<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>aditdanniez.com</title>
	<atom:link href="http://www.aditdanniez.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aditdanniez.com</link>
	<description>di sini tempat kami berteduh...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Jan 2010 16:22:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mulai dari Diri Sendiri (2)</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/mulai-dari-diri-sendiri-2/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/mulai-dari-diri-sendiri-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 16:09:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niez-nya adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=530</guid>
		<description><![CDATA[Siang hari dalam acara walimah yang dilaksanakan dengan konsep standing-party.
Wanita 1: Bu, mbok ya ngantri. Wong yang lain juga ngantri.
Wanita 2: Ya sana, panjenengan aja yang ngantri, saya ndak usah.
Wanita 1: &#8230;
.
Malam hari dalam sebuah acara talk-show di stasiun televisi swasta.
Presenter: Jadi menurut Anda, bagaimana konsep poligami itu?
Narasumber: Aturan poligami itu memang sudah jelas tertera [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Siang hari dalam acara walimah yang dilaksanakan dengan konsep standing-party.</em></p>
<p><strong>Wanita 1</strong>: Bu, mbok ya ngantri. Wong yang lain juga ngantri.</p>
<p><strong>Wanita 2</strong>: Ya sana, panjenengan aja yang ngantri, saya ndak usah.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Wanita 1</strong>: &#8230;</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><em>Malam hari dalam sebuah acara talk-show di stasiun televisi swasta.</em></p>
<p><strong>Presenter</strong>: Jadi menurut Anda, bagaimana konsep <a title="Satu, Dua, Tiga, atau Empat" href="http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/satu-dua-tiga-atau-empat/" target="_blank">poligami</a> itu?</p>
<p><strong>Narasumber</strong>: Aturan poligami itu memang sudah jelas tertera di dalam Al-Qur&#8217;an. Bla bla bla&#8230; Kalau saya sih setuju saja, asal bukan suami saya.</p>
<p><strong>Penonton (saya)</strong>: &#8230;</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><span id="more-530"></span><br />
<em>Siang hari di sebuah tempat penjahit wanita, salah satu pekerjanya membawa anaknya ke tempat kerja.</em></p>
<p><strong>Anak</strong>: Bu, ayo cepetan bukain botolnya!</p>
<p><strong>Ibu</strong>: Iya, ini lagi mau dibuka.</p>
<p><strong>Anak</strong>: <em>(sedikit berteriak)</em> Cepet, bu!</p>
<p><strong>Ibu</strong>: Iya iya&#8230; <em>(sambil memutar tutup botol dengan sekuat tenaga)</em></p>
<p><strong>Anak</strong>: <em>(berteriak kencang)</em> Ayo, bu! Cepetan!</p>
<p><strong>Ibu</strong>: KAMU TU LHO! MBOK YA <strong>SABAR</strong>!!! <em>(sambil memukul mulut si anak)</em></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Ah, terkadang bercermin itu perlu ya. Dan sepertinya memang harus <a title="Mulai dari Diri Sendiri" href="http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/mulai-dari-diri-sendiri/" target="_blank">mulai dari diri sendri</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><span id="zoomed-in" class="shadow" style="background-image: none ! important;"> </span></p>
<p><em><span style="color: #999999;">*mulai bercermin</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/mulai-dari-diri-sendiri-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terlabuhkan</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/terlabuhkan/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/terlabuhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 03:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit &#38; niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[
Terlabuhkan sudah lelah diri
Tersandarkan sudah rindu hati
Terima kasih Ya Rabbi atas pernikahan ini
Belahan jiwa lelah kunanti
Telah kujumpai
Telah menjadi bagian diri
Syukurpun terucap dari relung hati
Doa pun mengalun sepenuh jiwa
Dan dua hati menyatu kini
Janji telah terucapkan
Bersama arungi hari
Rindu tuk berbagi doa segera terjalani
Rindu tuk berbagi asa segera terjalani
Hari-hari menempuh samudera berlayar di jalan-Mu
Ya Allah bimbinglah kami selalu
.
