<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>
<channel>
	<title>aditdanniez.com &#187; adit-nya niez</title>
	<atom:link href="http://www.aditdanniez.com/author/aditnyaniez/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aditdanniez.com</link>
	<description>di sini tempat kami berteduh...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Jun 2010 09:44:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Istri Cantik, Suami Tampan?</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/istri-cantik-suami-tampan/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/istri-cantik-suami-tampan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 16:16:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=669</guid>
		<description><![CDATA[Setiap saat, kita diajak untuk takjub dan menyibukkan hati serta pikiran dengan kecantikan orang lain, sementara di rumah para istri lupa berhias. Mereka berhias hanya ketika keluar rumah atau ke rumah teman nun jauh di sana. Alhasil, rumput di halaman tetangga selalu tampak lebih hijau. Akhirnya tak sanggup kita bicara pada istri kita, &#8220;Biarlah engkau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Setiap saat, kita diajak untuk takjub dan menyibukkan hati serta pikiran dengan kecantikan orang lain, sementara di rumah para istri lupa berhias. Mereka berhias hanya ketika keluar rumah atau ke rumah teman nun jauh di sana. Alhasil, rumput di halaman tetangga selalu tampak lebih hijau. Akhirnya tak sanggup kita bicara pada istri kita, &#8220;Biarlah engkau yang tercantik di hatiku,&#8221;</p></blockquote>
<p>Itulah petikan kalimat yang baru saja saya baca dari sebuah buku karangan Muhammad Fauzil Adhim. Dalam tulisannya, beliau menekankan tentang rentetan masalah yang biasa muncul ketika kita terlalu sibuk dengan keelokan paras orang lain. Inilah yang banyak terjadi saat ini menurutnya.</p>
<p>Sekilas, mungkin petikan kalimat tersebut lebih terkesan &#8220;menegur&#8221; para istri. Dan dalam teks aslinya sendiri, kalimat tersebut memang berada pada paragraf yang membicarakan tentang kebiasaan para istri. Namun, buat saya, kalimat tersebut juga dapat dimaknai sebagai sentilan kepada para suami untuk menjaga pandangan dan hatinya.</p>
<p><span id="more-669"></span>Ah, tidak perlu panjang lebar. Saya cuma ingin berbagi soal petikan kalimat tersebut. Insya Allah bisa menjadi pengingat untuk saya dan juga istri. Suami, orang yang paling berhak melihat eloknya sang istri ketika ia berhias. Istri, juga berhak mendapatkan hal yang sama dari suaminya, seperti sang istri melakukannya untuk suami, karena Allah dan suaminya.</p>
<p>Istri cantik, suami tampan? Wajar lah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/istri-cantik-suami-tampan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Harus Terkatakan&#8230;</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/yang-harus-terkatakan/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/yang-harus-terkatakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 03:19:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[Kalau saya tanya, &#8220;Apakah kamu memiliki suatu tujuan?&#8221; Pasti semua akan menjawab, &#8220;Punya!&#8221; Tapi kalau ditanyakan, &#8220;Seberapa banyak tantangan yang ingin kamu dapat untuk mencapai tujuanmu?&#8221; Mungkin jawabannya bisa beragam. Saya punya banyak sekali tujuan, impian, atau mungkin juga khayalan. Saya memang tipe orang yang suka berangan-angan. Eits, tapi angan-angan saya insya Allah bukan angan-angan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau saya tanya, &#8220;Apakah kamu memiliki suatu tujuan?&#8221;</p>
<p>Pasti semua akan menjawab, &#8220;Punya!&#8221;</p>
<p>Tapi kalau ditanyakan, &#8220;Seberapa banyak tantangan yang ingin kamu dapat untuk mencapai tujuanmu?&#8221;</p>
<p>Mungkin jawabannya bisa beragam. Saya punya banyak sekali tujuan, impian, atau mungkin juga khayalan. Saya memang tipe orang yang suka berangan-angan. Eits, tapi angan-angan saya insya Allah bukan angan-angan kosong yang bertepuk sebelah tangan.</p>
<p>Alhamdulillah, salah satu angan-angan dan tujuan terbesar dalam hidup saya sudah Allah kabulkan. Tepat tanggal <a href="http://walimah.aditdanniez.com/" target="_blank">10 Muharram 1431 H</a>, angan-angan saya itu terwujud. Kembali kepada pertanyaan di awal tulisan ini, &#8220;Seberapa banyak tantangan yang ingin kamu dapat untuk mencapai tujuanmu?&#8221;</p>
<p>Seberapa banyak?</p>
<p>Saya ingat benar ketika saya masih duduk di bangku SMA kelas 2. Niat untuk menikah muda sudah saya simpan dalam memori saya yang menunggu untuk diwujudkan. Setahun kemudian, ketika saya duduk di kelas 3, saya ikrarkan di depan guru-guru saya niat tersebut. Tidak hanya niat yang saya ikrarkan, tapi juga waktu mengenai kapan tepatnya niat itu pasti akan terwujud.</p>
<p><span id="more-634"></span>Nekat? Kepedean? Ah, tidak juga. Waktu itu saya katakan kepada guru-guru saya kalau saya akan menikah sebelum saya lulus kuliah. Saya bertekad untuk menjalani KKN. Kuliah, kerja, nikah. Pada saat itu mungkin saja orang-orang yang mendengar tekad saya tersebut cuma menganggapnya sebagai guyonan. Maklum, terkadang kalimat guyonan saya dengan kalimat serius hanya beda-beda tipis.</p>
<p>Setahun kemudian, ketika masih tahap-tahap awal menginjakkan kaki di dunia perkuliahan, angan-angan tersebut kembali saya asah. Saya katakan ke teman-teman saya kalau saya akan menikah sebelum lulus. Bukannya saya kepedean, tapi sebenarnya saya hendak mencari siapa-siapa yang kira-kira sepaham, semisi, dan memiliki angan-angan yang sama dengan saya. Tapi sepertinya tidak ada.</p>
