Alhamdulillah, hampir 3 bulan sudah usia pernikahan kami. Suasana walimah yang mungkin sedikit terasa mewah dan syar’i kala itu masih terasa membekas di kepala dan hati ini. Lega dan sedikit terselip rasa bangga akan bentuk acara pernikahan islami yang kami idamkan terlaksana. Mudah-mudahan ini bukan kesombongan ya Allah…
Tapi jujur, 3 bulan itu merupakan waktu yang terasa tidak sedikit. Bagi saya, 3 bulan setelah menikah itu terasa lebih lama dibanding 3 bulan sebelum menikah. Belakangan ini sepertinya ada beban baru yang menempel di pundak saya. Ada tanggung jawab baru, dan juga resiko-resiko baru yang setiap saat dapat menyergap. Mungkin kalau kata iklan, “lebih terasa taste nya,”
Guru-guru saya pernah mengatakan bahwa pernikahan dan keluarga itu adalah madrasah peradaban di mana ilmu nya tidak akan bisa diraih sebelum langsung menjalani langsung madrasah tersebut. Saya setuju sekali dengan pernyataan tersebut. Well, mungkin ada benarnya juga kata kebanyakan orang yang bilang kalau segala sesuatu itu butuh perencanaan dan ilmu tentunya, termasuk pernikahan.