(Seismic [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/12/rose.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-554" title="Rose" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/12/rose.png" alt="Walimah Adit dan Niez" width="240" height="240" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Terlabuhkan sudah lelah diri<br />
Tersandarkan sudah rindu hati<br />
Terima kasih Ya Rabbi atas pernikahan ini<br />
Belahan jiwa lelah kunanti<br />
Telah kujumpai<br />
Telah menjadi bagian diri</p>
<p style="text-align: center;">Syukurpun terucap dari relung hati<br />
Doa pun mengalun sepenuh jiwa<br />
Dan dua hati menyatu kini<br />
Janji telah terucapkan<br />
Bersama arungi hari</p>
<p style="text-align: center;">Rindu tuk berbagi doa segera terjalani<br />
Rindu tuk berbagi asa segera terjalani<br />
Hari-hari menempuh samudera berlayar di jalan-Mu<br />
Ya Allah bimbinglah kami selalu</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #f5f2eb;">.</span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>(Seismic &#8211; Terlabuhkan)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/terlabuhkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setengah Agama</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-tamu/setengah-agama/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-tamu/setengah-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 07:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit &#38; niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Tamu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalamu&#8217;alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Dengan mengucap rasa syukur kepada Allah SWT, kami berdua ingin mengumumkan rencana pernikahan kami:
Praditya Kasworo &#38; Annisaa Utaminingtyas 
yang insya Allah akan dilaksanakan pada:
 Hari      : Ahad, 10 Muharram 1431 H
Lokasi   : Semarang, Jawa Tengah
Kepada seluruh rekan-rekan kami memohon maaf atas segala salah dan khilaf. Tak lupa kami memohon doa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><span style="font-family: Verdana;">Bismillah ar-Rahman ar-Rahim<br />
Assalamu&#8217;alaikum warrahmatullahi wabarakatuh</span></span></p>
<p>Dengan mengucap rasa syukur kepada Allah SWT, kami berdua ingin mengumumkan rencana pernikahan kami:</p>
<p><strong>Praditya Kasworo &amp; Annisaa Utaminingtyas </strong></p>
<p>yang insya Allah akan dilaksanakan pada:</p>
<p><span><span style="font-family: Verdana;"> Hari      : Ahad, 10 Muharram 1431 H<br />
Lokasi   : Semarang, Jawa Tengah</span></span></p>
<p>Kepada seluruh rekan-rekan kami memohon maaf atas segala salah dan khilaf. Tak lupa kami memohon doa kepada saudara-saudara seperjuangan sebagai pengiring langkah kami memasuki kehidupan yang baru.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum <span><span style="font-family: Verdana;">warrahmatullahi wabarakatuh</span></span></p>
<p><small>Selengkapnya:</small><br />
<a title="Walimah Adit dan Niez" href="http://walimah.aditdanniez.com/" target="_blank">http://walimah.aditdanniez.com</a></p>
<p><small><strong>* Maaf, kuota terbatas, tidak dimaksudkan sebagai undangan online&#8230;</strong><br />
</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-tamu/setengah-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mulai dari Diri Sendiri</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/mulai-dari-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/mulai-dari-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 09:42:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niez-nya adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini Jakarta macet sekali. Ribuan mobil, motor, bus, angkot, bahkan pedagang kaki lima bergumul dalam asap knalpot di satu ruas jalan. Dengan kecepatan yang sangad lambat, pengguna-pengguna jalan ini saling berdesakan dan menyerobot jalan. Teriak makian dan bunyi klakson pun mewarnai atau mungkin memperkeruh suasana jalan yang memang sudah keruh.
Walaupun pemerintah sudah memperlebar jalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-408" title="macet" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/02/macet.gif" alt="Mulai dari Diri Sendiri" width="208" height="180" />Pagi ini Jakarta macet sekali. Ribuan mobil, motor, bus, angkot, bahkan pedagang kaki lima bergumul dalam asap knalpot di satu ruas jalan. Dengan kecepatan yang sangad lambat, pengguna-pengguna jalan ini saling berdesakan dan menyerobot jalan. Teriak makian dan bunyi klakson pun mewarnai atau mungkin memperkeruh suasana jalan yang memang sudah keruh.</p>
<p>Walaupun pemerintah sudah memperlebar jalan serta membangun <em>fly-over</em> dan <em>underpass</em>, namun hal ini ternyata tidak mengubah kemacetan yang terjadi karena pembangunan tersebut tetap tidak sebanding dengan pertambahan banyaknya kendaraan di Jakarta. Belum lagi sopir angkot yang kerap ngetem di pertigaan dan perempatan jalan sehingga menghambat pengguna jalan yang berada di belakangnya. Kemudian pedagang kaki lima yang dengan santainya berjualan di badan-badan jalan tanpa mempedulikan bahwa tindakan mereka ini semakin menghambat laju kendaraan di jalan.</p>