<p>Mungkin ada yang berpikir mengenai kesiapan saya untuk menikah. Pekerjaan salah satunya. Orang baru lulus SMA kok udah kepingin nikah. Mau ngasih makan apa ke istri nanti? Tapi Alhamdulillah, siapa sangka 3 bulan setelah lulus SMA saya mendapat pekerjaan. Gak jauh-jauh, sekolah saya yang jadi kantor pertama saya sebelum hijrah ke sebuah kantor di daerah Mangga Dua hingga kini.</p>
<p>Saat itu saya langsung dipanggil salah satu wakil direktur yayasan sekolah tempat saya bekerja. Ternyata pihak sekolah merasa tertarik dengan website yang saya buat. Dulu, sewaktu teman-teman saya sibuk dan belajar keras untuk UN SMA, saya malah asik-asik belajar mengembangkan website. Sebagian waktu saya tersita di depan internet dibanding untuk belajar kala itu. Tapi inilah yang menjadi awal mula gerbang terwujudnya cita-cita saya. Setelah mendapat pekerjaan itu, salah seorang guru saya langsung mengatakan, &#8220;Kamu udah boleh menikah sekarang!&#8221;</p>
<p>Maaf, saya sadar cerita ini sudah cukup panjang, bahkan kalau saya terus menggerakkan jari ini untuk bercerita tentu akan semakin panjang dan mungkin bisa saja memunculkan bibit kesombongan di hati ini. Padahal masih banyak hal lain yang ingin saya bicarakan dibanding sekedar bercerita. Singkatnya di akhir cerita, Alhamdulillah angan-angan saya itu akhirnya terwujud sesuai target dengan melalui cukup banyak kesulitan dan kelelahan. Mungkin lebih lengkapnya akan saya ceritakan di kesempatan lain bila berkenan.</p>
<p>Sebenarnya yang ingin saya bicarakan adalah soal tantangan dan fokus. <a href="http://www.dakwatuna.com/2008/thariq-bin-ziyad-sang-penakluk-spanyol/" target="_blank">Thariq bin Ziyad</a> yang mengukirkan namanya di selat dua benua (Jabal Thariq atau Gibraltar), sadar bahwa semakin besar tantangan akan semakin dahsyat pula potensi diri yang tergerakkan. Ia memerintahkan untuk membakar semua kapal ketika mendarat di semenanjung Iberia-Andalusia sebelum membebaskan Andalusia dari jajahan Raja Roderick yang semena-mena.</p>
<p>Thariq bin Ziyad seketika itu menutup celah kekalahan kaum muslimin. Kenapa? Karena hanya tinggal 2 pilihan sekarang: memenangkan pertempuran atau memenangkan bidadari surga. Pilihan ketiga, yaitu pulang dengan kapal sudah dihapus karena ia yakin pilihan ketiga berarti kekalahan.</p>
<p>Apa yang bisa dijadikan pelajaran dari kisah Thariq? Ya. Kalau ingin sukses besar, perbesar tantangannya! Tak lupa dengan doa juga tentunya. Saya mencoba untuk menerapkan contoh tersebut dalam angan-angan yang sudah saya ceritakan tadi. Dengan mengatakan bahwa saya akan menikah sebelum lulus, berarti kemungkinan untuk menikah setelah lulus, setelah dapat pekerjaan bagus, setelah umur sekian, setelah mapan, dan setelah-setelah yang lainnya sudah saya hapuskan. Dan pasti, potensi diri ini akan tergerakkan untuk memperoleh pilihan yang sebelumnya sudah ditetapkan.</p>
<p>Ada dua hal yang saya katakan ke istri saya (ups, waktu itu masih calon) beberapa bulan sebelum mencoba memantapkan hati untuk berbicara dengan calon mertua. Yang pertama saya katakan adalah keinginan saya untuk menikah di bulan Muharram, di mana saat itu bulan Muharram bertepatan dengan bulan Desember. Kemudian yang kedua, yang pasti akan selalu saya ingat, &#8220;Kalau kita gak bisa menikah sebelum tahun 2010, kita sudahi saja&#8230;&#8221;</p>
<p>Dengan kata lain, saya harus sudah menikah di bulan Desember tahun 2009!</p>
<p>Lagi-lagi saya mencoba untuk memperbesar taruhan saya. Sedikit nekat memang. Tapi saya akui dengan tantangan yang saya perbesar itu saya semakin menemukan ide-ide kreatif untuk mendukung angan-angan saya. Mental semakin terasah, dan ketetapan hati semakin bulat. Kalau saya tidak bisa menikah dengan calon istri saya waktu itu sesuai target, saya masih bisa mencari calon mertua lain. Alhamdulillah, sukses!</p>
<p>Dan kembali saya ingat, ternyata rangkaian angan ini tidak dimulai ketika saya pertama kali mengikrarkan niat di depan guru-guru saya di SMA. Dialog dengan seorang guru saya, M. Faedhullah namanya, menguatkan keyakinan saya akan pentingnya berangan-angan dan mencari tantangan. Di tengah-tengah pelajaran, saya yang ketika itu duduk di kelas 3 SMP ditanya oleh beliau, &#8220;Kamu mencari istri yang seperti apa nantinya?&#8221;</p>
<p>Ketika itu saya jawab kalau saya mencari yang berjilbab! Bukan hanya sekedar mengenakan jilbab, tapi juga menjaga hijabnya dengan sempurna. Dengan demikian, pilihan untuk mendapatkan istri yang tidak menjaga auratnya sangat-sangat tertutup. Bagaimana hasilnya? Alhamdulillah. Soal hijab ini selalu saya wanti-wanti ke istri saya sejak sebelum menikah dulu sampai sekarang.</p>
<p>Dan sekarang, di antara beberapa angan-angan saya, saya punya satu lagi angan-angan dan tantangan besar yang menunggu untuk diwujudkan. Saya ingin mengundurkan diri dari pekerjaan saya sekarang dan fokus sepenuhnya untuk beralih pada profesi yang dilakoni <a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapakah-abdurrahman-bin-auf.htm" target="_blank">Abdurrahman bin &#8216;Auf</a>, bekerja mandiri dan membuka lapangan pekerjaan baru. Kaum muslimin butuh Abdurrahman bin &#8216;Auf lainnya.</p>
<p>Insya Allah suatu hari nanti pasti terwujud. Ya Allah, kabulkanlah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/yang-harus-terkatakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Cinta untuk Para Tetamu</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/surat-cinta-untuk-para-tetamu/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/surat-cinta-untuk-para-tetamu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 06:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=628</guid>
