11/03/2009 16:42
niez-nya adit
344 klik
0 TrackPing
Pagi ini Jakarta macet sekali. Ribuan mobil, motor, bus, angkot, bahkan pedagang kaki lima bergumul dalam asap knalpot di satu ruas jalan. Dengan kecepatan yang sangad lambat, pengguna-pengguna jalan ini saling berdesakan dan menyerobot jalan. Teriak makian dan bunyi klakson pun mewarnai atau mungkin memperkeruh suasana jalan yang memang sudah keruh.
Walaupun pemerintah sudah memperlebar jalan serta membangun fly-over dan underpass, namun hal ini ternyata tidak mengubah kemacetan yang terjadi karena pembangunan tersebut tetap tidak sebanding dengan pertambahan banyaknya kendaraan di Jakarta. Belum lagi sopir angkot yang kerap ngetem di pertigaan dan perempatan jalan sehingga menghambat pengguna jalan yang berada di belakangnya. Kemudian pedagang kaki lima yang dengan santainya berjualan di badan-badan jalan tanpa mempedulikan bahwa tindakan mereka ini semakin menghambat laju kendaraan di jalan.
apakah cuma ‘mereka’ yang salah ??
08/02/2009 21:30
adit-nya niez
738 klik
0 TrackPing
Waspada akan manusia separuh iblis
Berjenis wanita bernama feminis
Tolak syari’at bicara sok kritis
Sering dengan nada sinis
Sebut ukhti tekstualis
Padahal mereka cuma mengais
Dari sampah pikiran kafir najis
Mereka lancang bicara:
“Jilbab itu budaya…”
“Jadi cintailah produk kita…!”
Tapi ukhti harus waspada
Karena itu tipuan belaka
Mereka sendiri malu pake koteka
Apa maunya?
01/02/2009 16:11
adit-nya niez
339 klik
0 TrackPing
Dari Anas ra, ia berkata: Ada seorang laki-laki duduk di hadapan Nabi SAW, kemudian ada seseorang yang lewat di situ, lalu orang yang duduk di hadapan Nabi berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang itu,” Nabi SAW bertanya: “Apakah kamu sudah memberitahukan kepadanya?” Dia menjawab: “Belum.” Beliau bersabda: “Beritahukanlah kepadanya!” Kemudian dia menemui orang itu dan berkata: “Sesungguhnya saya mencintaimu karena Allah.” Orang itu menjawab: “Semoga kamu dicintai oleh Zat yang menjadikanmu mencintaiku karena-Nya.”
(HR Abu Daud)
Di saat kamu menderita karena perang yang berkecamuk, di sini kami berdoa agar kamu diberikan pertolongan dan kemudahan dari Allah. Di saat yang lain disibukkan dengan urusannya masing-masing, di sini banyak dari kami yang melakukan aksi kepedulian dengan demonstrasi (terlepas dari segala kontroversinya), penggalangan dana, dan lain sebagainya.
Mungkin kami memang tidak bisa ikut langsung membantu perjuanganmu di sana. Dan kami tahu, mungkin kamu di sana berkata lantang untuk melihat kepedulian kami, “Ayo tunjukkanlah padaku! Tunjukkan!”
Apa yang bisa kami tunjukkan?
Komentar Terakhir
segala sesuatunya kembali pada diri sendiri bagaimana kita m...
jadikan cobaan itu sebagai pelajaran berharga dalam hidup.. ...
wew, mantaps sangat prinsipel sejalur dengan saya nih postin...
adit dan niez,, pa kabar? mana nih postingan barunya.. hoh...