<p><span id="more-399"></span>Dan masih banyak lagi penyebab kemacetan yang ternyata lebih berkonotasi pada &#8216;mereka&#8217;. Apakah memang semuanya &#8216;mereka&#8217; yang salah ?? Bagaimana dengan &#8216;kita&#8217; sebagai pengguna jalan ?? Kita dengan santainya main serobot jalan tanpa mempedulikan pengguna jalan yang lain. Kita dengan egoisnya menyeberang jalan di sembarang tempat tanpa pernah memikirkan efek dari tindakan kita. Kita dengan sesuka hati menunggu angkot di perempatan dan pertigaan jalan sehingga menarik minat para sopir angkot untuk ngetem di sana. Kita dengan bangganya membeli jajanan dari pedagang kaki lima di pinggir jalan tanpa harus repot-repot turun dari mobil dengan alasan &#8216;malas&#8217;, tanpa menggubris teriakan pengguna jalan di belakang kita yang lajunya terhambat oleh mobil kita.</p>
<p>Kurang lebih begitulah yang dipaparkan oleh <a title="Azimah Rahayu" href="http://azimahr.multiply.com/" target="_blank"><em>Azimah Rahayu</em></a> pada salah satu bab dalam buku <em>&#8216;<a title="Karena Aku Begitu Cantik" href="http://www.sygmacorp.com/index.php?page=shop.product_details&amp;category_id=6&amp;flypage=flypage_new.tpl&amp;product_id=67&amp;option=com_virtuemart&amp;Itemid=26" target="_blank">Karena Aku Begitu Cantik</a>&#8216;</em>. Yak, saat ini kita kerap berpendapat bahwa kemacetan lebih disebabkan oleh orang lain, padahal ternyata kemacetan itu timbul akibat ulah kita sendiri. Kita terlalu sibuk memikirkan kesalahan orang lain, tanpa mau mengakui kesalahan diri kita yang ikut andil dalam membentuk sebuah suasana nyata yang biasanya buruk. Seperti sebuah peribahasa yang menyatakan: <em>Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak</em>.</p>
<blockquote><p><strong>Padahal kalau kita mau berpikir lebih dalam lagi, akan lebih mudah bagi kita untuk membuat suasana yang ada menjadi jauh lebih baik dengan cara memperbaiki diri ketimbang harus mengumpat dan mengubah orang lain.</strong></p></blockquote>
<p>Sama seperti kita yang suka menyalahkan pemerintah dalam penanganan banjir di Indonesia, padahal kita masih suka membuang sampah di saluran pembuangan dan membangun gedung-gedung di daerah resapan. Uhuhuuu&#8230;</p>
<p>Dalam sebuah episode Nanny 911, seorang bapak sibuk menyalahkan kenakalan anak lelakinya dan berusaha keras ingin mengubah perilaku anaknya itu. Usut punya usut, ternyata si Nanny berhasil menemukan bahwa kenakalan anak itu disebabkan oleh perbuatan bapaknya sendiri yang terlalu memanjakan si anak. Si Bapak yang keras kepala tetap tidak mau mengakui bahwa kesalahan ada padanya, hingga akhirnya si Nanny berhasil menyadarkan si Bapak. Setelah si Bapak mengevaluasi diri, akhirnya anaknya yang bandel itu pun menjadi lebih mudah dikontrol.</p>
<p>Kadang kita begitu sering menyalahkan orang lain atas suatu keadaan yang menimpa kita. Padahal kalau kita mau menyadari kesalahan kita dan berusaha untuk mengevaluasi diri serta melembutkan hati, alangkah jauh lebih baik untuk kita dapat menerima atau bahkan mengubah keadaan tersebut.</p>
<p>Seperti seseorang yang pernah bercerita begini kepada saya, &#8220;Ada beberapa hal yang sampe saat ini ga bisa aku terima, salah satunya adalah masa laluku. Aku sering menyalahkan masa laluku yang kemudian membentuk pribadiku jadi kayak gini. Kenapa sih dulu aku begini dan begitu ?! Hal ini sering banget mengusik pikiranku. Aku masih ga bisa menerima masa laluku ituh.&#8221;</p>
<p>Memang kadang kita sering menyesal bahkan mengutuk keadaan kita di masa lalu. Padahal kita tahu pasti bahwa kita tidak akan pernah bisa mengubahnya. Bukankah dengan kita memaki-maki masa lalu, cuma akan membuang sia-sia energi kita ?? Yang bisa kita lakukan saat ini adalah evaluasi diri, memperbaiki diri, dan berusaha agar kejadian di masa lalu itu tidak terulang di saat ini dan masa depan.</p>
<p>Pernah dalam suatu kajian, ustadz saya berkata begini, &#8220;<em>Jika kejadian buruk menimpa kita, itu bisa merupakan ujian atau bahkan hukuman dari Allah. Kalau kita sering melakukan dosa, maka itu bisa jadi hukuman, dan kita mesti bertobat. Kalau kita merasa tidak pernah melakukan suatu kesalahan, maka itu bisa jadi sebuah ujian untuk kita. Nah masalahnya, kalau kita merasa suci, justru itulah kesalahan kita.&#8221;</em></p>
<p>Seperti ketika orang tua yang dihadapkan pada seorang anak yang berwatak keras dan pemarah. Pada saat itu Allah bisa jadi sedang menguji kesabaran orang tuanya. Dalam keadaan tersebut hanya kesabaran orang tualah yang bisa membuat keadaan menjadi lebih baik. Hati orang tua akan lebih tenang karena tetap bersabar. Dengan demikian insya Allah akan turut mengetuk hati si anak agar berlaku lebih lembut dan sabar.</p>
<p>Beberapa waktu lalu Aa&#8217; Gym juga berkata begini, &#8220;<em>Kita tidak usah terlalu sibuk memikirkan kesalahan orang lain yang kita harus mengubahnya. Kewajiban kita hanya mengingatkan, kalau memang tidak ada perubahan maka sudah gugurlah kewajiban kita itu. Maka yang harus kita lakukan selanjutnya adalah tobat. Karena kalau kita senantiasa mengevaluasi diri, maka insya Allah, Allah akan menolong kita. Jadi, tobat adalah salah satu kunci untuk bisa ridha pada suatu kenyataan.&#8221;</em></p>
<p>Dalam Al-Qur&#8217;an juga telah disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 155:</p>
<p><em>&#8220;Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang <strong>sabar.</strong>&#8220;</em></p>
<p>Jadi, kalau sesuatu yang buruk menimpa kita, siyapa yang salah ?? Siyapa yang harus memperbaiki diri dahulu ??</p>
<p>Klo kata Aa&#8217; Gym:</p>