		<description><![CDATA[Aku ingin menyampaikan pesan ini kepada seluruh tamu yang akan bertamu atau sedang bertamu, di manapun ia berada. Sebagai tamu, sudahkah kita bertamu sesuai dengan adab dan syariat yang diajarkan Rasulullah? Bukankah di dalam rumah terdapat penghuni yang mungkin juga terdapat seorang atau beberapa wanita di dalamnya yang tidak menutup aurat? Ya, rumah seharusnya adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku ingin menyampaikan pesan ini kepada seluruh tamu yang akan bertamu atau sedang bertamu, di manapun ia berada.</p>
<p>Sebagai tamu, sudahkah kita bertamu sesuai dengan adab dan syariat yang diajarkan Rasulullah?</p>
<p>Bukankah di dalam rumah terdapat penghuni yang mungkin juga terdapat seorang atau beberapa wanita di dalamnya yang tidak menutup aurat? Ya, rumah seharusnya adalah tempat yang paling aman bagi seorang wanita!</p>
<p>Alangkah indah dan mulia bila para tamu meminta izin di luar pintu rumah terlebih dahulu sebelum masuk ke rumah orang lain, meskipun rumah itu adalah rumah saudaranya sendiri. Berikan kesempatan kepada penghuni rumah untuk menutup aurat-aurat diri dan juga aib rumah.</p>
<p>Mintalah izin kepada para suami, sebagai orang yang paling berhak untuk menentukan siapa-siapa yang berhak masuk ke dalam rumahnya.</p>
<p>Sungguh, Rasulullah dan para sahabat telah memberikan contoh terbaik bagi umat ini dalam segala hal. Demi Allah, dalam segala hal! Maka maukah kamu mengambil pelajaran dari para generasi terbaik umat ini?</p>
<p><span id="more-628"></span>Ada seorang laki-laki di kalangan Anshar yang biasa dipanggil Abu Syuaib. Ia mempunyai seorang anak tukang daging. Kemudian, ia berkata  kepadanya, &#8220;Buatkan aku makanan yang dengannya aku bisa mengundang lima orang bersama Rasulullah,&#8221;</p>
<p>Kemudian, Rasulullah mengundang empat orang, yang orang kelimanya adalah beliau. Kemudian, ada seseorang yang mengikutinya. Maka, Rasulullah berkata,  &#8220;Engkau mengundang kami lima orang dan orang ini mengikuti kami.  Bilamana engkau ridha, izinkanlah ia. Bilamana tidak, aku akan meninggalkannya.&#8221; Kemudian, Abu Syuaib berkata, &#8220;Aku telah mengizinkannya.&#8221;<br />
(HR Bukhari)</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta ijin dan memberikan salam kepada penghuninya.  Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. Dan jika kamu tidak mendapati seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat ijin. Dan jika dikatakan kepadamu : &#8216;Kembalilah!&#8217;; maka hendaklah kamu kembali (pergi). Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,&#8221;<br />
(QS. An-Nuur; 27-28)</p>
<p>Bagaimana dengan cara bertamu Rasulullah sendiri?</p>
<p>Apabila Rasulullah mendatangi rumah seseorang, beliau tidak berdiri di depan pintu. Akan tetapi di samping kanan atau di samping kiri. Kemudian beliau mengucapkan :  &#8220;Assalamu&#8217;alaikum Assalamu&#8217;alaikum&#8221;<br />
(HR Abu Daud)</p>
<p>Ketika kita mengetuk pintu, dianjurkan untuk tidak menghadap ke arah pintu. Adab ini adalah untuk menghindari terlanggarnya kehormatan muslim atau muslimah lainnya dengan melihat sesuatu yang bukan haknya untuk dilihat.</p>
<p>&#8220;Menyingkirlah dari depan pintu, sesungguhnya meminta ijin itu disyari&#8217;atkan untuk menjaga pandangan mata,&#8221;<br />
(HR Abu Daud)</p>
<p>&#8220;Sekiranya ada seseorang yang mengintip (atau memasuki) rumahmu tanpa ijin, lalu engkau melemparnya dengan batu sehingga tercungkil matanya, maka tidak ada dosa atasmu,&#8221;<br />
(HR Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Itulah adab syar&#8217;i yang mungkin asing di tengah kaum muslimin. Alhamdulillah, selesai sudah kutuliskan sepucuk surat cinta ini. Mungkin ada hal-hal yang terlewat, mudah-mudahan Anda berkenan memperkaya ilmu dengan literatur yang lain. Semoga tiap katanya tak hanya mengandung ilmu, tapi juga melahirkan dzikir. Semoga tiap kalimatnya, tak hanya menambah wawasan, tetapi juga ketaqwaan. Dan semoga dalam segala amal, Allah semakin menambahkan barakah pada jalinan suci rumah tangga kita, yang salah satunya melalui manajemen dakwah rumah kita.</p>
<p>Pertanyaan terakhir, sudahkah kita bertamu selayaknya seorang muslim bertamu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/surat-cinta-untuk-para-tetamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harta Manusia, Manusia Harta</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/harta-manusia-manusia-harta/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/harta-manusia-manusia-harta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 17:25:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[”Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.&#8221; (QS. Al-Israa&#8217;; 27) Saya kembali teringat salah satu kejadian di pertengahan tahun 2009, di mana sepakbola eropa baru saja menutup bukunya. Pembelian pemain-pemain bintang mewarnai bursa transfer tersebut, seperti biasanya. Dalam bursa tersebut, terjadi rekor transfer terbaru yang dibukukan atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>”Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.&#8221;<br />
(QS. Al-Israa&#8217;; 27)</p></blockquote>
<p>Saya kembali teringat salah satu kejadian di pertengahan tahun 2009, di mana sepakbola eropa baru saja menutup bukunya. Pembelian pemain-pemain bintang mewarnai bursa transfer tersebut, seperti biasanya.</p>
<p>Dalam bursa tersebut, terjadi rekor transfer terbaru yang dibukukan atas nama seorang pemain berkebangsaan Portugal dengan jumlah yang konon kabarnya mencapai 1,3 triliun rupiah. Jujur, sampai sekarang saya masih mencoba untuk mencari prasangka-prasangka positif terhadap apa yang dilakukan seseorang (atau klub) yang memiliki dana melimpah tersebut, namun sayangnya saya masih belum menemukannya.</p>
