya</abbr>&#8230;&#8221;</em><br />
<em>&#8220;Jadi cintailah produk kita&#8230;!&#8221;</em><br />
Tapi ukhti harus waspada<br />
Karena itu tipuan belaka<br />
Mereka sendiri malu pake <abbr title="Padahal koteka itu asli produk kita!">koteka</abbr></p>
<p><span id="more-412"></span>Dengan nyelekit<br />
Mereka bilang, <em>&#8220;<a href="http://www.aditdanniez.com/2008/11/27/satu-dua-tiga-atau-empat/" target="_blank">Poligami</a> amit-amit&#8230;&#8221;</em><br />
<em>&#8220;Hanya bikin sakit hati&#8230;&#8221;</em><br />
Hasilnya? Suami pergi tanpa pamit<br />
Selingkuhpun terjadi tak sedikit<br />
Hingga perzinaan dilakukan di gang sempit</p>
<p>Mereka sibuk melombakan kefasikan<br />
Melalui kontes ratu-ratuan<br />
Obral <a href="http://yakinku.wordpress.com/2008/06/20/berpakaian-tetapi-telanjang/" target="_blank">aurat</a> dijual murahan<br />
Iman dan akhlak bukan ukuran<br />
Layaknya di pasar hewan<br />
Yang dinilai hanya keelokan, kemolekan, dan kemontokan</p>
<p><em>&#8220;Kita harus menjadi wanita mandiri&#8230;&#8221;</em><br />
<em><abbr title="Padahal Allah sendiri telah menyatakan bahwa tidaklah sama antara laki-laki dengan wanita. [QS. Ali-Imran; 36]">&#8220;Setara itu harga mati&#8230;&#8221;</abbr></em><br />
Diucapkan dengan tak tahu diri<br />
Lupakan <abbr title="Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita). [QS. An-Nisaa; 34]">fitri</abbr> ciptaan Rabbul Izzati<br />
Tapi, renungkanlah dengan teliti<br />
Dan lihatlah profesi koki<br />
Mengapa banyak dilakukan lelaki<br />
Tapi kami tak pernah tuntut emansipasi</p>
<p>Wahai wanita beriman&#8230;<br />
Jangan hiraukan syubhat murahan<br />
Berteduhlah di bawah <abbr title="Orang yang menyandarkan pandangannya pada aturan agama dibilang berpikiran sempit. Ah... Dunia memang sempit kok, tidak seluas surga-Nya.">naungan Al-Qur&#8217;an</abbr><br />
Mengikutlah pada Rasul akhir zaman<br />
Sepaham dengan Sahabat era keemasan<br />
Hikmah kan muncul ke permukaan<br />
Jannah menanti dengan yakut dan marjan</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Aria Ibnu Solihun</span><br />
</strong>Disadur dari <a href="http://www.qiblati.com/" target="_blank">Majalah Qiblati</a>, edisi 04 tahun IV, hal. 33</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/jangan-tertipu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>74</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic (Feed is rejected)
Page Caching using disk: basic
Database Caching 2/25 queries in 0.048 seconds using disk: basic
Object Caching 585/627 objects using disk: basic

Served from: www.aditdanniez.com @ 2012-02-04 09:29:47 -->