<blockquote><p><strong>Mulai dari hal terkecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang !!</strong></p></blockquote>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color: #c0c0c0;"><em>Gambar di atas dipinjam dari <a href="http://kampungwacana.wordpress.com/" target="_blank">sini</a>.</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/mulai-dari-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Tertipu!</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/jangan-tertipu/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/jangan-tertipu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 14:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Bacaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Waspada akan manusia separuh iblis
Berjenis wanita bernama feminis
Tolak syari&#8217;at bicara sok kritis
Sering dengan nada sinis
Sebut ukhti tekstualis
Padahal mereka cuma mengais
Dari sampah pikiran kafir najis
Mereka lancang bicara:
&#8220;Jilbab itu budaya&#8230;&#8221;
&#8220;Jadi cintailah produk kita&#8230;!&#8221;
Tapi ukhti harus waspada
Karena itu tipuan belaka
Mereka sendiri malu pake koteka
Dengan nyelekit
Mereka bilang, &#8220;Poligami amit-amit&#8230;&#8221;
&#8220;Hanya bikin sakit hati&#8230;&#8221;
Hasilnya? Suami pergi tanpa pamit
Selingkuhpun terjadi tak sedikit
Hingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waspada akan manusia separuh iblis<br />
Berjenis wanita bernama <a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/membantah-feminis/meninjau-ulang-emansipasi-ada-apa-dengan-emansipasi/" target="_blank">feminis</a><br />
Tolak syari&#8217;at bicara <abbr title="Padahal gak bersandar pada ilmu agama">sok kritis</abbr><br />
Sering dengan nada sinis<br />
Sebut ukhti tekstualis<br />
Padahal mereka cuma mengais<br />
Dari sampah pikiran <abbr title="Yahudi, Nasrani, dan para pendukungnya">kafir najis</abbr></p>
<p>Mereka lancang bicara:<br />
<em>&#8220;<a href="http://yakinku.wordpress.com/2008/10/08/jilbabpentingcewekcantik/" target="_blank">Jilbab</a> itu <abbr title="Ada juga sutradara film yang bilang hal serupa">budaya</abbr>&#8230;&#8221;</em><br />
<em>&#8220;Jadi cintailah produk kita&#8230;!&#8221;</em><br />
Tapi ukhti harus waspada<br />
Karena itu tipuan belaka<br />
Mereka sendiri malu pake <abbr title="Padahal koteka itu asli produk kita!">koteka</abbr></p>
<p><span id="more-412"></span>Dengan nyelekit<br />
Mereka bilang, <em>&#8220;<a href="http://www.aditdanniez.com/2008/11/27/satu-dua-tiga-atau-empat/" target="_blank">Poligami</a> amit-amit&#8230;&#8221;</em><br />
<em>&#8220;Hanya bikin sakit hati&#8230;&#8221;</em><br />
Hasilnya? Suami pergi tanpa pamit<br />
Selingkuhpun terjadi tak sedikit<br />
Hingga perzinaan dilakukan di gang sempit</p>
<p>Mereka sibuk melombakan kefasikan<br />
Melalui kontes ratu-ratuan<br />
Obral <a href="http://yakinku.wordpress.com/2008/06/20/berpakaian-tetapi-telanjang/" target="_blank">aurat</a> dijual murahan<br />
Iman dan akhlak bukan ukuran<br />
Layaknya di pasar hewan<br />
Yang dinilai hanya keelokan, kemolekan, dan kemontokan</p>
<p><em>&#8220;Kita harus menjadi wanita mandiri&#8230;&#8221;</em><br />
<em><abbr title="Padahal Allah sendiri telah menyatakan bahwa tidaklah sama antara laki-laki dengan wanita. [QS. Ali-Imran; 36]">&#8220;Setara itu harga mati&#8230;&#8221;</abbr></em><br />
Diucapkan dengan tak tahu diri<br />
Lupakan <abbr title="Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita). [QS. An-Nisaa; 34]">fitri</abbr> ciptaan Rabbul Izzati<br />
Tapi, renungkanlah dengan teliti<br />
Dan lihatlah profesi koki<br />
Mengapa banyak dilakukan lelaki<br />
Tapi kami tak pernah tuntut emansipasi</p>
<p>Wahai wanita beriman&#8230;<br />
Jangan hiraukan syubhat murahan<br />
Berteduhlah di bawah <abbr title="Orang yang menyandarkan pandangannya pada aturan agama dibilang berpikiran sempit. Ah... Dunia memang sempit kok, tidak seluas surga-Nya.">naungan Al-Qur&#8217;an</abbr><br />
Mengikutlah pada Rasul akhir zaman<br />
Sepaham dengan Sahabat era keemasan<br />
Hikmah kan muncul ke permukaan<br />
Jannah menanti dengan yakut dan marjan</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Aria Ibnu Solihun</span><br />
</strong>Disadur dari <a href="http://www.qiblati.com/" target="_blank">Majalah Qiblati</a>, edisi 04 tahun IV, hal. 33</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/jangan-tertipu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>73</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Katakan Cinta</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/katakan-cinta/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/katakan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 09:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Dari Anas ra, ia berkata: Ada seorang laki-laki duduk di hadapan Nabi SAW, kemudian ada seseorang yang lewat di situ, lalu orang yang duduk di hadapan Nabi berkata: &#8220;Ya Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang itu,&#8221; Nabi SAW bertanya: &#8220;Apakah kamu sudah memberitahukan kepadanya?&#8221; Dia menjawab: &#8220;Belum.&#8221; Beliau bersabda: &#8220;Beritahukanlah kepadanya!&#8221; Kemudian dia menemui orang itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Dari Anas ra, ia berkata: Ada seorang laki-laki duduk di hadapan Nabi SAW, kemudian ada seseorang yang lewat di situ, lalu orang yang duduk di hadapan Nabi berkata: &#8220;Ya Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang itu,&#8221; Nabi SAW bertanya: &#8220;Apakah kamu sudah memberitahukan kepadanya?&#8221; Dia menjawab: &#8220;Belum.&#8221; Beliau bersabda: &#8220;Beritahukanlah kepadanya!&#8221; Kemudian dia menemui orang itu dan berkata: &#8220;Sesungguhnya saya mencintaimu karena Allah.&#8221; Orang itu menjawab: &#8220;Semoga kamu dicintai oleh Zat yang menjadikanmu mencintaiku karena-Nya.&#8221;<br />