<p>Tidak ketinggalan juga kabar yang datang dari negeri padang pasir sekitar setahun sebelumnya. Sulaiman Al-Fahim melakukan pembelian sebuah klub sepakbola dari Inggris, Manchester City. Kabarnya, dana yang harus ia keluarkan untuk itu mencapai 2,8 triliun rupiah. Sesaat setelah itu, sang juragan properti tersebut turut meramaikan &#8220;belanja&#8221; musiman seperti yang biasa dilakukan tim-tim kesayangan kita di Eropa nun jauh di sana. Total biayanya? Tentu bisa dipakai untuk membiayai fakir miskin di negeri kita ini.</p>
<p>Saya masih ingat betul ketika tim nasional Saudi Arabia untuk pertama kalinya lolos ke Piala Dunia 1998. Ketika itu seluruh pemain dihadiahkan sebuah mobil mewah atas &#8220;prestasi&#8221; nya tersebut apapun hasil nya nanti, entah itu baik atau buruk. Itu pun belum termasuk bonus fulus yang mengalir bagi setiap gol yang tercipta dari kaki para pemainnya.</p>
<p><span id="more-536"></span>Sejak saat itu, masyarakat di negeri gurun dan sekitarnya tersebut mulai terasuki demam sepakbola. Bila sebelumnya siaran televisi olah raga yang mendominasi masyarakat di sana hanyalah berkutat pada kegiatan olah raga keluarga kerajaan, maka kini layar kaca mereka telah dihiasi dengan siaran sepakbola Eropa dan bagian dunia lainnya. Siaran kegiatan olah raga kerajaan pun dengan legowo harus tersingkir. Dan masyarakat di sana kini punya kesenangan baru, sepakbola.</p>
<p>Hingga pada akhirnya, mulai bermunculan para pangeran dan syeikh dari negeri tersebut yang loyal membelanjakan rezeki nya untuk membeli kesenangan mereka. Terakhir, kabarnya Faisal bin Fahd bin Abdullah dan Ali Al-Faraj pun mengikuti jejak saudara seimannya yang telah lebih dahulu terjun ke dalam sebuah &#8220;lubang kapitalisme&#8221; yang berlindung di bawah dunia sepakbola.</p>
<p>Ah, sepertinya mudah sekali harta digelontorkan hanya untuk membeli sebuah kesenangan sesaat. Padahal, di saat yang sama saudara-saudara tetangganya di <a href="http://warnaislam.com/berita/dunia/2010/4/21/51780/Tank-Tank_Israek_Gempur_Gaza_Tengah_dan_Selatan.htm" target="_blank">Palestina</a> sangat membutuhkan kesejahteraan dan pelita dunia yang kini perlahan mulai meredup, hilang di tengah hingar bingar perputaran uang dan pernik dunia.</p>
<p>Sekarang, demam Piala Dunia mulai kembali berhembus. Musim liga-liga sepakbola dunia pun akan memasuki fase terakhirnya. Apakah negeri kita tercinta ini yang mana masyarakatnya masih banyak didera kemiskinan dan kelaparan akan mulai merintis jejak <a href="http://payjo.wordpress.com/2009/12/11/indonesia-piala-dunia-2022/" target="_blank">serupa</a>? Dan apakah setelah itu gelontoran dana akan kembali membuat dunia tercengang?</p>
<p>Kalau saya lebih baik mulai menabung dari sekarang untuk biaya persalinan istri nanti&#8230;</p>
<p>* Nabung dulu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/harta-manusia-manusia-harta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benih&#8230;</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/benih/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/benih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 03:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=602</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, hampir 3 bulan sudah usia pernikahan kami. Suasana walimah yang mungkin sedikit terasa mewah dan syar&#8217;i kala itu masih terasa membekas di kepala dan hati ini. Lega dan sedikit terselip rasa bangga akan bentuk acara pernikahan islami yang kami idamkan terlaksana. Mudah-mudahan ini bukan kesombongan ya Allah&#8230; Tapi jujur, 3 bulan itu merupakan waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, hampir 3 bulan sudah usia pernikahan kami. Suasana walimah yang mungkin sedikit terasa mewah dan syar&#8217;i kala itu masih terasa membekas di kepala dan hati ini. Lega dan sedikit terselip rasa bangga akan bentuk acara pernikahan islami yang kami idamkan terlaksana. Mudah-mudahan ini bukan kesombongan ya Allah&#8230;</p>
<p>Tapi jujur, 3 bulan itu merupakan waktu yang terasa tidak sedikit. Bagi saya, 3 bulan setelah menikah itu terasa lebih lama dibanding 3 bulan sebelum menikah. Belakangan ini sepertinya ada beban baru yang menempel di pundak saya. Ada tanggung jawab baru, dan juga resiko-resiko baru yang setiap saat dapat menyergap. Mungkin kalau kata iklan, &#8220;lebih terasa <em>taste</em> nya,&#8221;</p>
<p>Guru-guru saya pernah mengatakan bahwa pernikahan dan keluarga itu adalah madrasah peradaban di mana ilmu nya tidak akan bisa diraih sebelum langsung menjalani langsung madrasah tersebut. Saya setuju sekali dengan pernyataan tersebut. <em>Well</em>, mungkin ada benarnya juga kata kebanyakan orang yang bilang kalau segala sesuatu itu butuh perencanaan dan ilmu tentunya, termasuk pernikahan.</p>
<p><span id="more-602"></span>Tapi terkadang, segala perencanaan di atas kertas bisa berubah jauh setelah menyelami samudera kehidupan. Yah, Allah memang Maha Berkehendak. Terkadang, apa yang sudah direncanakan sedikit atau bahkan melenceng jauh dari perkiraan.</p>
<p>Atas dasar seperti di atas, banyak yang berpikir kembali untuk terikat ke dalam sebuah ikatan suci. Biasanya muncul beragam keraguan, menikah atau tidak. Tapi setidaknya bagi saya, hal tersebut justru memunculkan motivasi tersendiri. Buat saya kuncinya cuma satu, yakin dengan Sang Pemilik Makhluk. Biar nanti Allah yang akan membuktikan janji-Nya.</p>
<p>Memang, semua itu tergantung dari niat dan tujuan masing-masing pasangan. Apakah akan merengkuh dunia, ataupun memeluk akhirat, ataupun mengejar keduanya. Semua itu kembali kepada individu masing-masing.</p>
<p>Sempat ada yang bertanya atau mempermasalahkan soal kemapanan dan status pada saya. Dan saya yakin persoalan seperti itu bukan saya saja yang mengalami. Tapi yakin deh, segala sesuatu itu ada fase nya. Dari benih, hingga mekar berbunga. Pertanyaannya adalah, siapkah kita untuk kembali kepada fase benih jika memang sebelumnya telah berada pada kondisi yang telah berbunga di bawah naungan sebuah belaian kasih?</p>