(HR Abu Daud)</p></blockquote>
<p><a href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/01/love-palestine.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-363" style="border: 1px solid #444444; margin-top: 5px;" title="Ana bahib filistiin" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/01/love-palestine-300x212.jpg" alt="Ana bahib filistiin" width="153" height="108" /></a>Di saat kamu menderita karena perang yang berkecamuk, di sini kami berdoa agar kamu diberikan pertolongan dan kemudahan dari Allah. Di saat yang lain disibukkan dengan urusannya masing-masing, di sini banyak dari kami yang melakukan aksi kepedulian dengan demonstrasi (terlepas dari segala kontroversinya), penggalangan dana, dan lain sebagainya.</p>
<p>Mungkin kami memang tidak bisa ikut langsung membantu perjuanganmu di sana. Dan kami tahu, mungkin kamu di sana berkata lantang untuk melihat kepedulian kami, &#8220;Ayo tunjukkanlah padaku! Tunjukkan!&#8221;</p>
<p><span id="more-357"></span>Apa yang bisa kami tunjukkan? Jujur, kami malu melihat diri kami sendiri yang tidak bisa berbuat banyak untuk membantumu di sana. Hanya sekedar doa dan sedikit bantuan materi yang mungkin bisa kami berikan. Kawan, teruskan dan jangan pernah hentikan doamu untuk mereka di sana!</p>
<p>Kami ingin menyatakan bahwa kami masih peduli terhadapmu, saudaraku. Meski mungkin hanya ini yang bisa kami lakukan. Sungguh kami tahu bahwa kamu di sana juga <a href="http://www.detiknews.com/read/2009/01/30/205433/1077085/10/warga-gaza-sambut-hangat-tim-kemanusiaan-dari-indonesia" target="_blank">mencintai kami</a> dengan memegang teguh agama-Nya. Maaf jika balasku tidak sebesar cintamu. Tapi sungguh, kami sangat mencintaimu karena Allah&#8230;</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Gambar ana bahib filistiin diambil dari <a href="http://atsilusgi.deviantart.com/art/Ana-Bahib-Falasteen-36129212" target="_blank">sini</a>.</p>
<p><strong>Allahumma unshuril mujahidina fi filistiin&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/katakan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masihkah Kita Jujur ??</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/masihkah-kita-jujur/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/masihkah-kita-jujur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 07:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niez-nya adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[Masihkah kita jujur ??
Kalau tanpa kejujuran,
kita justru akan meraup lebih banyak harta (yang malah akan menjerumuskan kita ?!)
Masihkah kita jujur ??
Kalau tanpa kejujuran,
kita justru bisa mendapatkan nilai yang lebih tinggi (di mata manusia ?!)
Masihkah kita jujur ??
Kalau tanpa kejujuran,
kita justru akan meraih jabatan yang lebih tinggi (atau lebih basah ?!)
Masihkah kita jujur ??
Kalau tanpa kejujuran,
kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Masihkah kita jujur ??</strong><br />
Kalau tanpa kejujuran,<br />
kita justru akan meraup lebih banyak harta (yang malah akan menjerumuskan kita ?!)</p>
<p><strong>Masihkah kita jujur ??</strong><br />
Kalau tanpa kejujuran,<br />
kita justru bisa mendapatkan nilai yang lebih tinggi (di mata manusia ?!)</p>
<p><strong>Masihkah kita jujur ??</strong><br />
Kalau tanpa kejujuran,<br />
kita justru akan meraih jabatan yang lebih tinggi (atau lebih basah ?!)</p>
<p><strong>Masihkah kita jujur ??</strong><br />
Kalau tanpa kejujuran,<br />
kita justru akan bisa bersenang-senang menghirup segarnya dunia (ataukah hanya kefanaannya ?!)</p>
<p><strong>Masihkah kita jujur ??</strong><br />
Kalau tanpa kejujuran,<br />
kita justru bisa menutupi aib kita sendiri (atau justru menampakkannya ?!)</p>
<p><strong>Masihkah kita jujur ??</strong><br />
Kalau tanpa kejujuran,<br />
kita justru bisa memperoleh lebih banyak teman (yang tidak jujur juga ?!)</p>
<p><span id="more-329"></span><br />
Masihkah kita jujur, kalau ternyata tanpa kejujuran pun kita justru bisa mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik dibanding yang berbuat dengan kejujuran ??</p>
<p>Padahal sesuatu yang lebih baik menurut ukuran manusia itu hanyalah tipu daya dunia yang melenakan. Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa pemikul kejujuran seperti mengangkat gunung yang tinggi. Tak akan ada yang mampu kecuali orang yang kuat niatnya.</p>
<p><strong>Rasulullah SAW</strong> bersabda, <em>&#8220;Hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. Selama seorang benar dan selalu memilih kebenaran dia tercatat di sisi Allah seorang yang benar (jujur). Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong).&#8221;</em> <strong>(HR. Bukhari)</strong></p>
<p><strong>Masih berani kah kita tidak jujur ??</strong><br />
Karena tiada orang yang berbohong kecuali orang yang hendak menghinakan dirinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/masihkah-kita-jujur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamu yang Terbaik Untukku</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/kamu-yang-terbaik-untukku/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/kamu-yang-terbaik-untukku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 16:58:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Disini akan kutuliskan semua keinginan dan rencanaku. Aku goreskan hitam di atas putih dengan sebuah pena. Sengaja kutulis semua itu dengan pena agar ku tak mudah menghapusnya. Tuk semakin mantap berikhtiar pada rencana dan keinginanku.