<p>Mungkin selama ini kita menikmatinya mengalir  nyaman, meski sesekali karang keras membentur. Tetapi tak terpikirkah  kita bahwa memprogram hidup akan meningkatkan kualitas diri, dari  terhanyut menjadi berenang, dari tenggelam menjadi menyelam, dan dari  terarus menjadi berlayar?</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><strong>Ya Allah, luruskan niat dan kuatkan <em>azzam</em> bagi siapapun yang dilanda keraguan&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/benih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Tertipu!</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/jangan-tertipu/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/jangan-tertipu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 14:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Bacaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Waspada akan manusia separuh iblis Berjenis wanita bernama feminis Tolak syari&#8217;at bicara sok kritis Sering dengan nada sinis Sebut ukhti tekstualis Padahal mereka cuma mengais Dari sampah pikiran kafir najis Mereka lancang bicara: &#8220;Jilbab itu budaya&#8230;&#8221; &#8220;Jadi cintailah produk kita&#8230;!&#8221; Tapi ukhti harus waspada Karena itu tipuan belaka Mereka sendiri malu pake koteka Dengan nyelekit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waspada akan manusia separuh iblis<br />
Berjenis wanita bernama <a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/membantah-feminis/meninjau-ulang-emansipasi-ada-apa-dengan-emansipasi/" target="_blank">feminis</a><br />
Tolak syari&#8217;at bicara <abbr title="Padahal gak bersandar pada ilmu agama">sok kritis</abbr><br />
Sering dengan nada sinis<br />
Sebut ukhti tekstualis<br />
Padahal mereka cuma mengais<br />
Dari sampah pikiran <abbr title="Yahudi, Nasrani, dan para pendukungnya">kafir najis</abbr></p>
<p>Mereka lancang bicara:<br />
<em>&#8220;<a href="http://yakinku.wordpress.com/2008/10/08/jilbabpentingcewekcantik/" target="_blank">Jilbab</a> itu <abbr title="Ada juga sutradara film yang bilang hal serupa">budaya</abbr>&#8230;&#8221;</em><br />
<em>&#8220;Jadi cintailah produk kita&#8230;!&#8221;</em><br />
Tapi ukhti harus waspada<br />
Karena itu tipuan belaka<br />
Mereka sendiri malu pake <abbr title="Padahal koteka itu asli produk kita!">koteka</abbr></p>
<p><span id="more-412"></span>Dengan nyelekit<br />
Mereka bilang, <em>&#8220;<a href="http://www.aditdanniez.com/2008/11/27/satu-dua-tiga-atau-empat/" target="_blank">Poligami</a> amit-amit&#8230;&#8221;</em><br />
<em>&#8220;Hanya bikin sakit hati&#8230;&#8221;</em><br />
Hasilnya? Suami pergi tanpa pamit<br />
Selingkuhpun terjadi tak sedikit<br />
Hingga perzinaan dilakukan di gang sempit</p>
<p>Mereka sibuk melombakan kefasikan<br />
Melalui kontes ratu-ratuan<br />
Obral <a href="http://yakinku.wordpress.com/2008/06/20/berpakaian-tetapi-telanjang/" target="_blank">aurat</a> dijual murahan<br />
Iman dan akhlak bukan ukuran<br />
Layaknya di pasar hewan<br />
Yang dinilai hanya keelokan, kemolekan, dan kemontokan</p>
<p><em>&#8220;Kita harus menjadi wanita mandiri&#8230;&#8221;</em><br />
<em><abbr title="Padahal Allah sendiri telah menyatakan bahwa tidaklah sama antara laki-laki dengan wanita. [QS. Ali-Imran; 36]">&#8220;Setara itu harga mati&#8230;&#8221;</abbr></em><br />
Diucapkan dengan tak tahu diri<br />
Lupakan <abbr title="Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita). [QS. An-Nisaa; 34]">fitri</abbr> ciptaan Rabbul Izzati<br />
Tapi, renungkanlah dengan teliti<br />
Dan lihatlah profesi koki<br />
Mengapa banyak dilakukan lelaki<br />
Tapi kami tak pernah tuntut emansipasi</p>
<p>Wahai wanita beriman&#8230;<br />
Jangan hiraukan syubhat murahan<br />
Berteduhlah di bawah <abbr title="Orang yang menyandarkan pandangannya pada aturan agama dibilang berpikiran sempit. Ah... Dunia memang sempit kok, tidak seluas surga-Nya.">naungan Al-Qur&#8217;an</abbr><br />
Mengikutlah pada Rasul akhir zaman<br />
Sepaham dengan Sahabat era keemasan<br />
Hikmah kan muncul ke permukaan<br />
Jannah menanti dengan yakut dan marjan</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Aria Ibnu Solihun</span><br />
</strong>Disadur dari <a href="http://www.qiblati.com/" target="_blank">Majalah Qiblati</a>, edisi 04 tahun IV, hal. 33</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-bacaan/jangan-tertipu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>74</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Katakan Cinta</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/katakan-cinta/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/katakan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 09:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Dari Anas ra, ia berkata: Ada seorang laki-laki duduk di hadapan Nabi SAW, kemudian ada seseorang yang lewat di situ, lalu orang yang duduk di hadapan Nabi berkata: &#8220;Ya Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang itu,&#8221; Nabi SAW bertanya: &#8220;Apakah kamu sudah memberitahukan kepadanya?&#8221; Dia menjawab: &#8220;Belum.&#8221; Beliau bersabda: &#8220;Beritahukanlah kepadanya!&#8221; Kemudian dia menemui orang itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Dari Anas ra, ia berkata: Ada seorang laki-laki duduk di hadapan Nabi SAW, kemudian ada seseorang yang lewat di situ, lalu orang yang duduk di hadapan Nabi berkata: &#8220;Ya Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang itu,&#8221; Nabi SAW bertanya: &#8220;Apakah kamu sudah memberitahukan kepadanya?&#8221; Dia menjawab: &#8220;Belum.&#8221; Beliau bersabda: &#8220;Beritahukanlah kepadanya!&#8221; Kemudian dia menemui orang itu dan berkata: &#8220;Sesungguhnya saya mencintaimu karena Allah.&#8221; Orang itu menjawab: &#8220;Semoga kamu dicintai oleh Zat yang menjadikanmu mencintaiku karena-Nya.&#8221;<br />
(HR Abu Daud)</p></blockquote>
<p><a href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/01/love-palestine.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-363" style="border: 1px solid #444444; margin-top: 5px;" title="Ana bahib filistiin" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/01/love-palestine-300x212.jpg" alt="Ana bahib filistiin" width="153" height="108" /></a>Di saat kamu menderita karena perang yang berkecamuk, di sini kami berdoa agar kamu diberikan pertolongan dan kemudahan dari Allah. Di saat yang lain disibukkan dengan urusannya masing-masing, di sini banyak dari kami yang melakukan aksi kepedulian dengan demonstrasi (terlepas dari segala kontroversinya), penggalangan dana, dan lain sebagainya.</p>
<p>Mungkin kami memang tidak bisa ikut langsung membantu perjuanganmu di sana. Dan kami tahu, mungkin kamu di sana berkata lantang untuk melihat kepedulian kami, &#8220;Ayo tunjukkanlah padaku! Tunjukkan!&#8221;</p>
<p><span id="more-357"></span>Apa yang bisa kami tunjukkan? Jujur, kami malu melihat diri kami sendiri yang tidak bisa berbuat banyak untuk membantumu di sana. Hanya sekedar doa dan sedikit bantuan materi yang mungkin bisa kami berikan. Kawan, teruskan dan jangan pernah hentikan doamu untuk mereka di sana!</p>
<p>Kami ingin menyatakan bahwa kami masih peduli terhadapmu, saudaraku. Meski mungkin hanya ini yang bisa kami lakukan. Sungguh kami tahu bahwa kamu di sana juga <a href="http://www.detiknews.com/read/2009/01/30/205433/1077085/10/warga-gaza-sambut-hangat-tim-kemanusiaan-dari-indonesia" target="_blank">mencintai kami</a> dengan memegang teguh agama-Nya. Maaf jika balasku tidak sebesar cintamu. Tapi sungguh, kami sangat mencintaimu karena Allah&#8230;</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Gambar ana bahib filistiin diambil dari <a href="http://atsilusgi.deviantart.com/art/Ana-Bahib-Falasteen-36129212" target="_blank">sini</a>.</p>
<p><strong>Allahumma unshuril mujahidina fi filistiin&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-keluarga/katakan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamu yang Terbaik Untukku</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/kamu-yang-terbaik-untukku/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/kamu-yang-terbaik-untukku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 16:58:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Disini akan kutuliskan semua keinginan dan rencanaku. Aku goreskan hitam di atas putih dengan sebuah pena. Sengaja kutulis semua itu dengan pena agar ku tak mudah menghapusnya. Tuk semakin mantap berikhtiar pada rencana dan keinginanku. Namun, walau begitu&#8230; Kubiarkan kertas ini terbuka untuk-Nya. Dan kutinggalkan penghapusnya cukup dan hanya pada-Nya. Ia yang bisa menghapus apapun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/01/rencana.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-337" style="border: 1px solid #444444; margin-top: 7px;" title="rencana" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2009/01/rencana-300x225.jpg" alt="Kamu yang Terbaik Untukku" width="238" height="178" /></a>Disini akan kutuliskan semua keinginan dan rencanaku. Aku goreskan hitam di atas putih dengan sebuah pena. Sengaja kutulis semua itu dengan pena agar ku tak mudah menghapusnya. Tuk semakin mantap berikhtiar pada rencana dan keinginanku.</p>
<p>Namun, walau begitu&#8230; Kubiarkan kertas ini terbuka untuk-Nya. Dan kutinggalkan penghapusnya cukup dan hanya pada-Nya. Ia yang bisa menghapus apapun dari seorang hamba.</p>
<p>Karena Ia yang akan menghapuskan semua bagian dariku yang salah. Dan menunjukkan padaku serta menggantikannya dengan sesuatu yang jauh lebih indah. Aku bisa saja berharap akan sesuatu, tapi hanya Ia yang tahu mana yang terbaik buatku.</p>
<p>Bukan pada detik-detik yang dihitung mundur, yang sebagian besar orang menyebutnya tahun yang baru. Namun pada setiap hari dan helaan nafas ini. Insya Allah, Kau dapat tunjukkan aku jalan terbaik.</p>
<p><span id="more-332"></span><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Gambar pena dan agenda diambil dari <a href="http://flickr.com/photos/joseph-dath/377534815/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p><strong>Karena Engkau ya Allah, memang yang terbaik untukku&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/kamu-yang-terbaik-untukku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendakian Malam Pertama&#8230;</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/pendakian-malam-pertama/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/pendakian-malam-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 05:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Qalbu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Di dunia ini tidak ada sesuatu yang pasti datangnya selain kematian dan juga beberapa ketetapan-Nya. Kematian&#8230; Pun walau kita berada di dalam benteng terkokoh, ia pasti datang. Tidak perlu dijemput, tidak juga terjadi secara kebetulan. Tidak perlu menunggu tua, tidak juga selalu di saat muda. Apapun itu, ia pasti datang&#8230; Pernahkah membayangkan bagaimana ajal menjemput? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2008/12/rumah-masa-depan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-302" style="border: 1px solid #444444; margin-top: 5px;" title="rumah-masa-depan" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2008/12/rumah-masa-depan.jpg" alt="Pendakian Malam Pertama..." width="190" height="190" /></a>Di dunia ini tidak ada sesuatu yang pasti datangnya selain kematian dan juga <a href="http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=421" target="_blank">beberapa</a> ketetapan-Nya. Kematian&#8230; Pun walau kita berada di dalam benteng terkokoh, ia pasti datang. Tidak perlu dijemput, tidak juga terjadi secara kebetulan. Tidak perlu menunggu <a href="http://www.aditdanniez.com/2008/12/11/tua-itu-pasti-dewasa-itu-pilihan/" target="_blank">tua</a>, tidak juga selalu di saat muda. Apapun itu, ia pasti datang&#8230;</p>