Namun, walau begitu&#8230; Kubiarkan kertas ini terbuka untuk-Nya. Dan kutinggalkan penghapusnya cukup dan hanya pada-Nya. Ia yang bisa menghapus apapun dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/01/rencana.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-337" style="border: 1px solid #444444; margin-top: 7px;" title="rencana" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/01/rencana-300x225.jpg" alt="Kamu yang Terbaik Untukku" width="238" height="178" /></a>Disini akan kutuliskan semua keinginan dan rencanaku. Aku goreskan hitam di atas putih dengan sebuah pena. Sengaja kutulis semua itu dengan pena agar ku tak mudah menghapusnya. Tuk semakin mantap berikhtiar pada rencana dan keinginanku.</p>
<p>Namun, walau begitu&#8230; Kubiarkan kertas ini terbuka untuk-Nya. Dan kutinggalkan penghapusnya cukup dan hanya pada-Nya. Ia yang bisa menghapus apapun dari seorang hamba.</p>
<p>Karena Ia yang akan menghapuskan semua bagian dariku yang salah. Dan menunjukkan padaku serta menggantikannya dengan sesuatu yang jauh lebih indah. Aku bisa saja berharap akan sesuatu, tapi hanya Ia yang tahu mana yang terbaik buatku.</p>
<p>Bukan pada detik-detik yang dihitung mundur, yang sebagian besar orang menyebutnya tahun yang baru. Namun pada setiap hari dan helaan nafas ini. Insya Allah, Kau dapat tunjukkan aku jalan terbaik.</p>
<p><span id="more-332"></span><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Gambar pena dan agenda diambil dari <a href="http://flickr.com/photos/joseph-dath/377534815/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p><strong>Karena Engkau ya Allah, memang yang terbaik untukku&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/kamu-yang-terbaik-untukku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendakian Malam Pertama&#8230;</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/pendakian-malam-pertama/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/pendakian-malam-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 05:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Di dunia ini tidak ada sesuatu yang pasti datangnya selain kematian dan juga beberapa ketetapan-Nya. Kematian&#8230; Pun walau kita berada di dalam benteng terkokoh, ia pasti datang. Tidak perlu dijemput, tidak juga terjadi secara kebetulan. Tidak perlu menunggu tua, tidak juga selalu di saat muda. Apapun itu, ia pasti datang&#8230;
Pernahkah membayangkan bagaimana ajal menjemput? Bayangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2008/12/rumah-masa-depan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-302" style="border: 1px solid #444444; margin-top: 5px;" title="rumah-masa-depan" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2008/12/rumah-masa-depan.jpg" alt="Pendakian Malam Pertama..." width="190" height="190" /></a>Di dunia ini tidak ada sesuatu yang pasti datangnya selain kematian dan juga <a href="http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=421" target="_blank">beberapa</a> ketetapan-Nya. Kematian&#8230; Pun walau kita berada di dalam benteng terkokoh, ia pasti datang. Tidak perlu dijemput, tidak juga terjadi secara kebetulan. Tidak perlu menunggu <a href="http://www.aditdanniez.com/2008/12/11/tua-itu-pasti-dewasa-itu-pilihan/" target="_blank">tua</a>, tidak juga selalu di saat muda. Apapun itu, ia pasti datang&#8230;</p>
<p>Pernahkah membayangkan bagaimana ajal menjemput? Bayangkan ketika Izrail telah berada di sisi kepala kita. Bayangkan ketika jiwa mulai ditarik keluar dari raga. Bayangkan saat ketika syaithon memperlihatkan kepada kita kesenangan dunia yang dahulu selalu kita kejar. Bayangkan ketika lidah terasa kelu dan merintih hanya tuk mencoba mengucap Laa ilaa hailallah di ujung usia dan nafas kita. Huff&#8230; Janji-Nya itu pasti kan datang dengan waktu yang tak bisa diraba.</p>
<p>Pernah merasakan sakit yang amat sangat? Ah&#8230; Kabarnya rasa itu tidak mampu menandingi perihnya kematian. Selesaikah semuanya setelah itu? Tidak! Kita masih harus menuju suatu tempat, rumah masa depan!</p>
<p>Alam kubur&#8230; Suatu gerbang awal menuju kehidupan akhirat. Bagi siapa yang merasakan indahnya malam pertama setelah menikah, belum tentu akan merasakan pula indahnya malam pertama di alam kubur. Malam pertama di alam kubur merupakan kesan pertama yang dapat memperkirakan kelanjutan kisah hidup kita yang sebenarnya. Ah&#8230; Seandainya kubur dapat berbicara, mungkin ia akan berkata&#8230;</p>
<p><span id="more-286"></span></p>