<p>Pernahkah membayangkan bagaimana ajal menjemput? Bayangkan ketika Izrail telah berada di sisi kepala kita. Bayangkan ketika jiwa mulai ditarik keluar dari raga. Bayangkan saat ketika syaithon memperlihatkan kepada kita kesenangan dunia yang dahulu selalu kita kejar. Bayangkan ketika lidah terasa kelu dan merintih hanya tuk mencoba mengucap Laa ilaa hailallah di ujung usia dan nafas kita. Huff&#8230; Janji-Nya itu pasti kan datang dengan waktu yang tak bisa diraba.</p>
<p>Pernah merasakan sakit yang amat sangat? Ah&#8230; Kabarnya rasa itu tidak mampu menandingi perihnya kematian. Selesaikah semuanya setelah itu? Tidak! Kita masih harus menuju suatu tempat, rumah masa depan!</p>
<p>Alam kubur&#8230; Suatu gerbang awal menuju kehidupan akhirat. Bagi siapa yang merasakan indahnya malam pertama setelah menikah, belum tentu akan merasakan pula indahnya malam pertama di alam kubur. Malam pertama di alam kubur merupakan kesan pertama yang dapat memperkirakan kelanjutan kisah hidup kita yang sebenarnya. Ah&#8230; Seandainya kubur dapat berbicara, mungkin ia akan berkata&#8230;</p>
<p><span id="more-286"></span></p>
<blockquote><p>Maukah kalian tahu apa yang akan kuperbuat dengan orang ini? Akan aku bakar kafannya, kurobek badannya dan kusedot darahnya serta ku kunyah dagingnya! Maukah kau kuberitahu apa yang akan kuperbuat dengan anggota badannya? Aku cabut (satu per satu dari) telapak ke tangannya, lalu dari tangan ke lengan, dan dari lengan menuju pundak. Lalu kucabut pula lutut dari pahanya, dan paha dari lututnya. Kucabut pula lutut itu dari betis. Dari betis menuju telapak kakinya.</p></blockquote>
<p>Siapa yang merasakan kesulitan di alam kubur, pastilah akan berlanjut dengan suatu kengerian yang amat sangat di alam akhirat nanti. Kenikmatan, kekayaan, dan keindahan yang didapatkan di dunia tak mampu menolong. Itu pasti! Sesungguhnya tempat yang dijanjikan itu tidaklah berada di dunia yang semu ini, tapi berada di suatu tempat yang sekarang ini belum kita melihatnya. Suatu tempat yang hanya dapat kita capai setelah melalui gerbang yang bernama kubur.</p>
<p>Surga atau neraka semua ada di tangan-Nya. Dan siapa saja yang bisa memasuki surga-Nya, hanya Ia yang berkuasa. Surga tidaklah didapat karena segala amal shaleh kita, tapi karena <a href="http://opi.110mb.com/haditsweb/1100_hadits_terpilih/b38_rahmat_allah.htm" target="_blank">rahmat</a> dan kebaikan Allah semata. Amal shaleh, sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita, tidaklah mampu menebus nikmat surga yang dijanjikan-Nya. Amal shaleh merupakan usaha kita untuk mendapatkan rahmat-Nya.</p>
<p>Seandainya saat ini diperlihatkan surga-Nya, pastilah saat ini juga kita akan berbuat apapun untuk mendapatkannya. Ya, apapun! Bila surga berada di atas sana, maka yang harus kita lakukan ialah mendaki! Dan tidak ada seorangpun yang berkata bahwa mendaki jauh lebih mudah daripada menuruninya.</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p>Gambar rumah masa depan diambil dari <a href="http://flickr.com/photos/mutephotoblog/422239764/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p><strong>Ya Allah&#8230; Ridha kah Engkau dengan segala pendakianku?<br />
Apa yang akan Kau persiapkan untuk menyambutku di malam pertamaku nanti?<br />
</strong><strong>Terbesit rasa khawatir akan ajalku yang bisa saja datang di malam ini&#8230;<br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-qalbu/pendakian-malam-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>62</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencintai Blogger</title>
		<link>http://www.aditdanniez.com/ruang-tamu/mencintai-blogger/</link>
		<comments>http://www.aditdanniez.com/ruang-tamu/mencintai-blogger/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 13:50:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adit-nya niez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruang Tamu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.aditdanniez.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Ya ya, ada yang bilang kalau blog kami yang baru ini isinya lebih berat dibanding blog kami terdahulu. Maka itu kali ini saya mau nulis sesuatu yang ringan dan bisa dibilang sebagai oretan gak guna. Jadi gini, beberapa waktu yang lalu saya baru saja mendapatkan sebuah award (lebih tepatnya PeEr) dari si abee. Bukan apa-apa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-175 alignleft" style="border: 1px solid #444444;" title="lovely-blogger-award" src="http://www.aditdanniez.com/wp-content/uploads/2008/12/lovely-blogger-award.jpg" alt="Lovely Blogger Award" width="107" height="107" /></p>
<p>Ya ya, ada yang bilang kalau blog kami yang baru ini isinya lebih berat dibanding blog kami terdahulu. Maka itu kali ini saya mau nulis sesuatu yang ringan dan bisa dibilang sebagai oretan gak guna. Jadi gini, beberapa waktu yang lalu saya baru saja mendapatkan sebuah award (lebih tepatnya PeEr) dari si <a href="http://abeeayang.wordpress.com/2008/11/30/dapet-lemparan-award/" target="_blank">abee</a>. Bukan apa-apa, katanya sih award ini dikasih ke saya karena saya ini gila dan suka usil kalo komentar di tempatnya.</p>