<blockquote><p>Maukah kalian tahu apa yang akan kuperbuat dengan orang ini? Akan aku bakar kafannya, kurobek badannya dan kusedot darahnya serta ku kunyah dagingnya! Maukah kau kuberitahu apa yang akan kuperbuat dengan anggota badannya? Aku cabut (satu per satu dari) telapak ke tangannya, lalu dari tangan ke lengan, dan dari lengan menuju pundak. Lalu kucabut pula lutut dari pahanya, dan paha dari lututnya. Kucabut pula lutut itu dari betis. Dari betis menuju telapak kakinya.</p></blockquote>
<p>Siapa yang merasakan kesulitan di alam kubur, pastilah akan berlanjut dengan suatu kengerian yang amat sangat di alam akhirat nanti. Kenikmatan, kekayaan, dan keindahan yang didapatkan di dunia tak mampu menolong. Itu pasti! Sesungguhnya tempat yang dijanjikan itu tidaklah berada di dunia yang semu ini, tapi berada di suatu tempat yang sekarang ini belum kita melihatnya. Suatu tempat yang hanya dapat kita capai setelah melalui gerbang yang bernama kubur.</p>
<p>Surga atau neraka semua ada di tangan-Nya. Dan siapa saja yang bisa memasuki surga-Nya, hanya Ia yang berkuasa. Surga tidaklah didapat karena segala amal shaleh kita, tapi karena <a href="http://opi.110mb.com/haditsweb/1100_hadits_terpilih/b38_rahmat_allah.htm" target="_blank">rahmat</a> dan kebaikan Allah semata. Amal shaleh, sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita, tidaklah mampu menebus nikmat surga yang dijanjikan-Nya. Amal shaleh merupakan usaha kita untuk mendapatkan rahmat-Nya.</p>
<p>Seandainya saat ini diperlihatkan surga-Nya, pastilah saat ini juga kita akan berbuat apapun untuk mendapatkannya. Ya, apapun! Bila surga berada di atas sana, maka yang harus kita lakukan ialah mendaki! Dan tidak ada seorangpun yang berkata bahwa mendaki jauh lebih mudah daripada menuruninya.</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Gambar rumah masa depan diambil dari <a href="http://flickr.com/photos/mutephotoblog/422239764/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p><strong>Ya Allah&#8230; Ridha kah Engkau dengan segala pendakianku?<br />
Apa yang akan Kau persiapkan untuk menyambutku di malam pertamaku nanti?<br />
</strong><strong>Terbesit rasa khawatir akan ajalku yang bisa saja datang di malam ini&#8230;<br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/pendakian-malam-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>62</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tua itu Pasti, Dewasa itu Pilihan</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/tua-itu-pasti-dewasa-itu-pilihan/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/tua-itu-pasti-dewasa-itu-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 05:08:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>niez-nya adit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang bilang hidup itu pilihan. Memilih teman, memilih pasangan, memilih sahabat, sampai memilih jalan hidup. Untuk yang terakhir ini, banyaknya varian pilihan yang terbentang kadang membuat kita harus berpikir dua, tiga, atau mungkin berpuluh-puluh kali untuk memilih mana yang terbaik untuk kita. Kadang kala kita menjadi sok tau dan sok mengerti mana yang kira-kira [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2008/12/pilihan-ganda.jpg"><img class="size-full wp-image-250 alignleft" style="margin-top: 0px;" title="pilihan-ganda" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2008/12/pilihan-ganda-300x300.jpg" alt="Tua itu Pasti, Dewasa itu Pilihan" width="147" height="147" /></a>Ada yang bilang hidup itu pilihan. <a title="Memilih Teman Gaul" href="http://www.dudung.net/buletin-gaul-islam/teman-gaul-kita-itu.html" target="_blank">Memilih teman</a>, memilih pasangan, memilih sahabat, sampai <a title="Hidup Itu Pilihan" href="http://nieznaniez.wordpress.com/2008/01/20/hidup-itu-pilihan/" target="_blank">memilih jalan hidup</a>. Untuk yang terakhir ini, banyaknya varian pilihan yang terbentang kadang membuat kita harus berpikir dua, tiga, atau mungkin berpuluh-puluh kali untuk memilih mana yang terbaik untuk kita. Kadang kala kita menjadi sok tau dan sok mengerti mana yang kira-kira terbaik untuk kita. Padahal bisa saja ternyata pilihan itu justru membuat kita jungkir balik &#8216;di sana&#8217;.</p>
<p>Dalam hal ini, Allah telah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 216 yang artinya:</p>
<p><em>&#8220;Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.&#8221;</em></p>
<p><a title="Blognya Kang Habib" href="http://yakinku.wordpress.com/" target="_blank">Kang Habib</a> juga pernah bilang bahwa proses kita memilih diibaratkan seperti memilih sebuah tongkat. Begitu banyak tongkat yang ada di depan mata kita. Ketika kita memilih sebuah ujung tongkat, maka ujung yang sana akan mengikuti, tak bisa memilih lagi. Demikian pula hidup, kita bisa membuat ‘pilihan’, tapi konsekuensi logis di akhirat tak akan ada pilihan lagi.</p>