<p>Katanya lagi sih, mungkin award-award semacam ini sudah menjadi budaya &#8220;saling memberi&#8221; antar sesama blogger. Hmm&#8230; Saya gak begitu paham sih tentang budaya ini. Terlebih lagi saya juga belum begitu lama ngeblog. Lha blog ini aja baru muncul bulan lalu. Lain lagi kasusnya dengan blogger <a href="http://www.praditya.net" target="_blank">yang satu ini</a>, yang katanya juga nih, saking bosennya tuh blogger sampe udah gak jelas lagi dimana rimbanya sekarang (ditimpuk).</p>
<p>Ngomong-ngomong soal blogger nih&#8230; Ada seorang blogger, yah sebut aja Mas Anu, yang sepertinya punya budaya unik tersendiri. Begini ceritanya&#8230;</p>
<p><span id="more-174"></span>Setiap kali buka blog, si Mas Anu inih langsung tebar komentar dimana-mana. Padahal, ada <a href="http://www.aditdanniez.com/2008/11/27/satu-dua-tiga-atau-empat/" target="_blank">tulisan</a> yang nyuruh pembacanya, termasuk si Mas Anu ituh, untuk baca tulisannya dengan baik termasuk semua tautan link yang ada sebelum berkomentar. Lha si Mas Anu ini, boro-boro ngebaca, nge-klik link aja nggak. Langsung aja si Mas Anu ini berkomentar ria dan ngebanyol. Jadinya ya komentarnya ndak nyentuh esensi tulisan itu.</p>
<p>Lha emang tau darimana toh si Mas Anu atau pembaca yang lain banyak yang gak ngebaca tautan link-nya? Ya tau lah, kan bisa diliat di statistik gitu. Wong perbandingan antara total komentar sama jumlah klik satu link-nya aja jauh banget nget nget.</p>
<p>Terus ada juga yang lain. Ceritanya si Mas Anu inih lagi nyambangin sebuah blog yang lagi nyurhatin soal teman. Nah, si empunya blog yang lagi dikunjungi itu udah nulis warning banyak banget di tulisannya buat ngebaca semua link sekaligus komentar yang masuk di tulisan itu. Lha, seperti biasa, si Mas Anu ini ndak ngelakuin yang disuruh si empunya blog. Langsung aja dia komentar koar-koar gitu. Padahal sih yang dia komentarin itu udah dikomentarin sama pengunjung yang lain dan udah dijawab pula sama si empunya blog. Ya gimana gak marah si empunya blog itu? Udah capek si empu ngejawab komentar serupa yang cuma diulang-ulang aja&#8230;</p>
<p>Masih ada lagi nih ulahnya. Ada tulisan yang kayaknya saking menuntut buat fokus dan penuh perhatian sewaktu ngebacanya, akhirnya beberapa paragraf dilewatkan begitu aja. Tuh, si Mas Anu biasa kayak gitu. Baca cuma paragraf awal dan akhir, abis itu langsung speak-speak seadanya.</p>
<p>Ada juga sih tulisan di sebuah blog yang menurut saya itu udah serius, penting, dan berguna banget. Kayaknya sih si empunya blog kepingin komentar-komentar yang mencerahkan gitu. Eh, tapi si Mas Anu ini cuma ngasih komen macem &#8220;salam kenal&#8221;, &#8220;blognya bagus&#8221;, &#8220;kunjungi blog saya juga&#8221;. Pokoknya gak nyambung blass sama tulisannya&#8230;</p>
<p>Ngeliat dari kelakuan si Mas Anu inih, saya kok jadi mikir yah kalo mungkin selain &#8220;saling memberi&#8221; tadi, kelakukan si Mas Anu itu juga merupakan suatu bentuk budaya &#8220;main tabrak aja&#8221; di blogosphere.</p>
<p>&#8220;Yeee&#8230; Itu mah emang elo nya aja kali yang gak ngerti blogosphere. Masih cupu, baru dateng bulan lalu aja udah blagu kayak gini,&#8221; begitu kata para sesepuh blogger.</p>
<p>Ehm&#8230; Tapi setelah dipikir-pikir lagi (ternyata saya bisa mikir), kayaknya kelakuan si Mas Anu ituh kok mirip banget yah sama kelakuan saya. Uhuhu&#8230; Jadi malu nih ngomongin diri sendiri. Peace dulu ah&#8230;</p>
<p>Yah sodara, cerita di atas tentunya cuma sekedar anekdot aja. Tujuan yang sebenernya sih saya kepingin ngasih award yang bener-bener berupa award yang tulus dari hati (bukan PeEr) kepada beberapa blog/blogger di bawah ini:</p>
<ol>
<li><strong><a href="http://yakinku.wordpress.com" target="_blank">Kang Habib</a></strong>. Beliau memang belum pernah memberikan komentar di blog ini (cuma pernah komentar di salah satu blog lama kami). Tapi jujur aja, tulisan-tulisannya bener-bener bermanfaat buat kami. Bahasanya gaul rada nyeleneh gitu, tapi gak ngurangin esensi tulisannya, justru semakin memudahkan untuk dicerna. Dan karena <a href="http://yakinku.wordpress.com/2008/11/06/ngeblog-bikin-tambah-iman-gak-sih/" target="_blank">satu tulisannya</a>, membuat saya pribadi sedikit (sedikit ajah) merubah orientasi ngeblog saya sampe akhirnya muncul blog baru ini. Beberapa tulisannya pun sudah saya tautkan di beberapa tulisan saya sebelum ini. Jempol!</li>
<li><a href="http://muslimah.or.id/" target="_blank"><strong>Muslimah.or.id</strong></a>. Kalau yang ini merupakan sebuah blog tempat kami belajar ilmu-ilmu yang mungkin belum kami ketahui. Kenyataannya memang banyak hal-hal yang baru kami &#8220;temukan&#8221; disini. Hee?? Baru <a href="http://yakinku.wordpress.com/2008/10/18/tak-ada-hukum-archimedes-itu/" target="_blank">nemu</a>?? Kitanya aja kali yang gak pernah mau mendekat ke ilmu-ilmu itu.</li>
<li><a href="http://jilbab.or.id/" target="_blank"><strong>Jilbab.or.id</strong></a>. Yang ini juga sama kayak blog muslimah di atas. Sebelum berformat blog, situs ini menggunakan format portal. Dengan telah berubahnya format situs ini menjadi blog, tentu saya bisa memberikan blogger award ini.</li>
</ol>
<p>Hmm&#8230; Jadi apa kesimpulannya? Yap, kalo kita kembali lagi ke judul tulisan ini, kesimpulannya adalah gak nyambung antara judul sama tulisannya. Kabuuurr&#8230;</p>
<p><span style="color: #ffffff;">.</span></p>
<p><strong>Pssstt&#8230; Pelan-pelan aja bacanya. Baca terburu-buru gak baik buat kesehatan&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aditdanniez.com/ruang-tamu/mencintai-blogger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>68</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