<p>Yang lebih parah malah tak jarang kita membiarkan pilihan untuk kita di tangan orang lain. Dengan kata lain, membiarkan orang lain yang memilih jalan hidup kita. Misalnya, membiarkan teman atau sahabat untuk memilih kegiatan untuk kita. Klo teman begini ya kita ikut begini, klo teman begitu ya kita ikut begitu. Nah, tipe yang ikut arus ini yang bahaya. Iya klo yang diikutin itu bener, lha klo salah, siyapa yang mau tanggung jawab ?! <a title="Temanku Mati Terbakar" href="http://www.dudung.net/artikel-islami/temanku-mati-terbakar.html" target="_blank">Bisa berabe kan urusannya</a>.</p>
<p><span id="more-234"></span>Dalam proses pilih-memilih ini, mungkin kita mesti tau dulu mana yang benar dan mana yang salah. Pilihan benar-salah di sini tidak lagi subjektif, karena kita udah punya tuntunan yang pas untuk dipercaya dan dijamin ga bakal salah. Yah, apalagi klo bukan Al-Qur&#8217;an dan Sunnah.</p>
<p>Masalahnya, sering kali di depan kita sudah terpampang dengan sangad jelas sebuah kebenaran yang nyata, tapi kita susah untuk mengikutinya. Misalnya suatu ketika ada teman kita yang mengajak untuk suatu kebaikan. Tapi di sisi lain, sahabat kita yang lain malah mengajak untuk mendzalimi orang tersebut. Di sini telah terlihat mana yang benar dan mana yang salah. Bahkan tak disangkal klo sudah ada slentingan halus dalam hati kecil kita untuk menolaknya. Namun atas nama &#8217;setia kawan&#8217;, akhirnya kita mengikuti ajakan sahabat kita tersebut. Nah lho, udah menggantungkan pilihan hidup pada orang lain, pilihannya salah pula. Ck ck ck&#8230; <img src='http://www.aditdanniez.com/wp-content/plugins/smilies-themer/YM/33.gif' alt='[-(' class='wp-smiley' title="gambar Tua itu Pasti, Dewasa itu Pilihan" /> </p>
<p>Menurut buku <em>Laa Tahzan for Muslimah</em>, susahnya kita untuk memilih yang benar ini berhubungan juga dengan kebersihan hati kita. Dalam buku tersebut hati kita dianalogikan seperti sebuah cermin. Cermin yang jernih dan selalu dirawat akan dengan mudah menerima cahaya dan memantulkannya. Namun cermin yang berkarat dan tak terawat akan susah untuk menerima cahaya apalagi memantulkannya. Padahal bisa jadi cahaya tersebut udah dipancarkan dengan daya yang sangat besar.</p>
<p><em>&#8220;Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai daripadanya.&#8221;</em> demikianlah Allah berfirman dalam surat Al-A&#8217;raf ayat 146.</p>
<p>Uhuhuu&#8230; Mudah-mudahan hati kita termasuk cermin yang jernih dan terawat yah.</p>
<p>Kesalahan dalam memilih jalan hidup ini ternyata dipengaruhi juga oleh tingkat kedewasaan seseorang. Dalam Islam, seseorang dianggap sudah dewasa ketika telah mengalami mimpi basah (<em>ikhtilam</em>) untuk pria dan menstruasi (<em>haid</em>) untuk wanita. Adit-ku bilang klo definisi yang paling sederhana untuk &#8216;dewasa&#8217; adalah mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Setelah membedakan salah-benarnya, seorang yang dewasa akan mampu berpikir jernih untuk memilih jalan hidupnya.</p>
<p>Dulu ustadz saya juga pernah bilang klo salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada kita adalah kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan nikmat tersebut seoptimal mungkin.</p>
<p>Sebuah iklan rokok menyampaikan tagline: <a title="...namun dewasa itu kebutuhan" href="http://melati-asih.web.ugm.ac.id/2006/02/02/teropong-kedewasaan-bag-2/" target="_blank">Tua itu Pasti, Dewasa itu Pilihan</a>. Tagline ini memang berdasar pada kenyataan bahwa sangad banyak manusia yang sudah dewasa dalam hitungan umur (baca: tua), namun masih belum dewasa dalam hal pemikiran, sikap, dan pilihan hidup. Tengok saja berapa banyak orang masih melakukan hal-hal mubadzir di ujung usianya. Harusnya kita sadar bahwa waktu kita selalu dihitung mundur dengan setiap helaan nafas. Huuh&#8230;</p>
<p><strong>Jadi, ketika di depan mata kita sudah ditunjukkan mana yang haqq dan mana yang bathil, adakah pilihan untuk kita memilih selain yang haqq ?? Bersikaplah dewasa, teman. <img src='http://www.aditdanniez.com/wp-content/plugins/smilies-themer/YM/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' title="gambar Tua itu Pasti, Dewasa itu Pilihan" /> <br />
</strong></p>
<p><span style="color: #c0c0c0;"><em>Jah, bicara apa sih saya ini ?? Masih anak kmaren sore kok udah sok-sokan ngomongin soal dewasa. Ngaca dulu tuh. Uhuhuu&#8230;</em></span></p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>*gambar diambil dari <a href="http://priyadi.net/" target="_blank">sinih</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/tua-itu-pasti-dewasa-itu-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>92</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
